Himbauan
Beranda / Himbauan / Rebutan Eks Pemain: Persib & Persija Saling Sikut?

Rebutan Eks Pemain: Persib & Persija Saling Sikut?

HIMBAUANEks Pemain Buangan Bersinar: Peluang Persib Bandung dan Persija Jakarta Memulangkan Aset Berharga yang Kini Jadi Primadona di Bursa Transfer.

Dilansir dari TribunWow.com, dunia sepak bola Indonesia kerap menyajikan narasi tentang para talenta yang, setelah dilepas oleh klub besar, justru menemukan panggung untuk bersinar terang. Fenomena ini, yang sering kali menyisakan penyesalan mendalam, kini tengah menghantui dua raksasa sepak bola Tanah Air, Persib Bandung dan Persija Jakarta. Kedua tim yang memiliki rivalitas abadi ini, pada musim yang berbeda, mengambil langkah serupa yang kini terasa menyesakkan: melepas pemain-pemain yang kemudian tampil mengesankan di klub lain. Ironisnya, para “aset buangan” ini kini menjadi sorotan, bak primadona yang memikat perhatian banyak pihak, termasuk potensi untuk kembali ke pelukan klub yang pernah mereka tinggalkan.

Situasi ini tentu memicu pertanyaan di kalangan penggemar setia, baik Bobotoh maupun Jakmania: siapakah para mantan pilar Persib Bandung dan Persija Jakarta yang kini tampil memukau setelah dilepas, dan seberapa besar peluang mereka untuk kembali memperkuat tim kebanggaan mereka? Artikel ini akan mengupas tuntas profil dan performa gemilang para pemain tersebut, menelaah potensi kepulangan mereka di tengah dinamika bursa transfer yang selalu penuh kejutan.

Berikut ulasan selengkapnya mengenai dua nama yang kini menjadi buah bibir di kancah sepak bola nasional:

Aqil Savik (Bhayangkara FC/Eks Persib Bandung)

Spoiler One Piece 1167 Konflik Elbaph Memanas, Loki Mengamuk Usai Ida Diracun

Kisah Aqil Savik menjadi salah satu narasi paling menarik yang melibatkan Persib Bandung di awal musim ini. Manajemen tim Maung Bandung diketahui mendatangkan kiper baru, Adam Przybek, yang digadang-gadang akan menjadi penerus takhta penjaga gawang utama. Namun, realitas di lapangan berkata lain. Adam Przybek, kiper muda berusia 25 tahun berlabel Timnas U-21 Wales, justru kesulitan bersaing dengan kiper utama yang sudah terlebih dahulu mapan, Teja Paku Alam.

Debut Adam Przybek bersama Persib Bandung berakhir pahit. Dalam satu-satunya pertandingan yang ia mainkan, gawangnya kebobolan dua kali, dan timnya harus menelan kekalahan menyakitkan dari Persita Tangerang. Penampilan yang kurang meyakinkan ini berbanding terbalik dengan performa konsisten Teja Paku Alam. Teja tampil semakin tak terbendung di bawah mistar gawang Persib Bandung, mencatatkan empat kali cleansheet dari tujuh pertandingan. Dengan hanya empat kali kebobolan dari total 630 menit bermainnya, Teja Paku Alam berhasil menduduki posisi kedua sebagai kiper dengan raihan cleansheet terbanyak hingga pekan ke-10 Liga 1.

Melihat kondisi tersebut, muncul spekulasi kuat bahwa Adam Przybek berpotensi besar akan dilepas oleh Persib Bandung pada jendela transfer berikutnya. Dalam konteks ini, nama Aqil Savik mencuat sebagai opsi yang sangat layak dipertimbangkan untuk menggantikan slot kiper asing tersebut. Ironisnya, Aqil Savik adalah kiper lokal yang notabene merupakan eks pemain jebolan akademi Persib Bandung tiga tahun silam.

Keputusan Persib Bandung melepas Aqil Savik ke Bhayangkara FC pada tahun 2022 lalu kini tampak seperti sebuah kebijakan yang perlu ditinjau ulang. Di Bhayangkara FC, Aqil Savik telah menunjukkan kematangan yang luar biasa. Dalam enam laganya bersama tim berjuluk The Guardians tersebut, ia mencatatkan lima kali cleansheet dan hanya kebobolan satu gol. Statistik impresif ini tidak terlepas dari polesan tangan dingin eks pelatih kiper Persib Bandung, Luizinho Passos, yang kini melatihnya di Bhayangkara FC.

Rapor apik Aqil Savik bahkan menempatkannya di posisi teratas sebagai kiper dengan raihan cleansheet terbanyak hingga pekan ke-10 Liga 1. Ia berhasil mengungguli nama-nama besar seperti Nadeo Argawinata dan Ernando Ari, yang merupakan kiper Timnas Indonesia, bahkan melampaui capaian Teja Paku Alam, kiper utama Persib Bandung sendiri. Performa fenomenal ini secara tidak langsung menyiratkan sebuah pertanyaan besar: apakah Persib Bandung akan mempertimbangkan untuk memulangkan “aset” yang pernah mereka lepas?

Hitung Weton Jodoh: Rahasia Pernikahan Langgeng?

