Olahraga
Beranda / Olahraga / Persib Untung! Lion City Tak Lagi Main di Rumput Sintetis

Persib Untung! Lion City Tak Lagi Main di Rumput Sintetis

HIMBAUANPersib Bandung kini bersiap menghadapi tantangan tandang yang berbeda saat menyambangi markas Lion City Sailors. Klub jawara Liga Singapura tersebut, yang dahulu dikenal dengan kandang berumput sintetis Stadion Jalan Besar, kini telah menetapkan Stadion Bishan dengan rumput alaminya sebagai markas permanen. Perubahan signifikan ini tentu saja membawa implikasi strategis dan psikologis bagi Maung Bandung dalam persaingan ketat di kancah sepak bola Asia.

Di masa lalu, setiap kunjungan tandang ke Lion City Sailors selalu menjadi sebuah momok yang menakutkan bagi klub-klub dari negara lain. Stadion Jalan Besar, yang merupakan benteng kokoh The Sailors, memiliki karakteristik unik dengan penggunaan rumput sintetis. Permukaan lapangan semacam ini seringkali tidak ramah terhadap kaki-kaki pemain yang terbiasa mengolah si kulit bundar di atas rumput alami, seperti halnya mayoritas pemain klub-klub Indonesia. Kondisi lapangan yang asing ini kerap menimbulkan risiko cedera atau setidaknya memengaruhi performa dan gaya bermain yang adaptif. Tak heran, tantangan fisik dan mental para pemain menjadi berlipat ganda saat harus bertarung di lapangan artifisial tersebut, mengingat tidak ada satu pun klub profesional di Indonesia yang menggunakan rumput sintetis sebagai standar lapangan kandang mereka.

Situasi kompetitif yang dirasa kurang berimbang ini rupanya tidak luput dari perhatian Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Menanggapi “jeritan” klub-klub rival di level kontinental yang merasa dirugikan oleh perbedaan kondisi lapangan, AFC akhirnya mengambil langkah tegas. Pada musim sebelumnya, federasi tertinggi sepak bola Asia itu mengeluarkan larangan bagi Lion City Sailors untuk menggunakan Stadion Jalan Besar dalam pertandingan final Liga Champions Asia 2. Keputusan ini secara langsung memaksa klub yang baru berdiri pada tahun 2020 tersebut untuk mencari alternatif. Maka, mereka pun terpaksa memindahkan pertandingan penting itu ke Stadion Bishan, sebuah arena yang untungnya dilengkapi dengan rumput alami sesuai standar internasional.

Namun, perpindahan ke stadion berumput alami tersebut tidak serta-merta membawa keberuntungan bagi Lion City Sailors. Dalam laga final Liga Champions Asia 2 yang krusial itu, bermain di Stadion Bishan, mereka harus mengakui keunggulan Al Sharjah dengan skor tipis 1-2. Kekalahan ini mungkin menjadi salah satu pemicu utama di balik keputusan strategis klub. Pada musim kompetisi saat ini, pihak manajemen Lion City Sailors telah mengumumkan bahwa mereka akan berkandang secara permanen di Stadion Bishan. Perubahan fundamental ini tentu saja menghilangkan salah satu keunggulan kandang tradisional yang selama ini menjadi ciri khas dan keuntungan tersendiri bagi The Sailors.

Di tengah adaptasi terhadap markas baru ini, performa Lion City Sailors di panggung kontinental justru terlihat menurun drastis. Meskipun dominasi mereka di Liga Singapura masih belum tergoyahkan, klub berkostum putih ini tampak “memble” dalam ajang antar klub Asia. Saat ini, tim asuhan Aleksandar Rankovic hanya mampu menempati peringkat ketiga di Grup G AFC Champions League Two 2025/26. Dengan hanya mengoleksi 4 poin dari empat pertandingan, Hariss Harun dan rekan-rekannya tertinggal lima poin dari Bangkok United dan enam poin dari Persib. Kondisi ini menempatkan mereka di ambang eliminasi dari fase grup, sebuah kemunduran yang signifikan mengingat keberhasilan mereka mencapai final pada musim sebelumnya.

Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Mesin Ekonomi Baru?

Situasi terkini yang kurang menguntungkan bagi Lion City Sailors ini justru membuka peluang besar bagi Persib Bandung. Maung Bandung memiliki kesempatan emas untuk menambah daftar penderitaan tuan rumah pada laga kelima Grup F yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 November 2025. Uniknya, pengalaman terakhir Persib bertandang ke Lion City Sailors di Stadion Jalan Besar pada musim sebelumnya berakhir dengan kemenangan comeback dramatis 2-3. Kenangan manis ini tentu menjadi suntikan motivasi dan modal berharga bagi skuad Pangeran Biru untuk kembali menorehkan hasil positif di tanah Singapura.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan pandangannya tentang perbedaan antara kunjungan sebelumnya dan yang akan datang. “Musim lalu kami naif, ada beberapa pemain yang belum siap main di level ini,” ungkap Hodak, merefleksikan tantangan yang dihadapi timnya di masa lalu, khususnya terkait adaptasi lapangan sintetis. Namun, kali ini, optimisme yang lebih besar terpancar dari Hodak. “Tapi kami sekarang datang dengan rencana bagus,” jelasnya, mengindikasikan persiapan yang matang dan strategi yang telah dirancang secara spesifik. Ia juga menambahkan, “Saya yakin di grup ini kami bisa mengalahkan satu sama lain,” menunjukkan keyakinan penuh akan kualitas timnya dan persaingan yang ketat namun seimbang di grup ini.

Dengan latar belakang sejarah kemenangan di kandang lawan dan kini ditambah dengan perubahan venue ke lapangan berumput alami yang lebih familiar, pertanyaan menarik pun muncul: Bisakah Beckham Putra dkk. mengulangi kejayaan mereka atas Lion City Sailors di Singapura, meskipun kali ini di stadion yang berbeda? Laga ini tidak hanya krusial untuk penentuan nasib kedua tim di Grup G, tetapi juga menjadi ajang pembuktian adaptasi strategi dan kekuatan mental di tengah dinamika baru dalam kancah sepak bola regional.

Kontroversi Selimuti Nadeo Argawinata Usai Bawa Borneo FC Makin Kukuh di Pucuk Klasemen Super League

Alhamdulillah dari Pemain Muslim Tajikistan Usai Cetak Gol Perdana buat PSIM Jogja di Super League

Rivan Nurmulki: Ancaman Indonesia di SEA Games 2025?

Sumber: MSN

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×