HIMBAUAN Dalam sebuah momen yang mengguncang era bajak laut, pertempuran di God Valley kembali mencuat melalui catatan terbaru yang menggambarkan detik-detik runtuhnya kelompok paling ditakuti di masanya: Bajak Laut Rocks. Insiden ini memperlihatkan bagaimana kehancuran sebuah era dimulai ketika Shiki menyatakan bahwa perjalanan kelompok Rocks telah mencapai ujungnya.
Para anggota yang tersisa, termasuk Ganzui yang ternyata masih hidup, akhirnya menempuh jalan masing-masing setelah menyadari bahwa kapal besar yang selama ini menaungi mereka tak lagi memiliki masa depan. Keputusan itu menandai pecahnya kelompok paling berbahaya yang pernah berlayar di Grand Line.
Sementara itu, Roger dan Garp, dua sosok yang kelak tercatat sebagai legenda pada jalur berbeda, memberi arahan pada kru dan para prajurit untuk bersiap. Keduanya menegaskan bahwa mereka akan kembali, sebuah isyarat bahwa pertempuran yang akan mereka hadapi bukan sekadar bentrokan biasa. Ketegangan memuncak ketika keduanya akhirnya bersatu menghadapi Xebec, musuh bersama yang menjadi ancaman terbesar bagi dunia pada saat itu.
Pertempuran berlangsung dalam skala luar biasa. Hantaman demi hantaman terjadi selama berhalaman-halaman, menandai duel yang kelak disebut sebagai salah satu konfrontasi paling monumental dalam sejarah. Di tengah kekacauan itu, Kaido dan Linlin tampak berdiskusi sebelum berpisah. Linlin menyatakan bahwa Kaido memiliki hutang seumur hidup padanya, sebuah pernyataan yang menyisakan tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di antara keduanya.
Di tempat lain, Whitebeard bertemu seorang pria bernama Polo Gram, sosok yang diyakini memiliki hubungan dengan Marco. Polo Gram, yang mengagumi kekuatan Whitebeard, secara langsung meminta untuk bergabung dengannya. Pertemuan tersebut menjadi titik awal hubungan baru yang kelak mengubah arah hidup banyak orang dalam era bajak laut.
Di sisi lain dunia, kekuatan yang jauh lebih gelap sedang bergerak. Imu, sosok misterius yang mengendalikan otoritas tertinggi, mengeluarkan perintah ekstrem: semuanya di God Valley harus dihancurkan dan dihapuskan. Perintah itu bukan hanya tanda penghapusan lokasi, tetapi juga upaya menghapus jejak sejarah yang dianggap terlalu berbahaya untuk dibiarkan.
Pada puncak pertarungan utama, Xebec mengeluarkan Haki Penakluk dengan intensitas yang belum pernah terlihat sebelumnya. Kekuatan tersebut begitu kuat hingga Garp dan Roger sepakat bahwa satu-satunya cara mengakhirinya adalah dengan menggabungkan seluruh kekuatan mereka. Keputusan itu menjadi titik balik.
Garp mengerahkan serangan yang mengingatkan pada gaya “Elephant Gatling”, sementara Roger menyalurkan seluruh Haki ke pedangnya. Keduanya meluncurkan serangan bersamaan, menyatu menjadi gelombang penghancur yang langsung mengarah pada Xebec. Saat hantaman itu mengenai sasaran, energi gelap dan jahat perlahan merembes keluar dari tubuh Xebec, menandai momen ketika raja kegelapan tersebut akhirnya tumbang.
Peristiwa ini bukan hanya mengakhiri dominasi Bajak Laut Rocks, tetapi juga memulai era baru yang kemudian dikenal dunia: era kebangkitan para legenda. Dari God Valley, sejarah berputar, nama-nama besar lahir, dan luka masa lalu dikubur dalam catatan yang nyaris lenyap. Namun dalam catatan terbaru ini, gema pertempuran tersebut terdengar kembali, memperlihatkan bagaimana dunia hampir runtuh di tangan satu pria—dan bagaimana dua legenda memilih berdiri bersama untuk menghentikannya.


