
HIMBAUAN – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari pucuk pimpinan Liverpool. Tom Werner, sosok sentral di balik kepemilikan klub berjuluk The Reds, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa manajemen Liverpool sempat siap untuk melepaskan dua bintang utamanya, Mohamed Salah dan Virgil van Dijk, secara cuma-cuma pada bursa transfer musim panas lalu. Keputusan drastis ini akan diambil apabila negosiasi perpanjangan kontrak kedua pemain tersebut menemui jalan buntu.
Pengakuan ini mencuat di tengah sorotan tajam terhadap performa Liverpool yang jauh dari ekspektasi pada musim ini. Seiring dengan kemerosotan penampilan kolektif tim, kontribusi Salah dan Van Dijk sebagai pemain senior juga tak luput dari kritik pedas, menambah ironi di balik kebijakan klub yang nyaris mengorbankan mereka.
Werner menuturkan bahwa Liverpool berada dalam situasi yang sangat pelik dan genting pada periode musim panas sebelumnya. Pada saat itu, kontrak Mohamed Salah dan Virgil van Dijk hanya menyisakan sedikit waktu sebelum masa berlakunya habis. Keadaan ini menciptakan tekanan besar, mengingat keduanya adalah pilar utama yang telah membawa Liverpool meraih berbagai kejayaan.
Pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak berjalan alot dan panjang, berlangsung intens di tengah panasnya persaingan perebutan gelar juara Liga Primer Inggris musim lalu. Kondisi ini menempatkan klub dan para pemain dalam posisi yang serba salah, di mana masa depan dua ikon tim menjadi pertaruhan serius.
Werner lebih lanjut memaparkan bahwa Liverpool, di bawah naungan Fenway Sports Group (FSG), telah siap untuk menghadapi risiko besar. Mereka bersedia melepas Salah dan Van Dijk, yang notabene adalah dua figur paling berpengaruh di Anfield, tanpa menerima sepeser pun biaya transfer. Sikap tegas ini diambil jika perbedaan tuntutan kontrak antara klub dan agen pemain tidak menemukan titik temu. Werner dengan lugas menegaskan bahwa setiap keputusan, sekrusial apa pun itu, harus selalu mendahulukan keseimbangan finansial dan stabilitas keuangan klub sebagai prioritas utama.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Daily Mail pada tanggal 20 November, titik balik krusial dalam keberhasilan negosiasi kontrak tersebut disebut-sebut berada di tangan Direktur Olahraga Richard Hughes. Werner tidak sungkan melontarkan pujian setinggi langit kepada Hughes, menggambarkannya sebagai sosok yang dibekali kesabaran luar biasa dan memiliki kemampuan pendekatan profesional yang mumpuni dalam menghadapi agen-agen pemain yang kerap dikenal sulit.
FSG, sebagai induk perusahaan yang menaungi Liverpool, juga menunjukkan sikap yang tidak memaksa. Mereka menyatakan kesiapan untuk menghormati sepenuhnya keputusan Werner untuk tidak melanjutkan perpanjangan kontrak kedua pemain tersebut. Syaratnya, apabila Richard Hughes sebagai negosiator utama, melaporkan bahwa jurang perbedaan tuntutan kontrak terlalu lebar dan tidak mungkin dijembatani.
“Kami merasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika kesepakatan kontrak baru untuk Mo dan Virgil akhirnya berhasil diselesaikan,” ungkap Werner kepada The Athletic. “Namun, Anda tahu? Apabila Richard menelepon saya dan berkata, ‘Jarak tawarannya terlalu jauh,’ saya juga pasti akan menghormati keputusannya,” tambahnya, menggambarkan betapa tipisnya batas antara perpanjangan kontrak dan perpisahan yang nyaris terjadi.
Kendati pada akhirnya kesepakatan tercapai dan kedua pemain tetap berseragam Liverpool, gelombang kritik terhadap performa Mohamed Salah dan Virgil van Dijk kian deras mengalir. Hal ini tak lepas dari penampilan Liverpool yang secara signifikan mengalami penurunan drastis sepanjang musim ini, jauh dari standar yang mereka tetapkan di musim-musim sebelumnya.
Mantan kapten Manchester United, Wayne Rooney, turut menyampaikan pandangannya yang tajam. Rooney menilai bahwa kedua pemain senior tersebut gagal menunjukkan kualitas kepemimpinan yang diharapkan di atas lapangan. Ia menyoroti bahasa tubuh Salah dan Van Dijk yang dinilainya mengkhawatirkan, dan berpotensi memberikan dampak negatif terhadap ritme serta semangat juang seluruh tim.
“Virgil van Dijk dan Mohamed Salah, mereka memang telah menandatangani kontrak baru, namun saya tidak merasakan bahwa mereka benar-benar memimpin tim musim ini,” tutur Rooney dalam acara The Wayne Rooney Show, seperti yang dikutip dari Daily Mail. Pernyataan Rooney ini memperkuat narasi mengenai krisis kepemimpinan yang kini melanda skuad The Reds.
Lebih lanjut, laporan dari media terkemuka Jerman, Bild, juga menyoroti penurunan performa Mohamed Salah secara lebih spesifik. Salah dinilai terlalu sering bermain secara individual, yang disinyalir turut memengaruhi adaptasi pemain baru. Salah satu contoh yang disebut adalah Florian Wirtz, yang dikabarkan kesulitan menemukan ritme permainannya. Wirtz, yang diharapkan mampu memberikan dampak instan, belum mampu mencatatkan satu pun gol maupun assist dalam 11 penampilannya di Liga Primer Inggris musim ini.
Situasi Liverpool di klasemen sementara Liga Primer Inggris saat ini sangat mengkhawatirkan. The Reds terdampar di posisi kedelapan, tertinggal delapan poin dari Arsenal yang berada di zona Liga Champions. Menanggapi kondisi kritis ini, mantan bek legendaris Liverpool, Jamie Carragher, memberikan saran strategis. Carragher mendesak klub untuk segera memperkuat lini belakang pada bursa transfer Januari mendatang, jika mereka masih ingin menjaga peluang untuk lolos ke kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa, Liga Champions, pada musim depan.
“Saya berpendapat bahwa jika Liverpool tidak segera merekrut seorang bek pada bursa transfer bulan Januari, mereka berpotensi besar untuk gagal lolos ke Liga Champions,” tegas Carragher, memberikan peringatan keras kepada manajemen klub mengenai urgensi perbaikan skuad.


