HIMBAUAN – Liga Super 2025-2026 menjadi panggung ujian bagi tujuh pemain pinjaman Persib Bandung. Alih-alih bersinar, sebagian besar dari mereka justru kesulitan mendapatkan menit bermain yang memuaskan di klub barunya. Mereka tersebar di tujuh tim berbeda, membawa harapan untuk berkembang, namun realita di lapangan berkata lain.
Siapakah saja ketujuh pemain tersebut dan bagaimana nasib mereka di klub pinjaman masing-masing? Mari kita telusuri satu per satu.
Nama-nama seperti Zalnando yang merapat ke Persita Tangerang, Henhen Herdiana yang mencoba peruntungannya di Persik Kediri, Dedi Kusnandar yang memperkuat Bhayangkara FC, Dimas Drajad yang berjuang bersama Malut United, Ikhwan Tanamal yang bergabung dengan Persis Solo, Ferdiansyah yang membela Semen Padang, serta Adzikry Fadlillah yang merumput bersama Persijap Jepara, menjadi representasi dari kebijakan peminjaman pemain yang dilakukan Persib.
Namun, fakta berbicara bahwa sebagian besar dari mereka belum mampu menunjukkan performa terbaiknya dan mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih di tim barunya. Minut bermain menjadi barang langka, dan persaingan ketat menjadi tantangan yang harus mereka hadapi.
Berikut adalah catatan performa lengkap dari ketujuh pemain pinjaman Persib Bandung di Liga Super 2025-2026:
1. Ferdiansyah
Bergabung dengan Semen Padang dengan harapan mendapatkan jam terbang lebih banyak, Ferdiansyah justru harus berjuang keras untuk menembus tim utama. Pemain berusia 22 tahun ini baru tampil dalam empat pertandingan, dengan total 110 menit bermain.
Satu assist berhasil ia sumbangkan untuk tim berjuluk Kabau Sirah, namun kontribusi tersebut belum cukup untuk mengangkat performa tim yang saat ini terpuruk di dasar klasemen sementara.
Terakhir kali Ferdiansyah dimainkan adalah saat Semen Padang takluk 0-2 di kandang Persita Tangerang pada 4 Oktober 2025. Saat itu, ia bermain selama 30 menit.
Setelah pertandingan tersebut, Ferdiansyah selalu menjadi penghangat bangku cadangan dalam tiga laga terakhir, saat tim ditangani oleh pelatih Dejan Antonic. Situasi ini tentu menjadi tantangan berat bagi Ferdiansyah untuk membuktikan kualitasnya dan merebut kembali tempat di tim utama.
2. Dedi Kusnandar
Nasib serupa dialami oleh Dedi Kusnandar di Bhayangkara FC. Gelandang bertahan senior berusia 34 tahun ini juga kesulitan mendapatkan menit bermain yang reguler.
Ia baru dimainkan dalam tiga pertandingan, dengan total 90 menit bermain. Pengalaman dan kematangan yang diharapkan bisa menjadi nilai tambah bagi Bhayangkara FC, belum sepenuhnya terealisasi. Persaingan di lini tengah yang ketat menjadi salah satu faktor yang membuat Dedi Kusnandar harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan tempat di tim utama.
3. Zalnando
Awalnya, Zalnando sempat mendapatkan kepercayaan dari pelatih Carlos Pena di Persita Tangerang. Ia selalu dimainkan sebagai starter saat melawan PSM Makassar dan Persijap Jepara.
Namun, kepercayaan tersebut perlahan memudar seiring dengan kembalinya Mario Jardel, pemain yang berposisi asli sebagai bek kiri. Jardel, yang juga merupakan mantan pemain Persib, berhasil merebut kembali tempatnya di tim utama dan menggeser posisi Zalnando.
Bahkan, Zalnando hanya dimainkan selama satu menit saat Persita Tangerang berhadapan dengan Semen Padang. Dalam dua laga terakhir, pemain berusia 27 tahun ini hanya duduk manis di bangku cadangan.
