War And Conflicts
Beranda / War And Conflicts / Israel Hadang Kapal Flotilla: Misi Bantuan Gaza Gagal?

Israel Hadang Kapal Flotilla: Misi Bantuan Gaza Gagal?

Kementerian Luar Negeri Israel telah mengonfirmasi langkah deportasi empat warga negara Italia yang menjadi bagian dari Global Sumud Flotilla, sebuah armada kemanusiaan yang berupaya menembus blokade di Gaza. Ratusan aktivis lain juga tengah menunggu proses deportasi setelah militer Israel membubarkan seluruh armada. Dalam operasi tersebut, pasukan Israel telah menahan sekitar 461 aktivis dari lebih dari 40 negara, serta puluhan kapal yang membawa pasokan kemanusiaan.

Apa yang Terjadi dengan Global Sumud Flotilla?

Pasukan militer Israel melakukan penyergapan terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla, yang bertujuan untuk mengirimkan bantuan vital ke Jalur Gaza yang terblokade. Insiden ini mencapai puncaknya pada Jumat pagi, saat rekaman video langsung menunjukkan pasukan Israel memaksa masuk ke kapal terakhir, Marinette. Kapal berbendera Polandia ini, yang dilaporkan membawa enam awak, menjadi kapal terakhir yang dikuasai Israel dari Armada Global Sumud Flotilla.

Operasi militer angkatan laut Israel telah berlangsung sejak Rabu. Selama periode tersebut, puluhan kapal telah dihentikan, mengakhiri upaya kolektif para aktivis untuk menembus blokade laut yang telah lama diberlakukan atas Gaza. Penahanan massal terhadap aktivis-aktivis dari berbagai latar belakang negara menunjukkan skala intervensi Israel dalam insiden ini.

Bagaimana Penangkapan Aktivis Flotilla Dilakukan?

Setelah penggerebekan di kapal Marinette, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan melalui unggahan di platform X bahwa Israel berupaya menyelesaikan prosedur ini secepat mungkin. Kementerian itu mengklaim bahwa ke-461 aktivis yang ditahan berada dalam kondisi aman dan sehat. Pernyataan ini muncul setelah Global Sumud Flotilla sebelumnya mendesak Israel untuk segera membebaskan semua aktivisnya, menekankan pentingnya hak asasi manusia dan kebebasan bergerak.

Serangan Rusia ke Ukraina: Skala Penuh!

Situasi di atas kapal Marinette, yang tertinggal dari rombongan utama karena masalah mesin, memberikan gambaran dramatis. Kapten asal Australia, yang dikenal sebagai Cameron, sempat melakukan panggilan video dengan penyelenggara armada pada Kamis malam. Cameron menjelaskan kondisi kapal dan tekad para awak. “Kapal kini berlayar menuju Gaza,” ujar Cameron, menegaskan komitmen mereka. Ia juga menambahkan, “Kami memiliki sekelompok orang Turki yang sangat tangguh di atas kapal. Kami memiliki seorang wanita dari Oman dan saya sendiri, dan kami akan terus melanjutkan perjalanan ini,” mencerminkan semangat juang para aktivis meskipun menghadapi tantangan berat.

Video langsung dari kapal pesiar tersebut menampilkan momen awak kapal mengemudikan kapal saat matahari terbit menyinari perairan internasional di Laut Mediterania. Pelacak geografis langsung menunjukkan lokasi kapal sekitar 43 mil laut dari perairan teritorial Gaza. Jarak ini menempatkan mereka di luar batas wilayah perairan Gaza, namun dalam jangkauan operasi pencegatan oleh Israel. Kementerian Luar Negeri Israel telah memperingatkan Marinette sebelumnya mengenai niat mereka untuk mencegat upaya kapal tersebut memasuki perairan Gaza.

Apa Klaim Israel dan Bagaimana Hukum Internasional Memandangnya?

Israel menuduh para relawan dari flotilla tersebut berusaha melanggar blokade laut yang sah. Blokade ini, menurut Israel, merupakan tindakan keamanan yang diperlukan. Namun, klaim Israel sering kali bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai kebebasan navigasi di perairan internasional dan kewajiban untuk tidak menghalangi pasokan bantuan kemanusiaan ke wilayah sipil yang membutuhkan.

Menurut beberapa ahli hukum internasional dan laporan yang diterbitkan oleh organisasi HAM, blokade yang menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil dalam situasi konflik dapat dianggap ilegal di bawah Hukum Humaniter Internasional. Sebuah laporan dari Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) pada tahun 2011, misalnya, menyoroti bahwa tindakan pemblokiran terhadap kapal sipil yang membawa bantuan kemanusiaan di perairan internasional dapat melanggar sejumlah ketentuan hukum internasional, termasuk kebebasan bergerak dan hak atas bantuan. Israel menegaskan akan melakukan apa pun untuk menghentikan upaya semacam ini, sebuah pernyataan yang menggarisbawahi ketegangan yang berulang kali terjadi dalam menghadapi misi kemanusiaan ke Gaza.

Bagaimana Reaksi Para Aktivis dan Pihak Berwenang?

Global Sumud Flotilla, sebagai penyelenggara misi ini, telah secara konsisten menyerukan pembebasan segera semua aktivis yang ditahan. Mereka berargumen bahwa misi mereka adalah murni kemanusiaan dan bahwa penahanan serta deportasi ini melanggar hak-hak dasar para aktivis. Situasi ini menambah panjang daftar insiden serupa yang melibatkan upaya-upaya untuk menembus blokade Gaza, menyoroti tantangan berkelanjutan dalam penyampaian bantuan ke wilayah tersebut dan konflik interpretasi hukum internasional yang melingkupinya.

HUT TNI: Parade Meriah, Kekuatan Militer Dipamerkan!

Kondisi kesehatan 461 aktivis yang ditahan menjadi perhatian utama, meskipun Kementerian Luar Negeri Israel telah meyakinkan bahwa mereka dalam kondisi sehat. Transparansi dan akses konsuler menjadi krusial dalam situasi ini untuk memastikan hak-hak para aktivis terpenuhi. Kejadian ini kembali menegaskan kompleksitas konflik di wilayah tersebut, di mana upaya kemanusiaan sering kali terjebak di tengah ketegangan politik dan keamanan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai isu-isu kemanusiaan dan konflik di Timur Tengah, kunjungi HIMBAUAN.

Headline: Israel Deportasi Aktivis Global Sumud Flotilla di Tengah Ketegangan Blokade Gaza
Featured: Yes
{{category}}: Berita Internasional, Konflik Timur Tengah, Kemanusiaan, Hak Asasi Manusia
Tag With coma: Israel, Gaza, Blokade, Flotilla Kemanusiaan, Global Sumud Flotilla, Aktivis, Deportasi, Militer Israel, Hukum Internasional, Bantuan Kemanusiaan, Marinette, Al Arabiya, Laut Mediterania

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×