Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Saham BNGA Lo Kheng Hong Kuartal IV 2025: Update Terbaru

Saham BNGA Lo Kheng Hong Kuartal IV 2025: Update Terbaru

HIMBAUANJAKARTA — Investor ulung, Lo Kheng Hong, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemegang saham terbesar di PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), sebuah keberadaan yang tetap kokoh hingga memasuki kuartal IV tahun 2025. Kehadiran “Warren Buffett Indonesia” ini selalu menjadi sorotan di pasar modal, menandakan kepercayaan yang tinggi terhadap prospek bank.

Berdasarkan data resmi perseroan yang dikutip pada Sabtu (8/11/2025), nama Lo Kheng Hong secara konsisten masuk ke dalam daftar 10 besar pemegang saham BNGA per akhir Oktober 2025. Keterlibatan investor kawakan ini kerap diinterpretasikan sebagai sinyal positif bagi fundamental dan kinerja saham emiten tersebut.

Sosok yang akrab disapa Pak Lo ini menduduki peringkat keenam dalam jajaran pemegang saham terbesar BNGA, dengan kepemilikan mencapai 45,90 juta lembar saham. Angka tersebut merepresentasikan 0,18% dari total saham perseroan, menunjukkan porsi yang signifikan untuk seorang investor individu dan menegaskan komitmennya terhadap investasi di sektor perbankan.

Lo Kheng Hong Borong Jutaan Lembar Saham Bank Danamon (BDMN)

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Melanjutkan sorotan terhadap CIMB Niaga, bank dengan kode saham BNGA ini juga menunjukkan kinerja keuangan yang patut dicermati. Untuk periode kuartal III tahun 2025, Bank CIMB Niaga berhasil membukukan performa keuangan yang solid. Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat mencapai Rp5,33 triliun per September 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan moderat namun stabil sebesar 2,92% dibandingkan dengan Rp5,18 triliun yang tercatat pada periode serupa di tahun sebelumnya, mengindikasikan kemampuan bank menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar.

Merujuk laporan keuangan per September 2025 yang dipublikasikan oleh Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (30/10/2025), pendapatan bunga CIMB Niaga tercatat sebesar Rp18,59 triliun. Pendapatan bunga ini tumbuh 3,18% jika dibandingkan dengan Rp18,02 triliun pada kuartal III tahun 2024, sebuah indikator positif dari ekspansi portofolio kredit dan efektivitas manajemen suku bunga bank.

Lo Kheng Hong Lanjut Borong Saham GJTL November 2025

Meski pendapatan bunga menunjukkan pertumbuhan, bank ini juga menghadapi peningkatan beban bunga. Beban bunga naik sebesar 6,27%, dari Rp8,01 triliun menjadi Rp8,51 triliun pada periode yang sama. Namun demikian, peningkatan ini berhasil diimbangi sehingga pendapatan bunga bersih masih mencatat kenaikan tipis sebesar 0,7%, mencapai Rp10,07 triliun dari sebelumnya Rp10 triliun, menunjukkan kemampuan bank menjaga margin keuntungan intinya.

Aspek lain yang menunjukkan perbaikan adalah beban kerugian penurunan nilai aset keuangan atau biaya pencadangan (impairment). Beban ini menurun signifikan sebesar 5,09%, dari Rp1,32 triliun menjadi Rp1,25 triliun per akhir kuartal III tahun 2025. Penurunan ini mengindikasikan kualitas aset yang lebih baik dan potensi risiko kredit yang terkendali. Meskipun demikian, beban lainnya tercatat meningkat 9,08%, dari Rp2,58 triliun pada tahun lalu menjadi Rp2,81 triliun, yang perlu dicermati lebih lanjut oleh manajemen.

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

CIMB Niaga (BNGA) Proyeksi Tren Penurunan NIM Berangsur Membaik

Dari sisi penyaluran kredit, CIMB Niaga berhasil membukukan pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. Kredit yang diberikan naik sebesar 3,69%, mencapai Rp226,65 triliun dibandingkan Rp218,58 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme bank terhadap prospek ekonomi dan ekspansi bisnis yang solid.

Sejalan dengan perbaikan kualitas aset, cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan turun secara signifikan sebesar 20,07%, dari Rp11,19 triliun menjadi Rp8,94 triliun. Penurunan ini merupakan indikator kuat bahwa bank berhasil mengelola risiko kreditnya dengan lebih efektif dan portofolio asetnya semakin terjaga.

Melihat struktur pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan yang impresif. DPK naik sebesar 8,92%, mencapai Rp278,01 triliun dibandingkan Rp255,23 triliun pada kuartal III tahun 2024. Pertumbuhan DPK yang solid ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap CIMB Niaga sebagai lembaga keuangan yang stabil dan terpercaya. Lebih lanjut, komposisi dana murah (CASA) juga tumbuh kuat sebesar 10,57%, dari Rp170,73 triliun menjadi Rp188,78 triliun pada periode yang sama, mengoptimalkan biaya pendanaan bank.

Secara keseluruhan, total aset CIMB Niaga tercatat sebesar Rp369,45 triliun, tumbuh 4,27% dibandingkan Rp354,30 triliun pada September 2024. Peningkatan aset ini mencerminkan ekspansi bisnis yang komprehensif dan posisi keuangan yang semakin kuat di tengah persaingan industri perbankan nasional.

Wall Street Reli: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga?

Bank CIMB Niaga Tbk. – TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Facebook Comments Box

POPULER





Desember 2025
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031 
×
×