Olahraga
Beranda / Olahraga / Naturalisasi Timnas Sukses: Malaysia Iri, FIFA Beri Sanksi?

Naturalisasi Timnas Sukses: Malaysia Iri, FIFA Beri Sanksi?

HIMBAUAN Skandal pemalsuan dokumen naturalisasi yang mengguncang sepak bola Malaysia, dibongkar oleh media Inggris ternama, The Guardian. Laporan investigasi tersebut menyoroti akar permasalahan yang diduga kuat dipicu oleh kesuksesan program naturalisasi Timnas Indonesia.

Fenomena Timnas Indonesia di kancah sepak bola Asia, memang tak bisa dipungkiri, telah mencuri perhatian. Skuad Garuda, dengan proyek naturalisasi yang masif, menjelma menjadi kekuatan baru yang disegani.

Bahkan, impian untuk tampil di Piala Dunia, sesuatu yang terakhir kali dirasakan pada tahun 1938, hampir saja terwujud. Indonesia berhasil mencapai ronde keempat kualifikasi, hanya terpaut dua pertandingan dari putaran final.

Di setiap pertandingan, komposisi pemain Timnas Indonesia diisi oleh 8 hingga 9 pemain kelahiran Eropa, beberapa di antaranya bahkan menjadi pilar penting di klub-klub top di lima liga besar Eropa.

The Guardian menyoroti nama Kevin Diks, yang saat itu bermain untuk Borussia Monchengladbach di Liga Jerman, sebagai salah satu contoh pemain naturalisasi berkualitas yang memperkuat Timnas Indonesia.

Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Mesin Ekonomi Baru?

(Paragraf ini mungkin memerlukan penyesuaian karena Ivar Jenner kemungkinan besar bisa membela Timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2025. Periksa dan sesuaikan dengan informasi terkini.)

Transformasi Timnas Indonesia sangat drastis. Tim yang dulunya sering menjadi bulan-bulanan di Kualifikasi Piala Dunia, kini mampu memberikan perlawanan sengit dan bahkan meraih kemenangan penting.

The Guardian menyebutkan bahwa keberhasilan Indonesia ini menimbulkan rasa iri di kalangan sepak bola Malaysia. Mereka pun berambisi untuk meniru langkah yang diambil oleh PSSI.

Malaysia kemudian melakukan naturalisasi terhadap tujuh pemain diaspora dari berbagai negara, termasuk Brasil, Argentina, Spanyol, dan Belanda. Hasilnya pun langsung terasa, dengan kemenangan pertama atas Vietnam dalam satu dekade terakhir, tepatnya pada 10 Juni 2025, di ajang Kualifikasi Piala Asia 2027.

“Indonesia telah menjadi tim nasional terkuat di Asia Tenggara, dan perkembangan pesat mereka tak dapat disangkal turut membentuk pola pikir Malaysia,” tulis The Guardian dalam laporannya.

Rivan Nurmulki: Ancaman Indonesia di SEA Games 2025?

Namun, alih-alih mengikuti jejak kesuksesan, proyek naturalisasi Malaysia justru berujung pada skandal yang memalukan.

FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada Malaysia setelah terbukti melakukan pemalsuan dokumen naturalisasi terhadap tujuh pemain tersebut.

Heimir Halgrimsson Bantah Jadi Pelatih Timnas Indonesia

“Pada bulan September, FIFA menuduh Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) memalsukan dokumen tujuh pemain dari Brasil, Argentina, Spanyol, dan Belanda untuk mengklaim bahwa mereka memiliki kakek-nenek yang lahir di negara tersebut,” tulis The Guardian.

“Ketujuh pemain tersebut bermain dalam kemenangan 4-0 atas Vietnam pada bulan Juni, hasil terbaik Malaysia dalam beberapa tahun terakhir, dan kemudian dilarang mewakili negara tersebut selama satu tahun, sementara FAM juga didenda $438.000 (£333.000).” Sumber The Guardian

Arsenal Juara UCL? Superkomputer Beri Prediksi Mengejutkan!

“Kasus ini kini telah dirujuk oleh pejabat Malaysia ke pengadilan arbitrase olahraga, tetapi kasus ini juga menyoroti dampak naturalisasi,” imbuhnya.

Upaya banding yang diajukan Malaysia kepada FIFA ditolak mentah-mentah oleh Komite Banding.

FAM, sebagai asosiasi sepak bola Malaysia, kini menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga) untuk melawan sanksi FIFA.

Gugatan ke CAS menjadi opsi terakhir bagi FAM untuk membebaskan diri dari jeratan sanksi yang memalukan ini.

Namun, masalah FAM tak berhenti sampai di situ. Mereka juga dipusingkan dengan laporan dari Nepal ke FIFA, yang menuntut hal serupa terkait pertandingan melawan Vietnam.

Vietnam Sindir Indra Sjafri? Pemain Naturalisasi Jadi Sorotan!

Secara Otomatis: Skandal pemalsuan dokumen naturalisasi Timnas Malaysia ini menjadi pelajaran pahit bagi dunia sepak bola. Ambisi untuk meraih kesuksesan instan tidak boleh menghalalkan segala cara, apalagi dengan melakukan tindakan ilegal seperti pemalsuan dokumen. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu menjunjung tinggi integritas dan fair play dalam setiap aspek sepak bola. Keberhasilan Timnas Indonesia melalui jalur naturalisasi yang benar dan transparan seharusnya menjadi contoh yang baik bagi negara lain, bukan malah ditiru dengan cara yang melanggar hukum.

Facebook Comments Box

POPULER





Desember 2025
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031 
×
×