HIMBAUAN – Liverpool dianggap memiliki satu pemain yang menyebarkan ‘virus’ performa buruk, sebuah analisis yang menunjuk pada alasan fundamental kemunduran tim raksasa Merseyside di kancah Liga Inggris.
Perjalanan Liverpool di Liga Inggris musim 2025-2026 kini menghadapi turbulensi signifikan. Klub berjuluk The Reds ini tercatat tanpa kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di liga domestik, sebuah tren mengkhawatirkan yang membuat para penggemar cemas dan mempertanyakan arah tim.
Rentetan kekalahan dimulai dengan hasil pahit 1-2 secara berturut-turut ketika menghadapi Crystal Palace, Chelsea, dan rival abadi mereka, Manchester United. Puncak kemunduran ini terjadi pada Sabtu, 25 Oktober 2025, saat Liverpool kembali takluk dengan skor 2-3 dalam lawatan ke markas Brentford, menambah panjang daftar kekalahan mereka dan memperparah krisis kepercayaan diri.
Rangkaian hasil minor ini secara otomatis menggusur Liverpool dari posisi lima besar klasemen sementara, zona yang seharusnya menjadi target utama untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa. Saat ini, tim asuhan Arne Slot tersebut terdampar di tangga ketujuh dengan raihan 15 poin dari sembilan penampilan, sebuah posisi yang jauh dari ekspektasi awal musim.
Kondisi buruk yang menimpa Liverpool ini tak luput dari sorotan tajam Gary Neville, legenda Manchester United sekaligus pandit sepak bola terkemuka. Dalam analisisnya, Neville secara gamblang menuding Milos Kerkez sebagai “biang kerok” utama di balik keterpurukan raksasa Merseyside ini. Menurutnya, performa bek kiri tim nasional Hungaria yang kurang impresif telah menular ke pemain Liverpool lainnya layaknya sebuah virus, merusak kohesi dan kualitas permainan tim secara keseluruhan.
Neville, yang pernah menjadi bek sayap tangguh bagi timnas Inggris, bahkan menyarankan agar Liverpool mengambil langkah drastis dengan tidak lagi memainkan Kerkez untuk sementara waktu. Dalam komentarnya yang dikutip dari Dailymail via BolaSport.com, Neville mengungkapkan, “Di awal musim, saya merasa bek sayap mereka kurang tepat, dan mungkin (Ibrahima) Konate terkadang kurang tepat, tetapi (Virgil) Van Dijk mampu menjaga mereka tetap solid dan Alisson menjadi penjaga gawang, dan Anda punya dua pemain kelas dunia di sana.”

“Namun, virusnya menular. Bukan hanya menyerang bek kiri, yang menurut saya sekarang menjadi kekhawatiran,” lanjut Neville, menegaskan bahwa masalah ini telah menyebar ke area lain. “Kerkez mencetak gol, tetapi melihatnya, saya rasa dia harus ditarik keluar.”
Kekhawatiran Neville tidak hanya terhenti pada Kerkez. Ia juga menyoroti sektor bek kanan Liverpool. “Saya (juga) khawatir tentang bek kanan,” ujarnya. “(Jeremie) Frimpong bukan bek kanan. Conor Bradley diberi kesempatan bermain dan saya mendukung itu karena saya pikir ada banyak talenta di sana, tetapi sulit ketika tim Anda kebobohan gol dan tekanan terus meningkat,” pungkas Neville, menggarisbawahi tekanan berat yang dihadapi para pemain muda dan bek sayap yang tampil tidak pada posisi naturalnya.
Situasi ini memunculkan narasi bahwa tim-tim lawan seolah sudah menemukan celah dan cara untuk menaklukkan Liverpool, sebuah skenario yang diperkirakan membuat pelatih Arne Slot kebingungan dalam mencari solusi.
Data menunjukkan, Milos Kerkez selalu menjadi starter dalam setiap pertandingan Liga Inggris musim ini. Dengan Kerkez bermain sejak menit pertama, statistik Liverpool tercatat menghasilkan lima kemenangan dan empat kekalahan, sebuah catatan yang kurang konsisten dan menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap stabilitas pertahanan.
Pemain berusia 21 tahun itu merupakan salah satu rekrutan anyar The Reds pada bursa transfer musim panas 2025. Kedatangannya ke Anfield menelan biaya fantastis sebesar 40 juta poundsterling atau setara dengan Rp 886,9 miliar, dengan durasi kontrak selama lima tahun, menunjukkan investasi besar yang dilakukan klub terhadapnya.
Sejak bergabung dengan Si Merah, Kerkez telah mencatatkan total 13 penampilan di semua ajang kompetisi, berhasil menyumbangkan satu gol. Namun, performa individu dan dampak timnya kini menjadi sorotan tajam di tengah badai kemunduran yang melanda Liverpool.
Sumber: BolaSport.com


