Olahraga
Beranda / Olahraga / Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Mesin Ekonomi Baru?

Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Mesin Ekonomi Baru?

HIMBAUANJAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa industri olahraga nasional memiliki potensi luar biasa untuk menjadi kekuatan ekonomi baru Indonesia. Sektor ini, mulai dari subsektor alat olahraga, pakaian (apparel), hingga alas kaki, menunjukkan indikator pertumbuhan yang kuat, siap memacu perekonomian dan meningkatkan daya saing di pasar global. Pernyataan optimis ini disampaikan Menperin di Jakarta, pada Rabu (26/11/2025), menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam mengembangkan industri strategis ini.

Menurut Menperin Agus, performa ekspor yang terus meningkat, kualitas produk yang semakin kompetitif, serta keseriusan dalam penerapan standardisasi menjadi bukti nyata kesiapan industri olahraga Indonesia di panggung dunia. Data menunjukkan, industri alat olahraga tanah air secara konsisten mencatatkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2024, nilai ekspor subsektor ini berhasil tumbuh sebesar 4,6 persen, mencapai angka 275,3 juta dolar AS. Momentum positif ini berlanjut hingga September 2025, dengan nilai ekspor yang telah menyentuh 222,3 juta dolar AS, menandai kenaikan signifikan 11,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Produk-produk olahraga buatan Indonesia tidak hanya tumbuh di pasar domestik, tetapi juga semakin kokoh di kancah internasional. Destinasi ekspor utama meliputi pasar-pasar strategis seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan Tiongkok, menunjukkan penerimaan global terhadap kualitas dan inovasi produk dalam negeri. Kehadiran Indonesia dalam rantai pasok global ini tidak terlepas dari fondasi industri yang kuat di dalam negeri.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), Indonesia memiliki 128 unit industri alat olahraga yang tersebar di berbagai provinsi. Sektor ini telah berhasil menyerap lebih dari 15.600 tenaga kerja, memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja. Pulau Jawa sendiri menjadi jantung produksi utama, dengan 14 sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) alat olahraga yang berfungsi sebagai pusat pengembangan produksi, pembinaan, dan inovasi teknologi.

Tidak hanya alat olahraga, subsektor industri sepatu olahraga juga menorehkan prestasi gemilang sebagai salah satu komoditas industri pengolahan nonmigas terbesar penyumbang nilai ekspor. Komoditas ini menduduki posisi kesembilan terbesar dengan Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor utamanya. Keunggulan industri sepatu olahraga ini semakin diperkuat dengan nilai ekspor yang mencapai 3,06 miliar dolar AS dalam periode Januari hingga Agustus 2025. Sementara itu, di subsektor apparel, industri pakaian berkontribusi sekitar 4,3 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, dengan pertumbuhan nilai tambah bruto yang mencapai 5,07 persen pada periode Januari hingga September 2025.

Spoiler One Piece 1167 Konflik Elbaph Memanas, Loki Mengamuk Usai Ida Diracun

Guna memperkuat daya saing dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan industri olahraga nasional, Menperin Agus Gumiwang menjelaskan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) secara aktif mendorong para pelaku industri untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Implementasi SNI ini didukung oleh program pengembangan industri alat olahraga yang terintegrasi, mencakup mekanisme sertifikasi produk yang komprehensif, mulai dari pendaftaran, proses sertifikasi oleh lembaga berwenang, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, hingga penerbitan sertifikat SNI.

Kemenperin juga aktif mendorong kebijakan izin edar yang berbasis pada ambang batas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta pemberlakuan SNI wajib untuk berbagai jenis alat olahraga. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap produk yang beredar di pasar Indonesia tidak hanya memenuhi standar mutu dan keamanan, tetapi juga memiliki tingkat kandungan lokal yang memadai. Menperin dengan tegas menyatakan bahwa penguatan TKDN dan standardisasi melalui SNI adalah dua instrumen vital dalam membangun kemandirian serta meningkatkan kualitas industri olahraga nasional secara menyeluruh.

Hingga saat ini, sebanyak 37 pelaku industri telah berhasil menghasilkan produk dengan nilai TKDN di atas 65 persen. Produk-produk ini sangat beragam, meliputi bola, raket, shuttlecock, perlengkapan gymnastic, hingga peraga pendidikan. Menperin menjelaskan bahwa melalui kebijakan TKDN, pemerintah berambisi untuk memastikan setiap belanja produk olahraga nasional dapat memberikan nilai tambah yang maksimal bagi industri dalam negeri, sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Bersamaan dengan itu, penerapan SNI terus diperluas sebagai bentuk perlindungan konsumen sekaligus upaya peningkatan daya saing produk. Saat ini, telah tercatat enam pelaku industri yang menjadi pionir dalam menghasilkan produk ber-SNI yang sejalan dengan standar federasi internasional. Menperin juga menekankan bahwa proses sertifikasi untuk Surat Persetujuan Penggunaan Tanda (SPPT) SNI telah dibuat lebih selektif. “Proses sertifikasi SPPT SNI memang kami buat lebih sulit dengan tujuan untuk melindungi industri dalam negeri dan juga perlindungan konsumen,” ujarnya.

Sinergi antara penerapan TKDN dan SNI ini terbukti memberikan dampak signifikan. Dampak tersebut meliputi penumbuhan industri dalam negeri, peningkatan daya saing di pasar global, perluasan kesempatan usaha bagi pelaku industri, serta pembangunan fondasi yang kuat agar industri alat olahraga nasional dapat menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.

Hitung Weton Jodoh: Rahasia Pernikahan Langgeng?

Dalam rangka memperkuat ekosistem industri olahraga domestik, Kemenperin dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Selasa (25/11/2025). Ruang lingkup kerja sama yang strategis ini mencakup berbagai aspek penting, termasuk penguatan rantai pasok industri olahraga, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program pelatihan dan pemagangan, integrasi data dan teknologi untuk efisiensi, promosi massif penggunaan produk lokal, hingga pengembangan kawasan industri tematik yang berfokus pada olahraga. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama bagi kemajuan industri olahraga Indonesia ke depan.

Sumber: Kementerian Perindustrian

Facebook Comments Box

POPULER





November 2025
SSRKJSM
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
×
×