Olahraga
Beranda / Olahraga / FIFA Cabut Sanksi Bintang Naturalisasi Malaysia!

FIFA Cabut Sanksi Bintang Naturalisasi Malaysia!

HIMBAUANDi tengah badai sanksi FIFA yang menerpa Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi, Facundo Garces, bek tengah Timnas Malaysia, justru mendapatkan angin segar. Klubnya, Deportivo Alaves, secara tegas menyatakan kepercayaan penuh terhadap pemain kelahiran Argentina tersebut, menepis spekulasi yang sempat beredar dan menawarkan perlindungan di masa sulit.

Seperti yang telah diketahui publik sepak bola, tanggal 3 November lalu menjadi momen krusial ketika FIFA menolak banding FAM terkait kasus pemalsuan dokumen naturalisasi. Keputusan ini berujung pada sanksi denda yang dijatuhkan kepada FAM, serta penangguhan aktivitas sepak bola selama 12 bulan dan denda bagi ketujuh pemain naturalisasi yang terlibat. Facundo Garces, dengan segala rekam jejaknya di kancah La Liga, adalah salah satu nama yang masuk dalam daftar pemain yang dijatuhi sanksi berat ini.

Meskipun banding pertamanya ditolak, FAM bertekad untuk tidak menyerah. Federasi tersebut kini menyiapkan langkah hukum selanjutnya dengan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Keputusan ini menandakan pertempuran hukum yang belum usai, di mana banyak pihak menilai Malaysia akan menghadapi tantangan besar untuk memenangkan kasus melawan otoritas sepak bola tertinggi dunia.

Di tengah ketidakpastian ini, suara optimisme justru datang dari Spanyol. Presiden klub Deportivo Alaves, Alfonso Fernandez de Troceniz, menegaskan bahwa Alaves masih menaruh kepercayaan besar pada Facundo Garces. Dalam pernyataannya kepada Noticias de Alava, seperti dikutip oleh SuperBall.id dari Dantri.com.vn, Troceniz menyampaikan, “Kami masih percaya pada Garces. Klub belum membuat keputusan apa pun tentang masa depannya dan masih yakin dia tidak bersalah.” Pernyataan ini menjadi semacam benteng moral dan perlindungan yang kuat bagi sang pemain di tengah badai kontroversi.

Sikap tegas Alaves ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya klub La Liga tersebut sempat menghapus nama Garces dari daftar pemain yang terdaftar di laman resmi mereka. Tindakan tersebut sontak memicu dugaan publik bahwa sang pemain telah ‘ditendang’ atau dilepas oleh klub. Namun, penegasan dari Presiden klub kini meluruskan spekulasi tersebut, menegaskan bahwa penghapusan nama bukan berarti pemutusan hubungan, melainkan mungkin hanya tindakan administratif sementara atau respons terhadap situasi hukum yang belum pasti.

Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Mesin Ekonomi Baru?

Facundo Garces sendiri telah menjadi bagian penting dari Alaves sejak bergabung pada Januari 2025 (merujuk pada data awal yang disebutkan, meskipun secara kronologis ini mungkin keliru mengingat ia sudah bermain). Ia telah membuktikan kualitasnya dengan tampil dalam 16 pertandingan di Liga Spanyol. Pertandingan terakhir yang ia lakoni adalah saat Alaves bermain imbang 1-1 melawan Getafe pada 25 September lalu, di mana bek tengah kelahiran 1999 tersebut menunjukkan penampilan yang impresif dan memukau.

Kasus Garces tampak menjadi pengecualian yang patut diperhatikan. Sementara pemain lain yang tersandung masalah serupa, seperti Gabriel Palmero, telah diputus kontraknya karena sanksi yang diterima, Alaves memilih jalur yang berbeda. Dukungan publik dari jajaran direksi Alaves mengindikasikan keyakinan kuat bahwa Garces hanyalah ‘korban’ dari kesalahan administratif atau penipuan dokumen yang dilakukan oleh FAM, dan tidak terlibat secara langsung dalam praktik penipuan tersebut.

Narasi tentang Garces sebagai korban juga diperkuat oleh media Malaysia. Surat kabar Malaysia, Sinar Harian, baru-baru ini melaporkan bahwa ketujuh pemain naturalisasi tersebut, termasuk Garces, hanyalah korban dari penipuan dokumen yang dilakukan oleh FAM. Laporan tersebut menyebutkan, “Hukuman FIFA tidak hanya mengejutkan FAM, tetapi juga menempatkan ketujuh pemain naturalisasi tersebut dalam situasi yang sangat sulit. Para pemain ini tidak hanya diskors selama 12 bulan, tetapi juga menghadapi masa depan karier yang tidak menentu.”

Di antara para pemain yang terdampak, dua nama yang paling mencolok dan menderita kerugian besar adalah Facundo Garces, yang merupakan pemain bintang di Alaves (La Liga, Spanyol), dan Imanol Machuca, pemain andalan Velez Sarsfield (Argentina). Keduanya memiliki karier yang menjanjikan dan sedang berada di puncak performa, namun kini terpaksa menghentikan semua aktivitas profesional mereka untuk jangka waktu yang signifikan. Skorsing selama satu tahun tentu akan membawa dampak serius pada performa, kebugaran, dan nilai transfer para pemain ini di bursa internasional. Tidak bisa berlaga dalam rentang waktu yang lama akan menyebabkan mereka kehilangan ritme pertandingan, kondisi fisik ideal, dan bahkan posisi mereka di mata klub asal.

Secara faktual, ketujuh pemain tersebut kemungkinan besar tidak menyadari bahwa mereka adalah korban dari kekeliruan fatal yang dilakukan oleh FAM dalam proses pendaftaran dan penyelesaian dokumen. Namun, dalam sepak bola modern yang semakin kompleks, setiap pemain memiliki tanggung jawab untuk memahami dan memastikan asal-usul serta status hukum mereka. Kini, semua telah terjadi, dan harapan besar tertumpu pada putusan CAS yang diharapkan dapat membantu para pemain tersebut memulihkan karier dan reputasi mereka yang tercoreng di kancah internasional.

Rivan Nurmulki: Ancaman Indonesia di SEA Games 2025?

Sumber: Dantri.com.vn dan Sinar Harian

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×