HIMBAUAN – Jakarta. Akhir tahun 2025 diwarnai optimisme pasar modal. Peluang terjadinya *Santa Claus Rally*, atau reli akhir tahun, dinilai masih terbuka lebar. Sentimen-sentimen positif diyakini akan menjadi katalis pendorong bagi bergeraknya indeks harga saham gabungan (IHSG).
Ekky Topan, *Investment Analyst* Infovesta Utama, melihat adanya sejumlah faktor yang memberikan ruang penguatan. Mulai dari stimulus akhir tahun yang biasa terjadi, perbaikan sentimen di pasar domestik, hingga meredanya tekanan global dalam beberapa pekan terakhir. Tren penurunan suku bunga juga turut menyumbang optimisme.
“Secara historis, reli akhir tahun di pasar Indonesia biasanya dipicu oleh *window dressing*, penempatan dana oleh institusi, meningkatnya minat terhadap risiko, serta faktor musiman seperti bonus akhir tahun,” jelas Ekky kepada Kontan, Senin (17/11/2025). Sumber Kontan
Pola yang sama, menurut Ekky, cukup mendukung terjadinya *Santa Claus Rally* tahun ini. Apalagi, banyak saham-saham berkapitalisasi besar yang telah kembali ke level valuasi yang menarik setelah mengalami koreksi yang cukup panjang.
Lebih lanjut, Ekky mencatat adanya perbaikan dalam aliran dana asing. Dalam tiga pekan terakhir, investor asing mencatatkan *net buy* yang signifikan, terutama pada saham-saham perbankan besar dan sektor energi.
“Selama arus dana asing ini bertahan, peluang penguatan IHSG menuju akhir tahun semakin besar,” tegasnya.
Dari analisis teknikal, IHSG menunjukkan indikasi pembentukan pola pembalikan arah dengan terbentuknya *higher low*. Area 8.300 hingga 8.350 menjadi level *support* yang kuat, sementara *resistance* terdekat berada di level 8.500, dengan potensi penguatan lanjutan menuju 8.600 jika momentum positif terus terjaga. Selama IHSG mampu bertahan di atas level 8.300, tren jangka pendek dinilai masih positif.
Jika *Santa Claus Rally* benar-benar terjadi, sektor-sektor seperti perbankan, konsumer, rokok, telekomunikasi, dan energi diperkirakan akan menjadi yang paling diuntungkan. Hal ini didorong oleh likuiditas yang besar dan valuasi yang kembali menarik. Sebaliknya, sektor properti dan industri yang sensitif terhadap suku bunga perlu diwaspadai. Secara historis, penguatan IHSG pada bulan Desember berkisar antara 3% hingga 6%, namun potensi penguatan bisa lebih tinggi jika *inflow* dana asing terus berlanjut.
Untuk strategi investasi, Ekky menyarankan agar investor fokus pada saham-saham dengan fundamental yang kuat dan mulai diakumulasi oleh investor asing, khususnya saham-saham perbankan besar, sektor konsumer, dan energi. Akumulasi secara bertahap dinilai sebagai strategi yang lebih aman, mengingat volatilitas pasar global yang masih cukup tinggi. Selain itu, pemanfaatan momentum teknikal pada saham-saham yang mulai menunjukkan tanda-tanda *reversal* juga dapat memberikan hasil yang optimal menjelang penutupan tahun.


