HIMBAUAN – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg, pada hari Rabu, 19 November 2025, pukul 11.47 WIB, mata uang Garuda tercatat menguat tipis 0,06%. Pergerakan positif ini membawa rupiah bertengger di level Rp 16.741 per dolar AS.
Kenaikan ini terjadi setelah pada sesi perdagangan sebelumnya, Selasa, 18 November 2025, rupiah sempat mengalami tekanan di pasar spot. Kala itu, rupiah melemah 0,09% secara harian, ditutup pada posisi Rp 16.751 per dolar AS. Penguatan hari ini menjadi indikasi resiliensi rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengemukakan bahwa pergerakan rupiah pada hari ini sangat dipengaruhi oleh rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang sedang berlangsung. Josua memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada RDG bulan November 2025. Prediksi ini sejalan dengan antisipasi BI dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak terbatas, terutama pada sesi awal, menjelang pengumuman hasil RDG Bank Indonesia di siang hari,” jelas Josua kepada Kontan pada Rabu, 19 November 2025. Pandangan ini menyoroti kehati-hatian investor yang menunggu keputusan bank sentral sebagai penentu arah kebijakan moneter.
Lebih lanjut, Josua memproyeksikan bahwa rentang pergerakan rupiah pada hari ini akan berada dalam kisaran yang relatif sempit, yakni antara Rp 16.675 hingga Rp 16.775 per dolar AS. Proyeksi ini mengindikasikan bahwa meskipun ada penguatan, volatilitas rupiah cenderung terkontrol, mencerminkan antisipasi pasar terhadap kebijakan yang akan dikeluarkan Bank Indonesia.


