
HIMBAUAN – Khamzat Chimaev, petarung UFC berjuluk “Si Serigala,” angkat bicara mengenai insiden perselisihannya dengan sesama petarung, Ian Machado Garry, yang terjadi di gelaran UFC Qatar. Insiden ini sontak menarik perhatian publik, mengingat keduanya merupakan figur terkemuka dalam dunia seni bela diri campuran.
Chimaev hadir pada hajatan akbar yang berlangsung pada Minggu, 23 November 2025, di Al Rayyan, Qatar, bukan untuk bertarung di oktagon. Kehadirannya justru dalam kapasitas sebagai tim sudut bagi rekan seperjuangannya, Arman Tsarukyan, dalam duel sengit melawan Dan Hooker. Peran Chimaev sebagai pendamping terbukti krusial, saat ia sukses memberikan dukungan moral dan strategi yang mendorong Tsarukyan tampil memukau dan meraih kemenangan gemilang.
Namun, momen pasca-pertarungan Arman Tsarukyan justru menjadi panggung bagi insiden tak terduga yang melibatkan Chimaev. Setelah merampungkan tugasnya mendampingi sang rekan, petarung berusia 31 tahun itu terlibat keributan. Ia kedapatan mendorong Ian Machado Garry ketika keduanya berpapasan di lorong area belakang panggung.
Merespons insiden yang menyita perhatian tersebut, Chimaev segera memberikan klarifikasi versi dirinya. “Jangan mendorong orang dari belakang, Anda tahu, bukan?” ujarnya, seperti dikutip dari Juara.net yang melansir MMA Junkie. Chimaev melanjutkan dengan detail kronologi versinya, “Dia memukul, mungkin lebih ke menampar punggung saya…”
Ia menegaskan pentingnya etika dan rasa hormat dalam interaksi antarpetinggi olahraga ini. “Kalau Anda ingin menunjukkan respek, maka tunjukan respek yang sebenarnya. Itulah yang coba saya katakan pada dia,” tutur Chimaev. Lebih lanjut, Chimaev menduga bahwa tindakan Garry memiliki motif tersembunyi. “Tetapi, dia seperti itu sebab ingin membuat sensasi,” imbuhnya.
Chimaev bahkan menyamakan upaya Garry dengan gaya petarung kontroversial, Conor McGregor, namun dengan nada merendahkan. “Anda semua tahu dia, dia mencoba seperti Conor. Padahal, dia takkan bisa menjadi seperti Conor, sebab dia adalah petarung yang busuk,” sambung Chimaev dengan nada sinis, mengakhiri argumennya tentang insiden tersebut.
Hasil UFC Qatar – Absen 19 Bulan, Arman Tsarukyan Comeback dengan Kuncian Maut
Di sisi lain, Ian Machado Garry menyajikan narasi yang kontras mengenai kejadian tersebut. Ia mengkritik keras perilaku Chimaev, menilai bahwa tindakan tersebut tidak dewasa dan sama sekali tidak mencerminkan seorang juara UFC. Garry merasa bahwa Chimaev telah bertindak kekanak-kanakan, merendahkan statusnya sebagai atlet profesional.
“Saya menghampiri Arman, saya memberikan dia selamat,” ungkap Garry, memulai penjelasannya. Ia kemudian melanjutkan interaksinya dengan Chimaev. “Kemudian, saya mendekati Khamzat dan berkata: ‘Halo, Si Juara, apa kabar? Kapan Anda akan bertarung lagi?’ Dia menyaut: ‘Belum tahu, kapan saya, tinggal saya hajar’.”
Garry menjelaskan bahwa pada awalnya, suasana terkesan kondusif dan aman. “Saya kemudian berkata: ‘Oke, mantap’ Ada banyak pihak keamanan di sekitar kami. Kami juga aman-aman saja, jadi pasti tidak ada gesekan.” Namun, ketegangan mulai muncul secara tak terduga. “Kemudian, energi kekanak-kanakan itu keluar…”
Ia menggambarkan momen puncak insiden, “‘Ah, sialan kau’ Dia kemudian mendorong saya. Saya langsung berbalik dan berkata: ‘Anda adalah juara di olahraga ini, tetapi Anda malah kekanak-kanakan, Anda malah mengambil sorotan dari teman Anda sendiri’.” Garry merasa bahwa Chimaev, alih-alih merayakan kemenangan rekannya, justru mencari perhatian dengan cara yang tidak pantas.
Hasil UFC Qatar – 2 Jagoan Dagestan Kalah Didampingi Islam Makhachev, 1 Orang Dicekik Bintang Jepang
Garry tidak berhenti di situ, ia melontarkan kritik lebih tajam kepada Chimaev. “Anda tahu, itu bukan kekanak-kanakan, tetapi energi dari seorang keparat,” ujarnya, menggambarkan kejengkelannya. Garry juga mencoba menasihati Chimaev tentang perilaku seorang juara. “Anda adalah seorang juara, Anda tidak perlu sok kuat. Harusnya Anda tidak perlu manajemen emosi seperti itu.”
Mengakhiri komentarnya, Garry menantang Chimaev untuk bertindak lebih dewasa sembari menegaskan ambisinya sendiri. “Jadi lah dewasa, tetapi maaf maaf saja, saya akan mengambil sabuk itu,” tambah Garry, mengirimkan pesan tantangan yang jelas mengenai niatnya untuk merebut gelar juara di masa mendatang.
Sumber: MMA Junkie


