Olahraga
Beranda / Olahraga / MU Terpuruk? Paul Scholes Bongkar Masalah Utama!

MU Terpuruk? Paul Scholes Bongkar Masalah Utama!

Paul Scholes, legenda Manchester United, secara tegas mengungkapkan masalah fundamental yang menghambat performa mantan klubnya di Liga Inggris musim 2025-2026. Kritiknya muncul setelah serangkaian hasil mengecewakan yang menyoroti kelemahan mendalam dalam skuad Setan Merah.

Manchester United kembali menghadapi awal musim yang penuh tantangan di Liga Inggris. Performa mereka terbukti jauh dari harapan, ditandai dengan kekalahan telak dari rival sekota, Manchester City, pada pekan keempat. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, pada Minggu, 14 September 2025, Setan Merah menyerah 0-3 tanpa balas.

Liga Inggris – Formasi 3 Bek Jadi Bencana, Legenda Man United Ramai-ramai Serang Ruben Amorim

Rentetan hasil buruk ini menempatkan skuad besutan pelatih Ruben Amorim di posisi ke-14 klasemen sementara, hanya mengumpulkan 4 poin dari empat pertandingan. Empat poin tersebut berasal dari kemenangan tipis 3-2 atas Burnley dan hasil imbang 1-1 saat menghadapi Fulham. Sebelum kekalahan dari Manchester City, Manchester United juga takluk 0-1 dari Arsenal di pekan pembuka musim.

Imbas dari serangkaian hasil minor tersebut, pelatih Ruben Amorim menjadi sorotan utama kritik tajam dari para penggemar. Banyak pendukung menyalahkan keputusan Amorim untuk secara konsisten menerapkan formasi 3-4-3. Skema tiga bek yang menjadi andalan pelatih asal Portugal itu dinilai tidak efektif dan gagal menghasilkan kemenangan signifikan bagi tim.

Spoiler One Piece 1167 Konflik Elbaph Memanas, Loki Mengamuk Usai Ida Diracun

Namun, Paul Scholes, salah satu gelandang legendaris Manchester United, menyatakan keraguannya terhadap pandangan umum bahwa formasi 3-4-3 adalah biang keladi masalah utama klub. Scholes memiliki perspektif yang berbeda. Ia mengalihkan fokus dari strategi pelatih dan justru menyoroti kualitas individu pemain sebagai akar persoalan yang sebenarnya.

Scholes merasa bahwa keputusan perekrutan pemain Manchester United selama bursa transfer musim panas tidak tepat sasaran. Menurutnya, fokus transfer seharusnya diarahkan ke posisi yang lebih krusial. “Sistem apa pun yang Anda mainkan bukan berarti Anda bermain buruk,” ujar Scholes kepada BBC5 Live, menekankan bahwa formasi tidak selalu menjadi penentu utama penampilan tim.

“Saya sebenarnya tidak berpikir sistem itu masalahnya. Jika dilihat dari statistik, Man United lebih banyak menguasai bola daripada Man City di kandang mereka,” tambah Scholes. Ia menjelaskan bahwa dominasi penguasaan bola tidak secara otomatis berarti lini tengah mereka kewalahan, namun lebih kepada kualitas pemain di sektor tersebut yang “tidak memenuhi standar.”

Liga Inggris – Gary Neville Terkejut dengan Transfer Arsenal Senilai 52 Juta Pound

Lebih lanjut, Scholes mengidentifikasi lini tengah sebagai area vital yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam aktivitas transfer musim panas. Ia mengemukakan bahwa klub membutuhkan gelandang yang mampu mendikte permainan dan mengendalikan aliran bola. Namun, alih-alih memperkuat lini tengah, Manchester United justru berinvestasi besar pada lini serang dengan mendatangkan tiga penyerang sekaligus.

Hitung Weton Jodoh: Rahasia Pernikahan Langgeng?

Tiga penyerang yang diboyong ke Old Trafford adalah Bryan Mbeumo dari Brentford, Matheus Cunha dari Wolves, dan Benjamin Sesko dari RB Leipzig. “Saya rasa kualitasnya tidak ada,” kata Scholes, seperti dikutip SuperBall.id dari Metro.co.uk. “Saya pikir sepanjang musim panas, gelandang tengah yang punya kaki, yang bisa bermain, yang bisa mengendalikan permainan sepak bola akan menjadi prioritas utama, tetapi tampaknya itu tidak pernah terjadi.”

Scholes juga mengkritik pendekatan transfer yang terkesan panik. “Mungkin mereka agak panik menjelang akhir pertandingan dan (Carlos) Baleba muncul, tetapi itu bukanlah sesuatu yang benar-benar mereka rencanakan,” ujarnya, merujuk pada pembelian gelandang Carlos Baleba. Pria berusia 50 tahun itu menambahkan bahwa fokus rekrutmen beralih sepenuhnya pada pembelian pemain depan.

Meskipun mengakui bahwa lini depan memang perlu diperkuat, Scholes mempertanyakan urgensi mendatangkan tiga penyerang sekaligus. “Sisi depan perlu ditangani, tetapi apakah perlu tiga pemain? Saya tidak yakin,” tegasnya. Ia berpendapat bahwa lebih penting untuk membangun fondasi yang kuat di belakang lini depan, area yang menurutnya “belum ditangani sama sekali” oleh klub.

Selain lini tengah, Scholes juga menyoroti posisi penjaga gawang sebagai masalah besar yang membutuhkan penanganan serius. “Kiper juga menjadi masalah besar,” kata Scholes. Kritiknya secara spesifik mengarah kepada Andre Onana. Scholes mempertanyakan apakah klub benar-benar harus menunggu hingga pertandingan seperti melawan Grimsby untuk menyadari bahwa kemampuan Onana “tidak cukup bagus.”

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×