Public Safety And Emergencies
Beranda / Public Safety And Emergencies / Jenazah Ponpes Ambruk: Identifikasi Terhambat!

Jenazah Ponpes Ambruk: Identifikasi Terhambat!

HIMBAUAN

Apa Tantangan Utama dalam Identifikasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny?

Proses evakuasi dan identifikasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, terus bergulir di tengah sejumlah tantangan serius. Pada Jumat, 3 Oktober 2025, tim evakuasi menemukan delapan jenazah baru dari reruntuhan, meningkatkan jumlah korban meninggal yang teridentifikasi menjadi 13 orang. Namun, upaya identifikasi delapan jenazah ini menghadapi kendala signifikan akibat kondisi fisik korban dan minimnya data pembanding yang tersedia. Tantangan ini menjadi fokus utama tim forensik dalam memastikan identitas para korban.

Mengapa Identifikasi Sidik Jari Menjadi Sulit pada Korban Bencana?

Identifikasi sidik jari, yang secara umum dikenal sebagai metode forensik paling akurat, menjadi sulit dalam kasus ini. Kabid DVI Pusdokkes Polri, AKBP dr. Wahyu Hidajati SpFM, mengungkapkan kepada awak media di Sidoarjo bahwa sidik jari jenazah telah mulai rusak akibat proses pembusukan. Kerusakan ini, sebuah fenomena yang lazim terjadi pascakematian dan terpapar lingkungan, secara langsung menghambat upaya pencocokan dengan database sidik jari yang ada. Studi dalam ilmu forensik menunjukkan bahwa integritas dermal sangat penting untuk identifikasi sidik jari, dan pembusukan secara signifikan merusak struktur tersebut, mengurangi efektivitas metode ini. Oleh karena itu, delapan jenazah yang baru ditemukan segera dilarikan ke RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.

Bandara IMIP Morowali Ilegal? Ini Kata Kemenhub!

Bagaimana Keterbatasan Data Mempersulit Proses Identifikasi Korban?

Keterbatasan data pembanding menjadi kendala krusial kedua yang dihadapi tim forensik. Banyak korban yang merupakan anak-anak pondok pesantren belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Konsekuensinya, data sidik jari mereka belum terekam dalam sistem kependudukan, menghapus salah satu sumber informasi identifikasi vital. Menurut prosedur standar forensik, keberadaan KTP atau dokumen identitas resmi lainnya sangat membantu proses DVI (Disaster Victim Identification) karena menyediakan data biometrik awal. Tanpa data ini, tim forensik terpaksa mencari metode identifikasi alternatif yang seringkali membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar.

Apa Dampak Kondisi Fisik Jenazah dan Barang Bukti pada Proses Forensik?

Selain kendala sidik jari dan data KTP, tim forensik juga menemui kesulitan dalam identifikasi melalui gigi. Wahyu menjelaskan bahwa belum ada ciri khusus dari laporan keluarga yang dapat dijadikan pembanding, seperti gigi yang copot atau tambalan unik. Penegasan dari Wahyu, “Misalnya ada yang copot satu atau apa begitu belum ada. Jadi untuk gigi juga agak kesulitan untuk membandingkan,” menyoroti pentingnya informasi detail dari keluarga untuk identifikasi dental. Dalam ilmu kedokteran gigi forensik, catatan dental lengkap dan informasi spesifik dari keluarga memiliki efektivitas tinggi, namun ketiadaan informasi tersebut secara signifikan menghambat prosesnya. Lebih lanjut, sebagian besar korban mengenakan busana yang serupa khas lingkungan pondok, seperti baju koko, peci, dan sarung, tanpa identitas nama pada pakaian atau benda pribadi lainnya. Kondisi ini membuat identifikasi melalui pakaian, yang kerap menjadi petunjuk awal, tidak dapat diterapkan secara efektif.

Tim forensik juga kesulitan mengidentifikasi tanda lahir pada tubuh korban. Wahyu melanjutkan, kesulitan ini muncul karena sebagian besar keluarga tidak menghafal letak tanda lahir korban secara spesifik. Bahkan, ia menambahkan, “Meskipun ada anggota keluarga yang hafal, tapi sampai sekarang pembandingannya itu belum ketemu.” Kurangnya memori detail ini dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk proses pencocokan yang akurat, sebuah aspek penting dalam identifikasi visual.

* Bencana Sumut: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor

Bagaimana Peristiwa Ambruknya Ponpes Al Khoziny Terjadi dan Jumlah Korban?

Sebagai informasi tambahan yang penting, bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, yang memiliki empat lantai, roboh pada Senin, 29 September 2025. Peristiwa tragis ini terjadi ketika ratusan santri tengah melaksanakan salat asar berjamaah di lantai dua, yang difungsikan sebagai musala. Kejadian tersebut memicu operasi penyelamatan dan evakuasi besar-besaran yang melibatkan berbagai elemen tim gabungan. Hingga Jumat sore, 3 Oktober 2025, jumlah korban meninggal yang ditemukan akibat insiden ini telah mencapai 13 orang. Namun, perkiraan menunjukkan bahwa masih ada sekitar 50 korban lain yang kemungkinan besar masih tertimbun di bawah reruntuhan.

Berapa Jumlah Korban Terdampak dan Upaya Pencarian yang Berlangsung?

Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi terkait masih terus menyisir secara intensif di sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian ini bertujuan untuk menemukan puluhan korban yang belum ditemukan dan diperkirakan masih berada di bawah tumpukan material bangunan. Berdasarkan data sementara yang telah dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban terdampak secara keseluruhan dari musibah ini mencapai 166 orang. Proses evakuasi dan identifikasi ini merupakan fase krusial dalam respons bencana, memastikan setiap korban mendapatkan penanganan yang layak dan keluarga mereka memperoleh kepastian.

Tag Headline: Tragedi Ponpes Al Khoziny, Identifikasi Korban Sidoarjo, Evakuasi Reruntuhan, Forensik Bencana

Kemensos Turun Tangan: Rehabilitasi Pelaku Ledakan SMAN 72?

Featured: Ya

Category: Nasional, Bencana, Kriminal, Berita Utama

Tag With coma: Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Korban Ambruk, Evakuasi, Identifikasi Jenazah, DVI Polri, RS Bhayangkara, Pembusukan Jenazah, Forensik, Bencana Pondok Pesantren, Pencarian Korban, BNPB, Santri, Musibah, Jawa Timur

Facebook Comments Box
Tragis! Angka Kematian Ibu & Bayi di Papua Tinggi

POPULER





Desember 2025
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031 
×
×