Ringkasan Berita:
- Meksiko menjadi tim terakhir yang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia U-17 2025.
- Sementara itu, Timnas Indonesia U-17 harus tersingkir karena berada di posisi ke-10 klasemen peringkat ketiga terbaik.
- PSSI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim dan pelatih Nova Arianto untuk perbaikan ke depannya.
HIMBAUAN – Tirai babak penyisihan grup Piala Dunia U-17 2025 secara resmi telah ditutup pada Selasa, 11 November 2025. Hari terakhir fase grup ini menjadi panggung dramatis bagi delapan pertandingan penentu yang akan mengisi slot-slot terakhir menuju babak 32 besar, menyajikan ketegangan hingga menit akhir bagi sejumlah tim.
Dalam sebuah laga yang penuh intrik dan menunggu hasil tim lain, Meksiko akhirnya mengamankan posisi sebagai tim terakhir yang berhak melaju ke fase gugur. Nasib mereka sempat ‘digantung’ di ujung tanduk, menunggu hasil pertandingan lain yang akan menentukan langkah selanjutnya. Kemenangan Mali atas Arab Saudi dengan skor 2-0 menjadi penentu keberuntungan bagi El Tri. Meskipun memiliki raihan poin dan selisih gol yang serupa dengan Arab Saudi, Meksiko unggul dalam aspek kedisiplinan, sebuah faktor penentu penting dalam regulasi turnamen. Dengan demikian, Meksiko berhasil finis di peringkat kedelapan dalam klasemen peringkat ketiga terbaik, posisi terakhir yang menjamin tiket ke babak 32 besar.

Tak hanya Meksiko, sebuah kisah heroik juga tercipta dari tim debutan, Uganda. Mereka baru saja menorehkan sejarah gemilang dengan menumbangkan tim kuat sekelas Prancis, sebuah pencapaian yang sekaligus memastikan langkah mereka ke babak 32 besar. Gol tunggal dari Bogere menjadi penentu kemenangan dramatis tersebut. Uganda berhasil mengakhiri fase grup di posisi keempat klasemen peringkat ketiga terbaik dengan mengumpulkan empat poin, hasil dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan yang membuktikan semangat juang tim pendatang baru ini di kancah dunia.
Timnas Indonesia U-17 Tersingkir dari Piala Dunia U-17 2025
Di tengah euforia tim-tim lain yang merayakan kelolosan, kabar pahit harus diterima oleh skuad Timnas Indonesia U-17. Hasil akhir pertandingan yang melibatkan Arab Saudi, Paraguay, dan Uganda secara definitif menutup peluang Garuda Muda untuk melangkah ke babak 32 besar. Anak asuh pelatih Nova Arianto dipastikan tersingkir dari ajang prestisius ini setelah hanya mampu bertengger di posisi kesepuluh dalam klasemen peringkat ketiga terbaik. Timnas Indonesia U-17 mengakhiri perjuangan mereka dengan raihan tiga poin dan selisih gol -5. Meski demikian, pencapaian Evandra Florasta dan kawan-kawan masih lebih baik dibandingkan dengan Qatar yang hanya mengantongi dua poin dan Kosta Rika dengan satu poin.
Momentum kebanggaan tersendiri sempat diukir oleh Garuda Muda pada laga pamungkas fase grup mereka. Pada Senin, 10 November 2025, Timnas Indonesia U-17 berhasil menumbangkan Honduras dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa; ia menjadi torehan sejarah bagi Garuda Muda lantaran merupakan kemenangan perdana yang berhasil dicatatkan oleh Indonesia dalam partisipasi mereka di Piala Dunia U-17. Sebuah catatan manis di tengah pil pahit kegagalan lolos ke fase selanjutnya.
Daftar Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia U-17 2025
Berikut adalah daftar lengkap 32 tim yang telah memastikan tempat mereka di babak gugur Piala Dunia U-17 2025:
1. Portugal
2. Argentina
3. Italia
4. Brasil
5. Zambia
6. Austria
7. Amerika Serikat
8. Irlandia
9. Belgia
10. Jepang
11. Senegal
12. Kroasia
13. Afrika Selatan
14. Mesir
15. Venezuela
16. Swiss
17. Korea Selatan
18. Korea Utara
19. Maroko
20. Jerman
21. Kolombia
22. Tunisia
23. Inggris
24. Prancis
25. Kanada
26. Uganda
27. Uzbekistan
28. Paraguay
29. Burkina Faso
30. Republik Ceko
31. Mali
32. Meksiko
PSSI Siapkan Evaluasi Menyeluruh untuk Nova Arianto dan Timnas U-17
Menyikapi hasil perjuangan Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan bahwa PSSI akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim dan jajaran pelatih di bawah komando Nova Arianto. Sumardji menjelaskan bahwa evaluasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya organisasi PSSI dan bukan dalam konotasi negatif atau sebagai bentuk penghakiman. Sebaliknya, setiap tim nasional, dari kelompok usia termuda hingga senior, pasti akan selalu menjalani proses evaluasi seusai berkompetisi dalam sebuah turnamen.
Tujuan utama dari evaluasi ini, sambung Sumardji, adalah untuk perbaikan dan pengembangan di masa mendatang, memastikan bahwa kualitas Timnas Indonesia dapat terus meningkat. Oleh karena itu, fokus evaluasi tidak hanya tertuju pada kinerja individu Nova Arianto semata, melainkan juga mencakup performa secara keseluruhan dari skuad Garuda Muda sepanjang partisipasi mereka di Piala Dunia U-17 2025. “Kalau berkaitan dengan evaluasi, setiap selesai turnamen apa pun, pasti Coach Nova, pasti pelatih dan tim kepelatihan itu akan membuat laporan. Itulah yang kami evaluasi,” ujar Sumardji kepada awak media di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2025).
Beliau menambahkan, “Mana yang sudah bagus ya harus disampaikan, mana yang kurang ya harus disampaikan juga supaya ada pembenahan. Jadi sekali lagi, kalau berkaitan dengan evaluasi itu adalah untuk perbaikan. Jadi jangan diartikan lain-lain ya.” Penegasan ini menggarisbawahi komitmen PSSI untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas sepak bola nasional secara berkesinambungan. Pria yang juga menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia ini melanjutkan, evaluasi adalah instrumen krusial untuk memastikan arah perbaikan yang jelas dan terukur di masa depan.
Lebih lanjut, Sumardji juga tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nova Arianto atas dedikasi dan kerja kerasnya bersama Timnas Indonesia U-17. Meskipun gagal melangkah ke babak 32 besar, Tim Merah Putih telah mencatatkan tinta emas sejarah dengan meraih kemenangan perdana mereka di Piala Dunia U-17 melawan Honduras. “Nova sudah sangat luar biasa, perjuangan dia dan asistennya. Itu yang harus kita apresiasi dan layaklah Nova untuk prestasi yang dia raih sesuai dengan hasil kerja kerasnya sudah sekian tahun ini,” pungkas Sumardji, mengakui upaya luar biasa yang telah dicurahkan tim pelatih dan pemain.
(BolaSport.com/Wila) (Kompas.com/Thomas Wardana)
Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul PSSI Pastikan Bakal Evaluasi Nova Arianto dan Timnas U-17 Indonesia usai Gagal Lolos ke Babak 32 Piala Dunia U-17 2025.
Penulis: Wila Wildayanti
Editor: Dwi Widijatmiko


