Olahraga
Beranda / Olahraga / Rivan Nurmulki: Ancaman Indonesia di SEA Games 2025?

Rivan Nurmulki: Ancaman Indonesia di SEA Games 2025?

HIMBAUANSorotan tajam kini tertuju pada salah satu pilar utama tim nasional voli Indonesia, Rivan Nurmulki. Keputusannya untuk pensiun dari kancah internasional setelah berlaga di SEA Games 2025 di Thailand telah mengundang perhatian luas, bahkan hingga ke media Vietnam, TheThao247, yang turut menyoroti gejolak yang ditimbulkannya.

Sebagai salah satu pemain andalan di lini serang Timnas Voli Indonesia, Rivan Nurmulki memang tak pernah luput dari perhatian. Nama besar dan kontribusinya yang konsisten telah menjadikannya ikon dalam dunia voli Tanah Air. Tak heran jika rencana masa depannya, yang baru-baru ini ia utarakan, segera menjadi perbincangan hangat. Pemain yang berposisi sebagai opposite ini menyatakan niatnya untuk gantung sepatu dari Tim Merah Putih pasca-perhelatan SEA Games 2025 yang akan diselenggarakan di Thailand. Sebuah keputusan yang mengejutkan, mengingat perannya yang tak tergantikan dalam tiga edisi terakhir SEA Games, di mana Indonesia berhasil mengukuhkan diri sebagai raja di pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara secara beruntun.

Siapa sangka, ungkapan Rivan yang ingin pensiun ini, yang ia sampaikan melalui platform media sosial pribadinya, dengan cepat menyebar dan menarik atensi, termasuk dari media terkemuka Vietnam, TheThao247. Media ini, yang dikenal dengan liputan olahraga mendalamnya, mengakui Rivan sebagai salah satu pemain paling konsisten dan berkualitas yang dimiliki Indonesia di kancah Asia Tenggara. Sepak terjangnya yang mentereng selama ini diakui telah menempatkannya pada level yang berbeda.

Kiprah pevoli berusia 35 tahun ini memang tidak hanya terbatas di kancah domestik. Ia telah menorehkan jejak internasional yang impresif, bahkan sempat merasakan atmosfer persaingan di kasta tertinggi Liga Voli Jepang. Dua tim raksasa di Negeri Sakura, VC Nagano Tridents (periode 2020-2022) dan terkini Wolfdogs Nagoya, pernah merasakan kontribusi dan daya gedor Rivan dalam menundukkan lawan-lawan mereka. Pengalaman berharga ini tentu membentuknya menjadi pemain dengan mentalitas juara dan teknik yang matang.

Tak hanya Jepang, jejak karier Rivan Nurmulki juga sempat terukir di negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Ia pernah membela tim The Cong Tan Chang di Vietnam dan Nakhon Ratchasima di Thailand. Pengalaman berlaga di berbagai liga yang kompetitif ini semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu opposite terbaik di Asia Tenggara.

Spoiler One Piece 1167 Konflik Elbaph Memanas, Loki Mengamuk Usai Ida Diracun

Dalam lanskap olahraga profesional, pensiun seringkali menjadi keputusan monumental dan penuh emosi bagi seorang atlet. Bagi Rivan, keputusan ini dinilai oleh TheThao247 sebagai langkah yang krusial dan mengejutkan, apalagi menjelang gelaran SEA Games 2025. Media Vietnam tersebut secara spesifik mengutip pernyataan Rivan, “Bintang voli Indonesia, Rivan Nurmulki, mengejutkan penggemar ketika ia mengumumkan akan meninggalkan tim nasional setelah SEA Games 2025.”

TheThao247 juga menambahkan detail penting mengenai bagaimana informasi ini disampaikan, “Informasi ini disampaikan oleh pemain kelahiran 1995 tersebut dalam siaran langsung di TikTok pribadinya dan memicu perbincangan hangat di komunitas voli nusantara.” Pernyataan ini menunjukkan betapa besar pengaruh Rivan di kalangan penggemar voli, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di regional.

