Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Rekomendasi Saham Jumat: IHSG Merah? Ini Analisanya!

Rekomendasi Saham Jumat: IHSG Merah? Ini Analisanya!

HIMBAUAN – JAKARTA. Dinamika pasar modal Indonesia kembali menyoroti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada penutupan perdagangan Kamis, 13 November 2025, harus mengakhiri sesi di zona merah. Data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diakses melalui RTI mencatat, IHSG terkoreksi tipis sebesar 0,20% atau setara dengan penurunan 16,56 poin, membawa indeks bertengger pada level 8.371,99. Kondisi ini secara otomatis memicu perhatian serius dari para investor dan pelaku pasar, mendorong sejumlah analis profesional untuk segera merilis rekomendasi teknikal bagi saham-saham pilihan guna mengantisipasi arah perdagangan pada Jumat, 14 November 2025. Berikut adalah analisis mendalam mengenai proyeksi saham-saham tersebut:

Untuk saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), analisis teknikal menunjukkan bahwa pergerakan harganya masih terpaku dalam fase konsolidasi bearish. Indikator teknikal kunci, seperti Stochastics Oscillator dan Relative Strength Index (RSI), secara konsisten memancarkan sinyal negatif yang mengindikasikan tekanan jual yang berlanjut. Fenomena ini diperkuat dengan adanya penurunan volume perdagangan yang signifikan, mencerminkan minat beli yang cenderung lesu di kalangan investor. Pada penutupan perdagangan Kamis, 13 November 2025, saham DSNG tercatat melemah 2,40%, menetap pada harga Rp 1.630 per saham. Menilik kondisi tersebut, Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, memberikan rekomendasi sebagai berikut:

  • Rekomendasi: Hold
  • Level Support: Rp 1.540
  • Level Resistance: Rp 1.695

Selanjutnya, untuk saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), para investor patut mencermati pola pergerakan harga yang mengindikasikan potensi perubahan tren di pasar. Secara teknikal, saham WIFI menunjukkan formasi three black crows pattern, sebuah sinyal bearish yang diikuti oleh pelemahan pada indikator Relative Strength Index (RSI), serta penurunan pada Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan Stochastic Oscillator. Penurunan volume perdagangan juga turut melengkapi gambaran tekanan jual yang sedang terjadi di pasar. Kendati demikian, Achmad Yaki, Analis BCA Sekuritas, menyarankan strategi “Buy on Weakness”, terutama jika saham mampu bertahan di level Rp 3.330 per saham setelah mengalami koreksi. Pada penutupan perdagangan Kamis, 13 November 2025, saham WIFI tercatat melemah 0,88% ke level Rp 3.370 per saham.

  • Rekomendasi: Buy on Weakness
  • Level Support: Rp 3.250
  • Level Resistance: Rp 3.600

Beralih ke sektor alat berat, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) diperkirakan akan menghadapi pergerakan terbatas ke atas atau limited upside, bahkan berpotensi untuk mengalami koreksi dalam waktu dekat. Analisis teknikal menunjukkan bahwa saham ini berpeluang menguji level support Moving Average 20 (MA20) sekaligus batas bawah dari bullish channel-nya. Indikator Relative Strength Index (RSI) tercatat pada angka 63, sementara MACD Histo menunjukkan nilai positif +64. Namun, meskipun beberapa indikator menunjukkan sinyal yang bervariasi, potensi koreksi tetap menjadi perhatian utama bagi saham ini. Pada penutupan perdagangan Kamis, 13 November 2025, saham UNTR ditutup melemah tipis 0,18% ke posisi Rp 28.250 per saham. Muhammad Wafi, Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), mengemukakan pandangannya terhadap saham UNTR:

  • Rekomendasi: Sell
  • Level Support: Rp 26.800
  • Level Resistance: Rp 28.500

Sumber: Kontan.co.id

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Facebook Comments Box

POPULER





Desember 2025
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031 
×
×