Panas
Beranda / Panas / Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Tembak 18 Kali!

Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Tembak 18 Kali!

HIMBAUANDunia sepak bola Malaysia kembali diguncang oleh skandal yang menorehkan luka mendalam pada citra olahraga kebanggaan negeri jiran tersebut. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada seorang mantan pemain naturalisasi yang ditangkap oleh kepolisian Thailand atas tuduhan pembunuhan. Insiden mengerikan ini, yang terjadi di Golok, Thailand, tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga memperburuk persepsi terhadap program naturalisasi pemain di Malaysia yang belakangan kerap diterpa isu negatif.

Kabar mengejutkan ini bermula dari insiden penembakan brutal yang menimpa seorang pria Malaysia bernama Mohd Fuad Fahmi Ghazali. Peristiwa tragis tersebut sempat viral dan menggegerkan masyarakat lintas batas. Penembakan itu mengakibatkan Fahmi mengalami luka parah akibat 18 tembakan di tubuhnya. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis darurat, nyawa Fahmi tidak dapat diselamatkan. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam, terutama bagi istri dan anak yang masih dalam kandungan, serta keluarga yang ditinggalkan. Jasad korban telah dikebumikan pada Minggu lalu, mengiringi sebuah kisah yang belum terungkap sepenuhnya.

Identitas tersangka pelaku penembakan akhirnya terkuak dan memicu gelombang kekecewaan. Ia dipastikan sebagai seorang mantan pesepak bola yang pernah memperkuat salah satu klub di Kelantan dan merupakan pemain naturalisasi Malaysia. Konfirmasi mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Kelantan, Datu Mohd Yusoff Mamat, dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada minggu yang sama. Penegasan ini sontak menambah panjang daftar permasalahan yang membelit skema naturalisasi pemain di Malaysia.

Tersangka, yang berusia sekitar 30-an tahun, diketahui memiliki kewarganegaraan ganda, yakni paspor Thailand dan Malaysia. Keberadaannya sempat menjadi buruan pihak berwenang sebelum akhirnya menyerahkan diri di kantor polisi Sungai Golok, Thailand. Menurut laporan yang dilansir oleh New Straits Times, tim gabungan dari kepolisian Thailand dan Kelantan telah bekerja sama secara intensif untuk melacak jejak keberadaan pria tersebut setelah insiden penembakan terjadi. Koordinasi lintas negara ini menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam menuntaskan kasus pembunuhan yang melibatkan latar belakang seorang figur yang pernah berkecimpung di dunia sepak bola.

Datu Mohd Yusoff Mamat secara tegas menyatakan, “Berdasarkan penyelidikan yang kami lakukan, kami telah berhasil mengidentifikasi tersangka sebagai seorang mantan pemain sepak bola naturalisasi yang sebelumnya pernah bermain untuk klub di Kelantan. Kami secara aktif melakukan pencarian terhadapnya, selain mendirikan pos pemeriksaan, saya juga telah menginstruksikan unit manajemen perbatasan untuk meningkatkan pengawasan secara ketat.” Pernyataan ini menegaskan bagaimana pihak kepolisian tidak hanya berfokus pada penangkapan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan pengawasan perbatasan yang lebih ketat pasca insiden.

Geger! Surat Pemecatan Gus Yahya dari Ketum PBNU Beredar

Namun, rekam jejak tersangka ternyata tidak kalah mengejutkan. Pemain naturalisasi tersebut diketahui telah terlibat dalam setidaknya empat pelanggaran terkait penyalahgunaan dan kepemilikan narkoba sejak tahun 2020. Ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai proses skrining dan pengawasan terhadap para pemain naturalisasi. “Pria tersebut terpantau terlibat dalam penyalahgunaan dan kepemilikan narkoba sejak tahun 2020,” ungkap Mamat. “Dia memasuki wilayah Thailand menggunakan izin perbatasan pada kemarin pagi,” tambahnya, memberikan detail singkat tentang pergerakan tersangka sebelum penyerahan diri. Meski demikian, hingga saat ini, motif pasti di balik tindakan keji pembunuhan tersebut masih menjadi misteri. Baik kepolisian Thailand maupun Malaysia memilih untuk tidak merilis identitas lengkap tersangka kepada publik, sebuah langkah yang mungkin diambil untuk menjaga integritas penyelidikan.

Kasus pembunuhan ini menjadi pukulan telak bagi citra sepak bola Malaysia, khususnya program naturalisasi yang kini semakin dipertanyakan integritasnya. Sebelumnya, jagat sepak bola Malaysia telah diguncang oleh skandal besar terkait pemalsuan dokumen pemain naturalisasi yang dibongkar langsung oleh FIFA. Skandal ini tidak hanya menyeret reputasi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tetapi juga melibatkan tujuh pemain naturalisasi yang diduga menggunakan dokumen palsu.

Saat ini, publik Malaysia tengah diliputi kekhawatiran dan kecemasan mendalam. Mereka menanti putusan banding FAM atas sanksi yang dijatuhkan FIFA terhadap federasi dan para pemain yang terlibat dalam pemalsuan dokumen. Tenggat waktu untuk putusan FIFA semakin dekat, membuat ketidakpastian semakin menyelimuti masa depan sepak bola Malaysia. Kekhawatiran akan adanya hukuman tambahan semakin meningkat, terutama jika FAM masih bersikukuh untuk tidak mengakui adanya pemalsuan dokumen. FIFA dilaporkan telah mengantongi bukti-bukti kuat, termasuk akta kelahiran kakek-nenek dari tujuh pemain naturalisasi tersebut yang secara jelas menunjukkan bahwa mereka bukanlah berasal dari Malaysia.

Dalam suasana yang serba tidak menentu ini, kasus pembunuhan yang melibatkan mantan pemain naturalisasi menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi sepak bola Malaysia. Kejadian ini seolah mengonfirmasi kekhawatiran yang sebelumnya diungkapkan dalam narasi lain, seperti saat media Malaysia sempat menyoroti kembalinya bomber naturalisasi Vietnam dengan nada “ketar-ketir,” bahkan sampai menyarankan “lupakan dulu banding FIFA” karena adanya masalah internal yang lebih mendesak.

Sentimen publik juga semakin menguat terhadap perlunya evaluasi ulang kebijakan naturalisasi. Beberapa pihak menyuarakan agar Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan para pelatih lebih giat mencari dan mengembangkan bakat lokal di liga domestik, alih-alih terburu-buru memaksakan meniru strategi naturalisasi ala Timnas Indonesia. Peristiwa tragis di Golok ini secara tidak langsung mempertegas pentingnya fokus pada pembinaan pemain lokal dan proses naturalisasi yang transparan serta akuntabel, demi mengembalikan kepercayaan publik dan menjaga martabat sepak bola Malaysia di kancah internasional. Bayang-bayang kelam yang kini menyelimuti sepak bola Malaysia menuntut refleksi mendalam dan tindakan nyata untuk membersihkan nama baik serta membangun fondasi yang lebih kokoh bagi masa depan olahraga ini.

UMP 2026: Kenapa Pemerintah Belum Umumkan?

Sumber: New Straits Times

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×