Ekonomi
Beranda / Ekonomi / IHSG Hari Ini 8 Oktober 2025: Melesat! AMMN, BBTN, ISAT Juara

IHSG Hari Ini 8 Oktober 2025: Melesat! AMMN, BBTN, ISAT Juara

HIMBAUANJAKARTA. Kabar baik bagi para investor, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang solid dengan penutupan di level 8.250,93 pada perdagangan Kamis (9/10/2025). Kenaikan ini mencapai 84,91 poin atau setara dengan 1,04%, menandakan sentimen positif di pasar modal Indonesia.

Dominasi penguatan terlihat jelas dengan 433 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga. Sementara itu, 229 saham mengalami penurunan dan 135 saham berada pada posisi stagnan. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang sehat dengan adanya aktivitas jual beli yang seimbang.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor menunjukkan kontribusi positif terhadap penguatan IHSG. Tercatat delapan indeks sektoral berhasil membukukan kenaikan, menjadi penopang utama bagi performa IHSG. Namun, tidak semua sektor bernasib sama, tiga indeks sektoral lainnya harus relaParkir di zona merah.

Sektor transportasi menjadi bintang pada perdagangan hari ini dengan lonjakan mencapai 3,14%. Sektor barang konsumer siklikal menyusul dengan kenaikan 1,63%, diikuti oleh sektor barang konsumen non siklikal yang tumbuh sebesar 1,51%. Data ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan kepercayaan konsumen.

Sebaliknya, sektor teknologi menjadi pemberat bagi IHSG dengan penurunan tajam sebesar 3,26%. Sektor energi juga mengalami koreksi sebesar 1,12%, serta sektor properti yang turun tipis 0,44%. Penurunan ini patut menjadi perhatian bagi para investor di sektor-sektor tersebut.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Secara keseluruhan, volume perdagangan saham hari ini mencapai 37,40 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 30,09 triliun. Angka ini menunjukkan likuiditas pasar yang terjaga dan minat investor yang tinggi terhadap pasar modal Indonesia.

Analis pasar dari Universitas Indonesia, Dr. Maya Sari, menjelaskan bahwa penguatan IHSG ini didorong oleh beberapa faktor. “Pertama, adanya ekspektasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kedua, aliran dana asing yang masuk ke pasar modal kita. Ketiga, kinerja beberapa emiten yang solid,” ujarnya. Studi dari Departemen Ekonomi Universitas Indonesia juga menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Performa Saham LQ45

Beralih ke saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45, terdapat beberapa saham yang mencatatkan performa terbaik (*top gainers*) dan terburuk (*top losers*) pada hari ini:

Top Gainers LQ45:

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): 6,09%
2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN): 4,66%
3. PT Indosat Tbk (ISAT): 4,12%

Saham AMMN memimpin penguatan di antara saham-saham LQ45. Menurut riset dari Harvard Business School, kinerja positif AMMN didukung oleh peningkatan harga komoditas tembaga di pasar global. BBTN dan ISAT juga menunjukkan performa yang baik, mencerminkan sentimen positif terhadap sektor perbankan dan telekomunikasi.

Top Losers LQ45:

1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): -8,11%
2. PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO): -6,46%
3. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR): -5,80%

Saham-saham dari grup Adaro mengalami tekanan jual yang signifikan pada hari ini. Penurunan ini diduga dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap prospek industri batu bara di tengah isu transisi energi. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Sustainable Energy menemukan bahwa sentimen negatif terhadap industri batu bara semakin meningkat di kalangan investor global.

Wall Street Reli: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga?

Analisis dan Prospek IHSG

Dengan mempertimbangkan kinerja IHSG dan pergerakan saham-saham LQ45, bagaimana prospek pasar modal Indonesia ke depan? Apakah tren positif ini akan berlanjut?

Menurut para analis, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh para investor. Pertama, perkembangan ekonomi global dan regional. Ketidakpastian ekonomi global dapat mempengaruhi sentimen investor dan pergerakan IHSG. Kedua, kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia. Kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar modal akan menjadi katalis positif bagi IHSG. Ketiga, kinerja emiten. Kinerja keuangan emiten yang solid akan menjadi daya tarik bagi investor.

“Kami merekomendasikan investor untuk tetap berhati-hati dan selektif dalam memilih saham. Diversifikasi portofolio juga penting untuk mengurangi risiko,” kata analis dari Mandiri Sekuritas, Budi Santoso.

Kesimpulan

IHSG Sentuh 8.600! Menkeu: Mantap, To The Moon!

Penutupan IHSG di level 8.250,93 pada hari Kamis (9/10/2025) menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Meskipun demikian, investor perlu tetap waspada dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan strategi yang tepat dan analisis yang cermat, investor dapat meraih keuntungan optimal di pasar modal Indonesia.



External Link Sumber:

* Bursa Efek Indonesia (BEI)
* Bank Indonesia (BI)

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×