HIMBAUAN – Pembalap muda Marco Bezzecchi, salah satu murid kesayangan dari ikon MotoGP Valentino Rossi, masih digelayuti keraguan mendalam. Perasaan tersebut tetap membayangi dirinya, bahkan setelah sukses menampilkan performa yang impresif pada sesi tes pramusim MotoGP Valencia.
Sesi uji coba krusial selama satu hari penuh tersebut telah bergulir pada hari Selasa, 18 November 2025, bertempat di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Tes ini menjadi kesempatan awal bagi para tim dan pembalap untuk menguji berbagai pembaruan dan konfigurasi motor menjelang musim balap yang akan datang.
Namun, permulaan sesi tes tersebut sempat terganggu secara signifikan. Kondisi lintasan yang basah dan licin akibat guyuran hujan deras memaksa sesi pagi hari untuk tertunda. Akibat kondisi yang tidak ideal ini, Bezzecchi bersama para pembalap lainnya praktis kehilangan kesempatan berharga untuk menjajal performa motor mereka secara optimal, sehingga pengumpulan data penting menjadi sangat terbatas.
Barulah setelah kondisi cuaca membaik dan lintasan mengering, Marco Bezzecchi mampu menampilkan aksinya yang luar biasa. Murid Valentino Rossi ini memanfaatkan waktu yang tersisa dengan maksimal, menghabiskan total 60 putaran di atas sirkuit. Dedikasi ini menunjukkan upayanya untuk mengkompensasi waktu yang hilang di pagi hari.
Upaya keras Bezzecchi di lintasan membuahkan hasil yang sangat menjanjikan. Ia berhasil mengamankan posisi terbaik kedua, hanya terpaut tipis 0,027 detik dari catatan waktu pembalap tercepat hari itu, Raul Fernandez. Pencapaian ini menjadi bukti nyata potensi besar yang dimiliki Bezzecchi serta efektivitas awal dari pembaruan pada sepeda motor yang diujinya.
Usai menjalani sesi yang padat tersebut, Bezzecchi segera memberikan tanggapannya. Ia secara terbuka menegaskan bahwa ada dampak positif yang dirasakan dari pembaruan yang telah diterapkan pada sepeda motornya. Sebuah peningkatan performa yang memberikan harapan baru.
“Ini adalah hari tes yang menghasilkan aspek positif,” ujar Bezzecchi, sebagaimana dilansir oleh Juara.net dari Speedweek. Meskipun demikian, ia segera menambahkan, “Namun, hal itu terganggu dengan waktu yang singkat di lintasan.” Keterbatasan waktu di trek, terutama di sesi pagi, menjadi kendala utama dalam eksplorasi potensi penuh motor.
Bezzecchi lebih lanjut menjelaskan dampak dari keterbatasan tersebut terhadap pengumpulan informasi. “Karena banyak menganggur di pagi hari, sekarang kami minim informasi.” Kondisi ini secara langsung mempengaruhi proses evaluasi data dan pengambilan keputusan lebih lanjut mengenai arah pengembangan motor.
Kendati demikian, ia tetap melihat sisi konstruktif dari uji coba tersebut. “Mengesampingkan hal itu, hal yang kami coba untuk musim mendatang juga membantu kami untuk berkembang.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa, meskipun belum sempurna, arah pengembangan motor sudah berada pada jalur yang benar dan memberikan kontribusi pada kemajuan dirinya sebagai pembalap.
Namun, di balik optimisme tersebut, keraguan tetap membayangi Bezzecchi. “Kendati demikian, kami masih harus mengevaluasinya… Pembaruan memang sudah membuat kami meningkat, tetapi kami masih belum memahaminya secara menyeluruh.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa Bezzecchi dan timnya masih memerlukan waktu untuk benar-benar mengidentifikasi dan memahami karakteristik serta potensi maksimal dari paket motor terbaru yang mereka miliki.
Lebih jauh, Bezzecchi mengungkapkan ketidakpastian mengenai pilihan motor yang akan ia gunakan di musim mendatang. “Untuk saat ini, kami juga belum tahu pasti sepeda motor mana yang lebih cepat,” sambungnya. Hal ini mengisyaratkan bahwa timnya mungkin sedang menguji beberapa konfigurasi atau bahkan versi motor yang berbeda, dan data yang terkumpul belum cukup untuk menentukan pilihan definitif yang paling optimal.
Meskipun semua indikasi performa terlihat begitu positif dan Bezzecchi mampu mencatatkan waktu yang sangat kompetitif, ternyata murid kesayangan Valentino Rossi ini masih belum sepenuhnya terbebas dari bayang-bayang keraguan. Ia merasakan adanya kebutuhan akan lebih banyak waktu dan kesempatan untuk beradaptasi serta memahami secara mendalam sepeda motor yang akan menjadi andalannya.
Bezzecchi kemudian membandingkan pengalaman adaptasinya. “Kalau ditotal, saya menghabiskan 10 ribu kilometer bersama sepeda motor RS-GP 25,” bebernya, menunjukkan betapa akrabnya ia dengan motor terdahulu. Lalu, ia menambahkan bahwa “Ditambah lagi, ada 40 sampai 50 putaran untuk pengembangan lebih lanjut” dengan motor baru.
Namun, jumlah putaran tersebut dirasa masih jauh dari cukup untuk proses adaptasi dan pengembangan yang optimal. “Tentu saja catatan itu masih belum cukup…” tegas Bezzecchi. Ia menyadari sepenuhnya bahwa untuk mencapai tingkat keyakinan dan performa puncak yang diharapkan, ia memerlukan lebih banyak jam terbang di atas motor barunya.
Menyikapi perasaannya yang belum sepenuhnya yakin, Bezzecchi dengan jujur mengakui, “Perasaan masih belum yakin semacam ini memang lumrah dirasakan.” Ungkapan ini mencerminkan kedewasaan dan realisme seorang pembalap profesional yang memahami bahwa proses pengembangan dan adaptasi membutuhkan waktu, kesabaran, serta ketelitian yang tinggi.
Perasaan ragu ini muncul tak lama setelah Marco Bezzecchi sendiri sukses berjaya pada gelaran MotoGP Valencia 2025. Kemenangan dominan berhasil ia amankan saat menjalani sesi balapan utama, semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dan diperhitungkan di arena balap motor dunia.


