Ekonomi
Beranda / Ekonomi / IHSG Sesi I Naik! Cek Proyeksi Sesi II & Peluang Investasi

IHSG Sesi I Naik! Cek Proyeksi Sesi II & Peluang Investasi


HIMBAUAN

IHSG Mengakhiri Sesi Perdagangan I Senin (13/10/2025) dengan Penguatan Tipis di Tengah Gejolak Sektoral

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pergerakan yang cenderung stabil namun menguat tipis pada penutupan sesi perdagangan pertama, Senin, 13 Oktober 2025. Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,02%, membawa level penutupan ke angka 8.259. Kenaikan marjinal ini menggambarkan adanya dinamika yang menarik di pasar, di mana beberapa sektor menunjukkan kinerja impresif sementara yang lain justru tertekan.

Bagaimana Analisis Teknikal Memberi Petunjuk Arah IHSG Selanjutnya?

Tim riset dari Phintraco Sekuritas memberikan analisis teknikal yang mendalam mengenai pergerakan IHSG. Menurut kajian mereka, terdapat indikasi pembentukan histogram positif pada indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang mulai mengecil. Histogram MACD yang mengecil setelah periode positif seringkali diinterpretasikan sebagai potensi perlambatan momentum kenaikan atau sinyal bahwa tren bullish mulai kehilangan tenaga. Bersamaan dengan itu, indikator Stochastic RSI terpantau berada pada area overbought, yaitu kondisi di mana harga suatu aset telah naik terlalu tinggi dan mungkin akan mengalami koreksi atau pembalikan arah dalam waktu dekat. Kombinasi kedua sinyal teknikal ini menjadi pertimbangan utama dalam memprediksi pergerakan indeks. Berdasarkan indikator-indikator tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG berpotensi bergerak dalam rentang konsolidasi yang ketat. Prediksi rentang level untuk perdagangan sesi II adalah antara 8.225 hingga 8.275, menunjukkan ekspektasi pergerakan yang relatif terbatas.

Sektor Mana Saja yang Menjadi Penggerak Utama Penguatan Pasar?

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Pada sesi perdagangan I hari ini, sektor transportasi tampil sebagai yang paling perkasa, memimpin penguatan dengan lonjakan signifikan sebesar 2,81%. Kinerja sektor ini menunjukkan optimisme investor terhadap prospek mobilitas dan logistik. Menyusul di belakangnya adalah sektor energi, yang juga menunjukkan kekuatan berarti dengan kenaikan 1,75%, merefleksikan adanya sentimen positif terhadap komoditas atau kebijakan terkait energi. Sektor non siklikal turut memberikan kontribusi positif dengan penguatan 1,39%, menandakan stabilitas permintaan atas produk-produk kebutuhan sehari-hari yang tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi ekonomi. Kemudian, sektor barang baku menguat 0,75%, diikuti oleh teknologi 0,27%, kesehatan 0,19%, dan industri 0,18%. Penguatan pada sektor-sektor ini secara kolektif menopang IHSG dari tekanan jual yang terjadi di sektor lainnya.

Sektor Apa yang Mengalami Koreksi Terparah pada Sesi I?

Di sisi lain, tidak semua sektor mampu mempertahankan performa positif. Beberapa sektor justru bergerak di zona merah, mengalami koreksi yang cukup dalam. Sektor konsumen siklikal menjadi yang paling terpukul, terkoreksi paling dalam dengan penurunan 1,41%. Ini bisa mengindikasikan kekhawatiran investor terhadap daya beli konsumen atau prospek sektor-sektor yang sangat bergantung pada belanja masyarakat di luar kebutuhan pokok. Sektor keuangan juga mengalami tekanan yang cukup besar dengan koreksi 1,17%, sebuah pergerakan yang patut dicermati mengingat bobotnya yang signifikan dalam IHSG. Selanjutnya, sektor properti mencatat penurunan 1,02%, sementara sektor infrastruktur juga melemah 0,63%. Pelemahan di sektor-sektor ini menandakan adanya rotasi atau penyesuaian portofolio investor.

Bagaimana Gambaran Umum Aktivitas Transaksi di Bursa Efek Indonesia?