Melalui kesempatan yang sama, TheThao247 turut menyoroti keinginan kuat Rivan untuk membawa Indonesia sekali lagi menjadi raja di pentas voli ASEAN dengan menargetkan medali emas. Lebih dari sekadar perpisahan yang manis, langkah ini juga disebut-sebut sebagai upaya untuk membuka panggung bagi para pemain muda Indonesia. Sebuah wujud konkret dari proses regenerasi yang memang sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan prestasi tim nasional di masa depan.

Namun, di sisi lain, keputusan Rivan ini juga berpotensi membawa dampak signifikan bagi Timnas Voli Indonesia. Ada kekhawatiran bahwa absennya sosok sekaliber Rivan bisa membuat tim kesulitan, setidaknya hingga para pemain muda yang dipersiapkan bisa lebih matang dan mapan secara performa. Transisi ini tentu membutuhkan waktu dan adaptasi yang tidak sebentar.

TheThao247 kembali mengutip pernyataan Rivan terkait ambisinya dan tujuan regenerasi, “Rivan menegaskan, dirinya ingin mengakhiri perjalanan tim dengan target meraih medali emas untuk keempat kalinya berturut-turut, dan menganggapnya sebagai perpisahan terindah untuk timnas.” Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk memberikan yang terbaik di penampilan terakhirnya.

Hitung Weton Jodoh: Rahasia Pernikahan Langgeng?

Media Vietnam itu juga menganalisis makna di balik keputusan tersebut, “Keputusan meninggalkan tim di SEA Games ke-33 merupakan keputusan simbolis bagi seorang atlet yang telah lama berkiprah di dunia bola voli Indonesia.” Ini bukan sekadar pengumuman biasa, melainkan sebuah penanda berakhirnya sebuah era yang gemilang.

Rivan sendiri mengakui bahwa proses ini tidaklah mudah. “Rivan mengakui bahwa meninggalkan tim bukanlah hal yang mudah, tetapi ia ingin menciptakan kondisi bagi generasi muda untuk mengikuti jejaknya dan fokus pada karier klubnya,” demikian ulasan TheThao247. Ini mengindikasikan bahwa keputusannya telah melalui pertimbangan matang, demi masa depan voli Indonesia.

Selain catatan kiprahnya yang mentereng, artikel TheThao247 juga dengan cermat mengungkit kembali rekam jejak Rivan yang pernah mendapatkan sanksi dari PBVSI. Insiden ini, meskipun telah berlalu, tetap menjadi bagian dari narasi perjalanan kariernya yang penuh warna.

“Meskipun menjadi wajah bagi bola voli Indonesia, perjalanan karier Rivan tidak selalu mulus,” tulis TheThao247, mengakui bahwa setiap atlet papan atas memiliki pasang surutnya. “Dia dilarang berkompetisi pada tahun 2024 oleh Federasi Bola Voli Indonesia karena melanggar beberapa peraturan internal, sebuah insiden yang mengganggu kariernya dan menuai beragam pendapat.” Insiden ini memang sempat menjadi perbincangan hangat dan menguji ketahanan mental sang atlet.

Namun, TheThao247 menutup sorotannya dengan apresiasi terhadap ketangguhan Rivan. “Namun, Rivan tetap kembali dengan tekad dan performa yang stabil, membuktikan ketahanan seorang atlet papan atas.” Ini menunjukkan bahwa terlepas dari segala rintangan, Rivan selalu berhasil bangkit dan membuktikan kualitasnya di lapangan.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Keputusan Rivan Nurmulki untuk pensiun usai SEA Games 2025 akan menjadi babak baru bagi Timnas Voli Indonesia. Meski akan kehilangan salah satu bintang terbesarnya, ini juga membuka kesempatan bagi talenta-talenta muda untuk bersinar dan melanjutkan dominasi Indonesia di kancah voli Asia Tenggara.

Sumber: TheThao247

Facebook Comments Box

POPULER





November 2025
SSRKJSM
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
×
×