Total menit bermain Zalnando dari empat pertandingan yang telah dijalani adalah 189 menit. Jika dibandingkan dengan Mario Jardel, yang telah bermain sembilan kali dengan total 726 menit bermain, perbedaan tersebut sangat signifikan.
Persaingan ketat di lini belakang Persita Tangerang menjadi tantangan berat bagi Zalnando untuk membuktikan kualitasnya dan merebut kembali tempat di tim utama.
4. Henhen Herdiana
Perjalanan Henhen Herdiana di Persik Kediri juga tidak berjalan mulus. Sempat tidak masuk dalam daftar susunan pemain saat Persik Kediri melawan Borneo FC dan PSM Makassar, Henhen akhirnya mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter saat melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-11.
Namun sayang, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik. Henhen hanya bermain selama 59 menit dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 1-2 untuk Persik Kediri. Ia harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah mendapatkan kartu kuning kedua.
Total menit bermain Henhen adalah 374 menit dari lima laga yang telah dijalani. Ia sempat dimainkan penuh saat melawan Malut United, Bhayangkara FC, dan Persijap Jepara.
Namun, inkonsistensi performa dan hukuman kartu merah yang didapatkan, membuat Henhen harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan kepercayaan dari pelatih dan mengamankan tempat di tim utama Persik Kediri.
5. Ikhwan Tanamal
Pemain yang tidak pernah diumumkan secara resmi sebagai rekrutan baru dari Persita Tangerang ini, ternyata sudah bermain sebanyak enam kali untuk Persis Solo.
Total menit bermainnya adalah 359 menit. Setelah selalu dimainkan pada awal musim, Ikhwan Tanamal justru menghilang dari daftar susunan pemain dalam empat laga terakhir.
Alasan di balik menghilangnya Ikhwan Tanamal dari tim utama Persis Solo belum diketahui secara pasti. Namun, persaingan ketat di lini tengah dan perubahan taktik yang dilakukan oleh pelatih, bisa menjadi faktor yang memengaruhi menit bermainnya.
6. Dimas Drajad
Dimas Drajad menjadi satu-satunya pemain pinjaman Persib Bandung yang saat ini berada di tim dengan posisi yang lebih baik dari Persib. Malut United, tim yang dibela Dimas Drajad, saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 20 poin, unggul satu poin dari Persib yang berada di posisi keempat.
Sayangnya, kontribusi Dimas Drajad untuk Malut United masih terbilang minim. Ia baru bermain dalam tiga pertandingan dengan total 54 menit bermain.
Terakhir kali Dimas Drajad dimainkan adalah saat Malut United menang 1-0 atas Semen Padang pada pekan ke-10. Sedangkan saat bertandang ke markas Persijap Jepara, Dimas Drajad hanya duduk di bangku cadangan.
Meskipun berada di tim yang memiliki performa yang baik, Dimas Drajad harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi Malut United.
7. Adzikry Fadlillah
Adzikry Fadlillah telah bermain dalam tujuh pertandingan bersama Persijap Jepara. Pemain berusia 22 tahun ini tampil dalam 251 menit laga.
Setelah tidak masuk dalam daftar susunan pemain di dua laga sebelumnya, Adzikry Fadlillah dimainkan selama 45 menit saat Persijap Jepara kalah dari Malut United.
Peran Adzikry Fadlillah di Persijap Jepara masih belum terlalu menonjol. Ia harus terus bekerja keras untuk meningkatkan performanya dan membuktikan kualitasnya sebagai pemain muda potensial.
Secara keseluruhan, performa ketujuh pemain pinjaman Persib Bandung di Liga Super 2025-2026 masih belum sesuai dengan harapan. Sebagian besar dari mereka kesulitan mendapatkan menit bermain yang reguler dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi tim barunya. Persaingan ketat, perubahan taktik, dan inkonsistensi performa menjadi faktor-faktor yang memengaruhi nasib mereka di klub pinjaman masing-masing. Artikel ini bersumber dari [nama sumber] link text


