HIMBAUAN –
WIKA Beton (WTON) Kokoh dengan Kontrak Baru Rp 2,79 Triliun: Ekspansi Infrastruktur dan Inovasi Properti

Berapa Nilai Kontrak Baru yang Berhasil Diamankan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) per September 2025?
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), perusahaan terkemuka di sektor beton pracetak dan konstruksi di Indonesia, telah berhasil membukukan perolehan kontrak baru yang signifikan. Nilai kontrak baru tersebut mencapai angka Rp 2,79 triliun per periode September 2025. Pencapaian finansial ini menggambarkan kapasitas dan daya saing WTON dalam memenangkan berbagai proyek strategis di tengah dinamika pasar konstruksi yang terus berkembang. Angka ini juga menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kapabilitas WIKA Beton dalam mengeksekusi proyek-proyek berskala besar maupun menengah, menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam pembangunan infrastruktur dan properti di Indonesia.
Bagaimana Struktur Dominasi Kontrak WIKA Beton Berdasarkan Sektor Proyek?
Analisis terhadap komposisi kontrak baru yang diperoleh WIKA Beton selama sembilan bulan pertama tahun berjalan menunjukkan dominasi yang jelas pada segmen Proyek Infrastruktur. Sektor infrastruktur memberikan kontribusi terbesar dengan porsi 50,88% dari total nilai kontrak yang berhasil diamankan. Persentase ini menggarisbawahi peran krusial WIKA Beton dalam mendukung agenda pembangunan infrastruktur nasional yang berkesinambungan. Selain itu, sektor Proyek Industri turut menyumbangkan bagian yang tidak kalah penting, yaitu sebesar 20,90%, mencerminkan jangkauan layanan WTON dalam memenuhi kebutuhan industri. Kontribusi dari sektor Properti mencapai 12,42%, mengindikasikan keterlibatan perusahaan dalam pengembangan kawasan hunian dan komersial. Sementara itu, 15,80% dari total kontrak berasal dari segmen proyek lain-lain, menunjukkan fleksibilitas dan diversifikasi portofolio WIKA Beton dalam menjangkau berbagai jenis proyek yang membutuhkan solusi beton pracetak.
Siapa Pelanggan Utama yang Mendominasi Kontrak Baru WTON?
Berdasarkan jenis pelanggan, portofolio kontrak WIKA Beton per September 2025 menunjukkan karakteristik yang beragam. Pelanggan swasta menjadi segmen dominan dengan kontribusi sebesar 57,35% dari total kontrak baru. Angka ini memperlihatkan kemampuan WIKA Beton dalam menjalin kemitraan yang kuat dan berkelanjutan dengan entitas bisnis privat, baik dalam skala nasional maupun regional. Di sisi lain, proyek-proyek dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut menyumbang porsi yang substansial, yakni 21,50%, menegaskan peran strategis WTON sebagai mitra pemerintah dalam proyek-proyek publik. Selain itu, kontrak yang berasal dari induk perusahaan, WIKA, beserta afiliasinya mencapai 6,71%. Sisanya, sebesar 14,44%, berasal dari berbagai pelanggan lain, menunjukkan cakupan pasar WIKA Beton yang luas dan adaptif.
Apa Strategi Wijaya Karya Beton (WTON) dalam Menghadapi Perlambatan Sektor Konstruksi?
Kapan WIKA Beton Memulai Pengiriman Perdana Bantalan Jalan Rel (BJR) untuk Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP 205?
WIKA Beton mencatat tonggak penting dalam proyek transportasi massal ibu kota dengan memulai pengiriman perdana produk Bantalan Jalan Rel (BJR) untuk Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP 205. Pengiriman ini secara resmi dilakukan pada tanggal 22 September 2025. Proyek strategis ini, dengan nilai total Rp 409 miliar, merupakan bagian integral dari pengembangan sistem MRT Jakarta yang bertujuan untuk meningkatkan mobilitas dan konektivitas di wilayah metropolitan. Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Bapak Yushadi, menjelaskan bahwa proyek ini diperkirakan akan rampung pada tahun 2032. Pernyataan ini disampaikan dalam dokumen yang diterima oleh Kontan pada Jumat, 10 Oktober 2025. Bapak Yushadi lebih lanjut mengemukakan bahwa kontribusi WIKA Beton tidak hanya terbatas pada penyediaan produk beton pracetak berkualitas tinggi. Perusahaan juga memainkan peran penting dalam menyediakan jasa, salah satunya adalah Jasa Trackwork. Jasa Trackwork melibatkan pekerjaan rel dan komponen pendukungnya, yang esensial untuk pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api yang aman dan efisien, menunjukkan kapabilitas WIKA Beton sebagai penyedia solusi terintegrasi dalam proyek perkeretaapian.
