Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Ratu Belanda Kagum! Dialog Keuangan dengan Perajin Batik

Ratu Belanda Kagum! Dialog Keuangan dengan Perajin Batik

HIMBAUAN Kedatangan Ratu Belanda, Maxima Zorreguieta Cerruti, di Indonesia menandai babak penting dalam misinya sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif bagi Pembangunan (UNSGSA). Setelah singgah di Kabupaten Sragen, agenda kunjungan kerja Ratu Maxima berlanjut ke Kota Solo pada Selasa, 25 November 2025. Di kota budaya yang kaya akan warisan ini, Ratu Maxima mengeksplorasi dua lokasi ikonik: Pura Mangkunegaran dan sentra batik legendaris, Kampung Batik Laweyan.

Perjalanan Ratu Maxima di Solo diawali dengan santap siang di Pracima Tuin, sebuah area eksotis di dalam Pura Mangkunegaran, sekitar pukul 12.00 WIB. Suasana historis dan keindahan arsitektur keraton memberikan latar belakang yang menawan bagi kunjungan resminya. Selepas menikmati jamuan di Pura Mangkunegaran, rombongan bertolak menuju destinasi berikutnya, yakni Kampung Batik Laweyan. Kawasan ini dikenal luas sebagai jantung industri batik Solo yang telah mengukir sejarah panjang dalam kancah wastra tradisional Indonesia.

Di Kampung Batik Laweyan, Ratu Maxima tak hanya sekadar meninjau. Ia menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam sentra Amartha. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Ratu Maxima berdialog dengan sejumlah perajin batik, mendengarkan kisah dan tantangan yang mereka hadapi. Momen puncak dari kunjungan ini adalah ketika Ratu Maxima secara antusias mencoba membatik menggunakan canting, alat tradisional yang menjadi inti dari seni membatik. Keberaniannya mencoba langsung teknik membatik ini disambut dengan decak kagum dan semangat oleh para perajin, menjadi simbol nyata dari dukungannya terhadap warisan budaya sekaligus ekonomi kerakyatan.

Dalam sesi wawancara yang digelar seusai kunjungan, Ratu Maxima secara terbuka mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap Kota Solo serta semangat juang yang tinggi dari para pelaku usaha kecil di sana. “Ini hari pertama saya di Indonesia, di Solo, tempat yang sangat indah, dan saya mendapat kesempatan berbicara dengan berbagai kelompok,” ujarnya kepada para jurnalis. Pernyataan ini mencerminkan kesan positifnya terhadap keramahtamahan dan dinamisme masyarakat Solo.

Ratu Maxima lebih lanjut menjelaskan bahwa esensi utama dari kunjungannya adalah untuk memahami secara langsung kondisi finansial masyarakat dari berbagai lapisan. Fokusnya adalah menggali realitas ekonomi yang dihadapi, mulai dari para pekerja pabrik garmen, mahasiswa yang tengah merajut masa depan, hingga para ibu perajin batik yang secara gigih mengandalkan usaha mikro mereka untuk membiayai pendidikan anak-anaknya. Perspektif yang beragam ini penting untuk merumuskan strategi inklusi keuangan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

“Kami berdiskusi tentang bagaimana mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari, menghadapi keadaan darurat seperti kecelakaan atau kehilangan pendapatan, hingga bagaimana mereka mulai berpikir tentang tujuan jangka panjang, seperti membeli rumah atau masa pensien,” tuturnya, merinci topik-topik krusial yang dibahas. Dialog ini menunjukkan komitmen Ratu Maxima untuk memahami spektrum tantangan finansial yang kompleks, dari kebutuhan dasar hingga aspirasi jangka panjang.

Ratu Maxima menegaskan bahwa tujuan utama dari serangkaian dialog tersebut adalah untuk mempelajari realitas finansial dari ketiga kelompok masyarakat yang berbeda itu, khususnya mengenai strategi mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari agar dapat bertahan hingga akhir bulan. Pemahaman mendalam ini krusial sebagai fondasi dalam merancang kebijakan inklusi keuangan yang berkelanjutan.

Ia mengakui pencapaian luar biasa Indonesia dalam hal inklusi keuangan, dengan lebih dari 80 persen masyarakat telah memiliki rekening bank. Angka ini menandakan kemajuan signifikan. Namun, Ratu Maxima menekankan bahwa inklusi keuangan tidak boleh berhenti pada sekadar kepemilikan rekening. “Tapi akses saja tidak cukup. Yang penting adalah bagaimana kita dapat membantu mereka lebih jauh, bukan hanya untuk pembayaran, tetapi mewujudkan impian mereka dan memberi perlindungan ketika sesuatu terjadi,” tegasnya. Pesan ini menggarisbawahi bahwa inklusi keuangan sejati adalah tentang memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola keuangan mereka secara efektif, mencapai tujuan hidup, dan memiliki jaring pengaman finansial.

Dalam kurun waktu dua hari ke depan, Ratu Maxima telah merencanakan serangkaian diskusi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan utama. Pertemuan ini melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, kementerian terkait, hingga para pelaku industri perbankan dan teknologi finansial (fintech). Tujuan utama dari diskusi ini adalah untuk merancang dan mengembangkan produk serta layanan keuangan yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Indonesia.

“Inti kunjungan ini adalah memahami tantangan dan risiko yang mereka hadapi sehingga kita dapat merancang solusi yang lebih baik. Terima kasih banyak, kunjungan ini luar biasa,” ucap Ratu Maxima mengakhiri pernyataannya, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan berharga ini untuk mendapatkan wawasan langsung. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi pengembangan sistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

Pilihan Editor: Mengapa Peluang UMKM Mengakses KUR Semakin Mengecil
Sumber: MSN.com

Facebook Comments Box

POPULER





Maret 2026
SSRKJSM
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031 
×
×