
HIMBAUAN –
Tjokro Group Resmi Akuisisi Saham Pengendali PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO): Strategi Investasi dan Ekspansi Bisnis
Perkembangan signifikan terjadi di pasar modal Indonesia ketika PT PIMSF, entitas yang merupakan bagian integral dari Tjokro Group, secara resmi mengumumkan rencana ambisius mereka untuk mengambil alih saham pengendali PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO). Emiten yang bergerak dalam perdagangan mesin besar dan peralatan ini akan mengalami perubahan kepemilikan strategis yang diproyeksikan akan membawa dampak besar bagi arah bisnisnya di masa mendatang. Pengumuman resmi terkait rencana akuisisi ini telah disampaikan kepada pihak-pihak regulator kunci, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta jajaran Dewan Direksi GPSO, pada hari Jumat, 10 Oktober 2025. Proses ini menandai langkah konsolidasi pasar yang cermat, sesuai dengan dinamika pertumbuhan dan pengembangan ekosistem bisnis di Indonesia.
Apa Tujuan PT PIMSF Mengakuisisi Saham Pengendali GPSO?
Akuisisi saham pengendali GPSO oleh PT PIMSF bukan sekadar transaksi biasa, melainkan sebuah manuver strategis dengan tujuan yang jelas dan terencana. Direktur PT PIMSF, Adi Sulaiman, secara eksplisit menyatakan bahwa aksi korporasi ini memiliki dua tujuan utama: investasi dan mendukung rencana pengembangan serta ekspansi bisnis dari Tjokro Group dan afiliasinya. Pengambilalihan ini merupakan langkah proaktif yang didasari oleh visi jangka panjang Tjokro Group untuk memperkuat portofolio investasinya dan menciptakan sinergi yang dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan di berbagai sektor. Investasi pada GPSO diharapkan dapat membuka peluang baru di segmen perdagangan mesin besar dan peralatan, yang sejalan dengan ambisi ekspansi Tjokro Group di pasar domestik maupun internasional.
Bagaimana Proses Pengambilalihan Saham Pengendali GPSO Dilakukan?
Dalam surat pengumuman resmi yang telah disampaikan kepada para pemangku kepentingan, PT PIMSF secara spesifik berencana untuk mengakuisisi saham GPSO yang saat ini dimiliki oleh Karnadi Margaka, yang merupakan pemegang saham pengendali eksisting. Rencana pengambilalihan ini menyasar kepemilikan saham yang mencapai kurang lebih 45,45 persen dari total modal disetor dan ditempatkan dalam GPSO. Persentase ini secara substansial akan memberikan kendali penuh kepada PT PIMSF atas operasional dan strategi bisnis GPSO setelah transaksi jual beli saham ini rampung. Saat ini, PT PIMSF dan Karnadi Margaka sedang dalam fase finalisasi perjanjian jual beli saham, sebuah tahapan krusial yang diperkirakan akan ditandatangani dalam waktu dekat, menandai komitmen serius kedua belah pihak untuk menuntaskan proses akuisisi ini.
Regulasi Apa yang Mengatur Akuisisi Saham Pengendali Perusahaan Terbuka Seperti GPSO?
Proses pengambilalihan perusahaan terbuka di pasar modal Indonesia diatur secara ketat untuk melindungi kepentingan seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham publik. PT PIMSF menegaskan bahwa setelah resmi menjadi pengendali baru GPSO, mereka akan melaksanakan penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) kepada seluruh pemegang saham publik GPSO. Kewajiban ini dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka. Peraturan ini memastikan bahwa setiap perubahan pengendali harus memberikan kesempatan yang sama kepada pemegang saham minoritas untuk menjual saham mereka pada harga yang adil, sebagai bentuk perlindungan investor dan menjaga transparansi pasar. Pelaksanaan MTO menunjukkan kepatuhan PT PIMSF terhadap regulasi pasar modal yang berlaku, menegaskan profesionalisme dalam setiap aksi korporasi yang dijalankan.
Baca juga: BEI Siapkan Langkah Awal Kendalikan Saham Gorengan, Fokus ke Kualitas IPO
Dampak Apa yang Diprediksi dari Akuisisi Ini terhadap Kinerja GPSO?
Aksi akuisisi oleh Tjokro Group melalui PT PIMSF ini diprediksi akan membawa angin segar dan potensi perubahan signifikan bagi kinerja GPSO ke depannya. Mengingat reputasi Tjokro Group sebagai grup bisnis yang dikenal memiliki ambisi kuat untuk melakukan pengembangan dan ekspansi di berbagai sektor, kehadiran mereka sebagai pengendali baru GPSO diharapkan dapat menyuntikkan inovasi, modal, dan jaringan bisnis yang lebih luas. Ini berpotensi memperkuat posisi GPSO di pasar perdagangan mesin besar dan peralatan, membuka peluang untuk diversifikasi produk atau jasa, serta meningkatkan efisiensi operasional. Dengan kepemimpinan strategis dari Tjokro Group, GPSO berpeluang untuk mengoptimalkan aset dan sumber dayanya, mencapai pertumbuhan yang lebih agresif, dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham di masa mendatang.
Informasi resmi mengenai Rencana Pengambilalihan ini telah diumumkan secara luas melalui situs web Bursa Efek Indonesia, menunjukkan transparansi dan keseriusan Tjokro Group untuk segera menuntaskan transaksi ini. Komitmen ini selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan memberikan kepastian kepada investor serta pelaku pasar mengenai status akuisisi.
Baca juga: IHSG Didominasi Konglomerat, OJK: Itu Dinamika Pasar
Akuisisi ini bukan hanya sekadar perpindahan kepemilikan, tetapi merupakan manifestasi dari strategi investasi jangka panjang yang diharapkan dapat memicu pertumbuhan dan inovasi di industri perdagangan mesin besar. Langkah ini menegaskan bahwa pasar modal terus menjadi arena dinamis bagi konsolidasi bisnis dan pengembangan strategis, mendorong efisiensi dan menciptakan peluang baru bagi entitas yang berorientasi pada pertumbuhan dan keunggulan kompetitif.
Sumber Eksternal: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Tag Headline,Featured,{{category}},Tag With coma: Saham Pengendali,Akuisisi,PT Geoprima Solusi Tbk,GPSO,PT PIMSF,Tjokro Group,Pasar Modal,Investasi,Pengembangan Bisnis,Mandatory Tender Offer,OJK,BEI,Karnadi Margaka,Berita Korporasi,Ekspansi Bisnis