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama hari ini menunjukkan volume yang cukup substansial. Total volume transaksi bursa mencapai 233,19 juta lot saham, menunjukkan minat jual beli yang aktif dari para pelaku pasar. Nilai transaksi yang tercatat juga signifikan, mencapai Rp 14,59 triliun, menggarisbawahi besarnya modal yang berputar di pasar. Namun, data mengenai pergerakan saham individu menunjukkan dinamika yang kompleks: sebanyak 258 saham berhasil menguat, menunjukkan adanya potensi keuntungan di sejumlah emiten. Sebaliknya, sejumlah besar 417 saham mengalami penurunan, menandakan dominasi aksi jual atau sentimen negatif pada banyak emiten. Sementara itu, 127 saham lainnya tidak bergerak, tetap stagnan di harga penutupan sebelumnya.

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

Siapa Saja Saham Top Gainers di Sesi Perdagangan I Hari Ini?

Pada sesi perdagangan pertama, beberapa saham berhasil mencetak kenaikan harga yang luar biasa, menarik perhatian investor dan memberikan keuntungan signifikan bagi pemegangnya. Daftar saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers meliputi:

  1. PT Transkon Jaya Tbk (TRJA): Saham ini memimpin daftar dengan lonjakan harga sebesar 25,16%, sebuah performa yang impresif dalam satu sesi perdagangan.
  2. PT Gozco Plantations Tbk (GZCO): Mengikuti di belakang TRJA, saham GZCO juga mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 25%, menunjukkan minat beli yang kuat di sektor perkebunan.
  3. PT Mustika Ratu Tbk (MRAT): Saham perusahaan kosmetik ini juga tidak kalah cemerlang, berhasil naik 25%, menegaskan momentum positif bagi emiten konsumer.

Saham Apa Saja yang Menjadi Top Losers di Sesi Perdagangan I?

Sebaliknya, beberapa saham harus mengalami tekanan jual yang berat, mengakibatkan penurunan harga yang signifikan dan menempatkan mereka dalam kategori top losers. Penurunan ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen negatif spesifik terhadap perusahaan hingga kondisi pasar yang lebih luas. Berikut adalah saham-saham dengan penurunan terdalam pada sesi perdagangan I:

  1. PT Golden Flower Tbk (POLU): Saham POLU mengalami koreksi paling dalam dengan penurunan 14,99%, mendekati batas auto rejection bawah.
  2. PT Pakuan Tbk (UANG): Saham UANG juga tertekan signifikan, turun 14,90%, mencerminkan aksi jual yang dominan.
  3. PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE): Saham HOPE berada di posisi ketiga top losers, terkoreksi 14,87%, melengkapi daftar saham yang paling terpukul pada sesi ini.

Dengan berakhirnya sesi perdagangan pertama, pasar menunjukkan gambaran yang terpolarisasi. Meskipun IHSG secara keseluruhan mampu mempertahankan penguatan tipis, volatilitas sektoral dan pergerakan saham individu mengindikasikan adanya pertimbangan yang cermat dari investor. Sesi perdagangan kedua akan menjadi penentu apakah momentum positif dapat dipertahankan atau tekanan jual akan semakin mendominasi. Para investor diharapkan untuk terus memantau indikator teknikal dan fundamental guna mengambil keputusan investasi yang tepat.

Wall Street Reli: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga?

Tag Headline: IHSG, Pasar Saham, Analisis Teknikal, Sektor Saham, Top Gainers, Top Losers

Featured: Pergerakan IHSG Senin, 13 Oktober 2025

{{category}}: Pasar Modal, Investasi, Analisis Saham, Ekonomi

Tag: IHSG, Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, BEI, Phintraco Sekuritas, Saham, Investasi Saham, Perdagangan Saham, Analisis Teknikal, MACD, Stochastic RSI, Sektor Transportasi, Sektor Energi, Sektor Non Siklikal, Sektor Konsumen Siklikal, Sektor Keuangan, Sektor Properti, Sektor Infrastruktur, Top Gainers, Top Losers, TRJA, GZCO, MRAT, POLU, UANG, HOPE, Market Outlook, Indonesia Stock Exchange

Sumber: Bursa Efek Indonesia, Bloomberg

IHSG Sentuh 8.600! Menkeu: Mantap, To The Moon!

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×