Bagaimana Perkembangan Proyek Jalur Ganda Kereta Api Elevated Solo Balapan – Kadipiro – Kalioso?
Di samping proyek-proyek strategis di ibu kota, WIKA Beton juga berperan aktif dalam proyek pengembangan infrastruktur perkeretaapian di daerah. Salah satu proyek penting adalah pembangunan jalur ganda kereta api elevated yang menghubungkan Solo Balapan, Kadipiro, dan Kalioso. Proyek ini telah memasuki fase akhir pengerjaan pada tahun 2025. Konstruksi jalur ganda kereta api layang ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas transportasi kereta api dan mengurangi kemacetan di persimpangan sebidang. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memodernisasi dan memperluas jaringan kereta api di Indonesia, dengan harapan dapat memberikan dampak positif terhadap mobilitas penumpang dan logistik di wilayah tersebut. Keterlibatan WIKA Beton dalam proyek ini mengukuhkan posisinya sebagai mitra terpercaya dalam pembangunan infrastruktur perkeretaapian di berbagai skala.
Berapa Kontrak Baru yang Telah Dikantongi Wika Beton (WTON) per Agustus 2025?
Apa Inovasi Terbaru WIKA Beton di Bidang Konstruksi Perumahan?
WIKA Beton tidak hanya berfokus pada proyek-proyek infrastruktur besar, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan untuk kebutuhan masyarakat luas. Melalui Sekretaris Perusahaan Bapak Yushadi, WTON memperkenalkan inovasi terbarunya di bidang konstruksi perumahan dengan meluncurkan produk bernama WIKA Beton Home atau yang disingkat WHOME. Inisiatif ini menandai ekspansi WIKA Beton ke sektor hunian, dengan tujuan memberikan solusi perumahan yang efisien dan modern.
Apa Saja Fitur Utama dari Desain Rumah Tipe 36 WIKA Beton Home (WHOME)?
WHOME dirancang sebagai solusi hunian sederhana namun fungsional, dengan desain rumah tipe 36. Desain ini secara spesifik dilengkapi dengan berbagai ruang esensial yang memenuhi kebutuhan keluarga modern. Rumah WHOME meliputi ruang tamu yang nyaman, dua kamar tidur yang didesain untuk efisiensi ruang, dapur yang terintegrasi, serta kamar mandi yang fungsional. Bapak Yushadi menjelaskan bahwa, meskipun WHOME tergolong sebagai hunian sederhana, tampilan visualnya dirancang agar tetap modern. Tata ruang internalnya dioptimalkan untuk efisiensi, sehingga mampu menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung kehidupan keluarga. Konsep ini menekankan bahwa rumah sederhana pun dapat tampil menarik dan memenuhi standar kenyamanan modern.
Bagaimana Peran WHOME dalam Mendukung Program Strategis Nasional?
Peluncuran WHOME oleh WIKA Beton bukan sekadar langkah komersial, melainkan juga merupakan perwujudan nyata dari komitmen perusahaan dalam mendukung Program Strategis Nasional. Bapak Yushadi mengungkapkan bahwa kehadiran WHOME menjadi langkah konkret dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan hunian layak bagi masyarakat Indonesia, khususnya segmen menengah ke bawah. Dengan menyediakan solusi perumahan yang terjangkau, efisien dalam konstruksi, dan modern dalam desain, WIKA Beton melalui WHOME berkontribusi secara signifikan terhadap pemerataan akses perumahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Inisiatif ini menunjukkan peran aktif sektor swasta dalam kolaborasi dengan pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yang lebih luas.
Tag Headline: WIKA Beton (WTON) Kokoh dengan Kontrak Baru Rp 2,79 Triliun: Ekspansi Infrastruktur dan Inovasi Properti
Featured: True
Category: Bisnis & Keuangan
Tags: WIKA Beton, WTON, Kontrak Baru, Infrastruktur, MRT Jakarta Fase 2, Proyek Konstruksi, Beton Pracetak, Wijaya Karya Beton, Jasa Trackwork, WHOME, Perumahan, Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah, Jalur Ganda Kereta Api Elevated, Solo Balapan, Kadipiro, Kalioso