Namun, berbicara mengenai peluang Persib Bandung untuk kembali mengamankan jasa Aqil Savik, situasinya masih tergolong abu-abu. Sejak kepindahannya ke Bhayangkara FC, Aqil Savik secara konsisten mendapatkan menit bermain yang jauh lebih banyak dibandingkan saat ia masih berseragam Maung Bandung. Konsistensi bermain ini tentu menjadi faktor krusial bagi perkembangan karier seorang pemain. Jika Persib Bandung ingin memulangkannya, mereka harus mampu meyakinkan Aqil bahwa ia akan mendapatkan jaminan waktu bermain yang serupa, sebuah tantangan tersendiri mengingat Teja Paku Alam yang solid di bawah mistar gawang.

Berikut ini daftar kiper dengan raihan cleansheet terbanyak di Liga 1 hingga pekan ke-10:

  1. Aqil Savik (5 kali cleansheet/6 laga)
  2. Teja Paku Alam (4 kali cleansheet/7 laga)
  3. Nadeo Argawinata (4 kali cleansheet/8 laga)
  4. Ernando Ari (3 kali cleansheet/8 laga)
  5. Igor Rodrigues (3 kali cleansheet/9 laga)
  6. Miswar Saputra (3 kali cleansheet/9 laga)

Raka Cahyana (PSIM Yogyakarta/Eks Persija Jakarta)

Cerita serupa, meski dengan nuansa yang sedikit berbeda, terjadi pada Persija Jakarta. Pada bursa transfer awal musim 2025/2026, Macan Kemayoran membuat langkah berani yang mengejutkan banyak pihak: mereka secara permanen melepas salah satu aset mudanya di posisi bek sayap, Raka Cahyana, ke tim klasik lainnya, PSIM Yogyakarta. Keputusan ini, yang jauh dari skema peminjaman, menunjukkan bahwa Persija Jakarta kala itu meyakini bahwa pelepasan Raka adalah opsi terbaik bagi kedua belah pihak.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Namun, waktu membuktikan sebaliknya. Bersama PSIM Yogyakarta, Raka Cahyana tampil jauh melampaui ekspektasi. Ia segera menjelma menjadi pilar tak tergantikan di tim berjuluk Laskar Mataram tersebut, selalu tampil sebagai starter di setiap pertandingan. Dari delapan penampilannya bersama PSIM, Raka Cahyana hanya digantikan sebanyak tiga kali, sebuah indikasi jelas akan betapa vitalnya peran sang bek sayap bagi timnya.

Performa puncaknya terlihat jelas di bulan September. Pada periode tersebut, Raka Cahyana mampu menunjukkan kematangan dan konsistensi yang luar biasa. Berkat kontribusinya, PSIM Yogyakarta berhasil mengantongi empat poin dari tiga pertandingan krusial. Tercatat, PSIM Yogyakarta hanya gagal meraih poin penuh dalam satu laga di bulan September, yakni saat ditumbangkan tamunya Borneo FC dengan skor 1-3 di markas sendiri. Namun, setelah kekalahan itu, Raka Cahyana dan rekan-rekannya tampil tak terbendung.

Ia turut mengantarkan PSIM Yogyakarta meraih kemenangan impresif 3-1 atas tuan rumah Bali United, serta berhasil menahan imbang PSM Makassar dengan skor 0-0 di markas Juku Eja. Hasil-hasil positif ini berkat penampilan solid dari seluruh tim, yang salah satunya ditopang oleh kontribusi tak kenal lelah Raka Cahyana di sisi lapangan. Berkat serangkaian hasil tersebut, PSIM Yogyakarta mampu merangsek ke papan atas klasemen sementara Liga 1 dan sempat menduduki posisi tiga besar, sebelum akhirnya tergusur di pekan ke-9 setelah dikandaskan tuan rumah Persita Tangerang dengan skor telak 0-4.

Puncak pengakuan atas penampilan gemilangnya di bulan September adalah penobatannya sebagai pemain muda terbaik pada bulan tersebut. Penghargaan prestisius ini secara resmi diumumkan melalui akun Instagram Liga 1, @liga1match, pada Kamis (16/10/2025). Unggahan tersebut menyatakan, “Young Player Of The Month September (Pemain muda terbaik di bulan September),” sebuah bentuk apresiasi yang menegaskan kualitas Raka Cahyana sebagai talenta muda masa depan sepak bola Indonesia.

Melihat performa brilian Raka Cahyana, wajar jika muncul pertanyaan mengenai potensi Persija Jakarta untuk membawanya pulang. Namun, peluang Macan Kemayoran untuk memulangkan Raka Cahyana terbilang masih samar-samar. Hal ini dikarenakan status kontrak Raka Cahyana dengan PSIM Yogyakarta belum diketahui secara pasti berapa tahun ke depan. Apabila kontraknya hanya sampai akhir musim 2025/2026, maka kans Persija Jakarta untuk kembali merekrut Raka Cahyana akan terbuka lebar, mungkin melalui skema bebas transfer atau dengan biaya yang lebih terjangkau. Namun, jika PSIM telah memberinya kontrak jangka panjang, Persija Jakarta harus menyiapkan dana transfer yang tidak sedikit untuk memulangkan sang primadona yang pernah mereka lepas tersebut.

Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Mesin Ekonomi Baru?

Situasi Aqil Savik dan Raka Cahyana menjadi cerminan bahwa talenta-talenta lokal yang dianggap “buangan” oleh klub besar, seringkali hanya membutuhkan panggung dan kesempatan untuk membuktikan kualitas mereka. Kedua pemain ini telah berhasil mengubah persepsi, dan kini kembali menjadi incaran, membuktikan bahwa terkadang, keputusan melepas pemain memang bisa menjadi pedang bermata dua bagi sebuah klub.

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×