Ekonomi
Beranda / Ekonomi / HIPMI Solo: UMKM Mudah Dapat Sertifikasi Halal!

HIPMI Solo: UMKM Mudah Dapat Sertifikasi Halal!

HIMBAUANHimpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Solo secara tegas menyatakan komitmennya untuk berperan sebagai jembatan strategis antara komunitas pelaku usaha dan Pemerintah Kota Solo. Inisiatif ini berfokus pada upaya krusial untuk memperkuat sertifikasi dan legalitas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah tersebut. Langkah proaktif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kokoh, berdaya saing, serta terlindungi secara hukum.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum HIPMI Solo, Wahyu Adi Wibowo, dalam sebuah pertemuan informal namun signifikan. Wahyu Adi Wibowo menyampaikan hal tersebut seusai santap siang bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono. Pertemuan akrab yang berlangsung di warung Bakso Remaja Gading pada Selasa, 11 November 2025, ini menjadi penanda dimulainya sinergi yang lebih erat antara pengusaha muda dan pemerintah kota.

Menurut Wahyu Adi Wibowo, yang akrab disapa Bowo, suasana santai dalam pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai fondasi awal yang krusial untuk mempererat ikatan dan hubungan kolaboratif antara HIPMI Solo dan Pemerintah Kota Solo. “Yang pertama tentu silaturahmi dulu, supaya hubungan kami di HIPMI bisa makin dekat dengan Pemkot,” ujar Bowo, menggarisbawahi pentingnya kedekatan emosional sebagai landasan kerja sama.

Lebih lanjut, Bowo menjelaskan bahwa tujuan utama HIPMI Solo melampaui kepentingan internal organisasinya. “Setelah itu, kami ingin menjadi penjembatan teman-teman pelaku usaha, baik anggota HIPMI maupun yang di luar HIPMI, terutama mereka yang bergerak di sektor UMKM,” tambahnya. Ini menunjukkan visi inklusif HIPMI Solo untuk merangkul seluruh pelaku UMKM di Kota Solo, memastikan bahwa manfaat pendampingan dan fasilitasi tidak hanya dirasakan oleh anggotanya.

Ia menguraikan bahwa banyak pelaku usaha, khususnya UMKM di Solo, masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi aspek legalitas dan standar produk. Kebutuhan akan pendampingan dalam urusan sertifikasi halal, izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga legalitas dasar usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) sangat tinggi. Menanggapi kebutuhan ini, HIPMI Solo menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi proses-proses tersebut dengan berkoordinasi langsung bersama dinas-dinas terkait di Pemerintah Kota Solo.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

“Kami akan bantu fasilitasi, terutama bagi pelaku UMKM yang belum punya sertifikasi atau legalitas yang jelas. Nanti kami hubungi dinas-dinas terkait agar bisa dikonsultasikan dan dibimbing langsung,” kata Bowo, menegaskan pendekatan yang langsung dan terarah. Diharapkan, dengan bimbingan dan fasilitasi ini, proses pengurusan legalitas yang seringkali dianggap rumit dapat menjadi lebih mudah dan efisien bagi para pelaku UMKM.

Bowo juga menegaskan bahwa upaya pendampingan ini merupakan bagian integral dari strategi yang lebih besar untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk lokal Solo. Isu-isu terkait keamanan dan kehalalan kuliner yang sempat mencuat beberapa waktu lalu menjadikan fokus pada sertifikasi dan legalitas semakin relevan dan mendesak. “Seperti yang disampaikan Pak Sekda, yang halal ya kita bantu sertifikasi halal, yang belum jelas kita bantu clearkan,” jelas Bowo, menekankan pentingnya transparansi dan kejelasan bagi setiap produk. “Kita ingin usaha di Solo makin sehat dan dipercaya masyarakat.”

Tidak hanya itu, HIPMI Solo juga tengah menjajaki berbagai potensi kerja sama dengan sejumlah pihak strategis untuk memperkuat program pelatihan dan pembinaan. Fokus khusus diberikan kepada pelaku UMKM perempuan di wilayah Solo dan sekitarnya, dengan tujuan memberdayakan mereka agar mampu mengembangkan usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Kami ingin pengusaha di sekitar sini juga bisa naik kelas, legalitasnya kuat, dan produknya punya nilai tambah,” kata Bowo, menggambarkan ambisi HIPMI Solo untuk mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan berinovasi. Dengan legalitas yang kuat dan produk bernilai tambah, UMKM Solo diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI, diharapkan Kota Solo dapat terus mempertahankan dan memperkuat reputasinya sebagai pusat kota dengan ekosistem usaha yang kreatif, inovatif, sehat, dan memiliki daya saing tinggi. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mewujudkan visi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

Dalam konteks pertemuan di Bakso Remaja Gading, sebuah insiden sebelumnya menjadi latar belakang penting. Warung bakso tersebut sempat diterpa isu miring mengenai dugaan penggunaan bahan non-halal. Namun, hasil uji laboratorium yang dilakukan secara cermat oleh tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Solo terhadap sampel bakso dari warung tersebut, secara ilmiah membuktikan bahwa tidak ada penggunaan bahan non-halal. Hasil ini memberikan klarifikasi dan memulihkan reputasi kuliner legendaris tersebut.

Menyikapi kejadian tersebut, Sekda Solo Budi Murtono menyatakan bahwa Pemerintah Kota Solo akan mengambil langkah proaktif untuk memperbaiki Standar Operasional Prosedur (SOP) pengawasan UMKM, khususnya di sektor kuliner. Peningkatan SOP ini diharapkan mampu mencegah terulangnya insiden serupa dan memperkuat jaminan keamanan pangan bagi masyarakat.

“Kami ingin hasil pemeriksaan nanti benar-benar clear, baik untuk masyarakat maupun Pemkot. Solo harus tetap dikenal dengan kuliner yang sehat dan halal,” tegas Budi Murtono, menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengawasan. Visi Pemkot adalah menjadikan Solo identik dengan kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga sehat dan terjamin kehalalannya.

Setelah hasil uji laboratorium yang memulihkan namanya, Warung Bakso Remaja Gading telah kembali beroperasi penuh. Sekda Budi Murtono mengungkapkan harapannya agar kuliner legendaris Solo itu dapat segera bangkit kembali dan merebut kepercayaan penuh dari masyarakat.

“Baksonya enak, porsinya besar. Kami ingin kepercayaan konsumen kembali. Pemkot juga terus memantau keamanan kuliner di Solo agar masyarakat merasa aman,” pungkasnya, sembari memberikan apresiasi terhadap cita rasa bakso tersebut. Komitmen Pemkot untuk terus memantau keamanan kuliner menjadi jaminan bagi masyarakat Solo untuk menikmati ragam hidangan tanpa kekhawatiran.

Wall Street Reli: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga?

Pilihan Editor: Pengawasan Label Halal Setelah Heboh Ayam Goreng Widuran

Sumber: MSN Indonesia

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×