HIMBAUAN – Matthijs de Ligt sekali lagi membuktikan kapasitasnya sebagai bek tangguh dengan sentuhan heroik. Pada pekan ke-11 Liga Inggris musim 2025/26 yang penuh drama, tepatnya Sabtu (8/11/2025), punggawa Manchester United tersebut menjadi penyelamat timnya dari jurang kekalahan saat menghadapi Tottenham Hotspur. Gol perdananya musim ini hadir di momen krusial, mengubah skor akhir menjadi imbang 2-2 di Tottenham Hotspur Stadium, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Setan Merah menjadi lima pertandingan berturut-turut.
Pertandingan yang dihelat di markas kebanggaan Spurs tersebut sejak awal diprediksi akan menyajikan tensi tinggi. Kedua tim yang sama-sama mengincar posisi terbaik di klasemen Liga Inggris menunjukkan determinasi kuat. Manchester United, dengan ambisi menjaga tren positif, dan Tottenham Hotspur, yang ingin mempertahankan dominasi di kandang sendiri, saling beradu taktik dan kekuatan fisik sepanjang 90 menit plus waktu tambahan yang mendebarkan. Atmosfer stadion yang bergemuruh menambah panasnya duel dua tim papan atas tersebut.
Babak pertama menjadi saksi keunggulan awal tim tamu. Manchester United berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-32 melalui aksi Bryan Mbeumo. Berawal dari umpan silang akurat yang dilepaskan oleh Amad Diallo, Mbeumo menyambut bola dengan sundulan terarah yang tak mampu dijangkau kiper lawan. Gol ini sontak membuat para pendukung Setan Merah bersorak gembira, memberikan keunggulan 1-0 yang diharapkan bisa menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Erik ten Hag. Momen tersebut menunjukkan efektivitas serangan balik United yang tajam dan terkoordinasi.
Namun, keunggulan satu gol tidak membuat Manchester United lantas bisa bernapas lega. Usai tertinggal, Tottenham Hotspur yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri tak tinggal diam. Tim asuhan Thomas Frank itu segera meningkatkan intensitas serangan dan mulai mendominasi penguasaan bola. Tekanan tanpa henti dilancarkan ke lini pertahanan Manchester United, memaksa barisan belakang Setan Merah bekerja ekstra keras. Beberapa peluang berbahaya berhasil diciptakan oleh Spurs, salah satunya melalui tendangan keras Cristian Romero pada menit ke-54, yang kemudian disusul oleh sepakan akrobatik dari João Palhinha pada menit ke-57. Beruntung, kiper Manchester United, Senne Lammens, tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan gemilang yang berhasil menggagalkan upaya-upaya tersebut, menjaga gawangnya tetap perawan di tengah gempuran.
Kegigihan Tottenham akhirnya membuahkan hasil dramatis menjelang akhir pertandingan. Setelah terus-menerus menggedor pertahanan lawan, Spurs berhasil membalikkan keadaan dalam tempo singkat yang mengejutkan. Mathys Tel menjadi aktor pertama kebangkitan tuan rumah, mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-84, memanfaatkan kelengahan barisan belakang United. Euforia di Tottenham Hotspur Stadium semakin memuncak ketika di masa tambahan waktu, tepatnya menit 90+1, Richarlison berhasil mencetak gol kedua, membawa Tottenham berbalik unggul 2-1. Momen ini menjadi pukulan telak bagi Manchester United yang sempat berada di atas angin, kini justru terancam pulang dengan tangan hampa.
Saat Manchester United berada di ambang kekalahan, dengan waktu yang semakin menipis di masa perpanjangan waktu, muncullah sosok penyelamat yang tak terduga. Sebuah momen epik terjadi berkat aksi heroik Matthijs de Ligt. Berawal dari tendangan sudut presisi yang dieksekusi oleh maestro lini tengah, Bruno Fernandes, De Ligt dengan sigap melompat tinggi, memenangkan duel udara di dalam kotak enam yard. Dengan kekuatan dan ketepatan luar biasa, bek asal Belanda itu melepaskan sundulan keras yang menghujam sudut kanan atas gawang Tottenham, tanpa mampu diantisipasi kiper lawan. Gol dramatis ini, yang sekaligus menjadi gol perdana Matthijs de Ligt di Liga Inggris musim ini, memastikan skor akhir berubah menjadi 2-2, mengamankan satu poin berharga bagi Manchester United.
Pasca pertandingan yang penuh gejolak emosi tersebut, Matthijs de Ligt tidak menyembunyikan perasaannya. Ia mengaku senang bahwa Manchester United berhasil membawa pulang satu poin dari markas Tottenham. “Untungnya kami mendapatkan satu poin,” ujar de Ligt, seperti dikutip dari BBC Sport, Sabtu (8/11/2025). Namun, di balik kelegaan itu, bek tengah berusia 26 tahun tersebut menyimpan keyakinan kuat bahwa timnya sejatinya layak mendapatkan hasil yang lebih baik, bahkan kemenangan, jika melihat kualitas permainan yang mereka tampilkan. Komentar ini mencerminkan mentalitas juara dan standar tinggi yang dipegang oleh De Ligt dan rekan-rekannya.
De Ligt kemudian menganalisis jalannya pertandingan, khususnya performa tim di babak kedua yang sempat menurun. “Tetapi saya rasa kami pantas mendapatkan lebih jika melihat cara kami bermain,” sambungnya. “Permainan kami di babak kedua sedikit menurun, dan tidak banyak memiliki kesempatan untuk keluar dari wilayah sendiri.” Namun, terlepas dari penurunan performa tersebut, ia tetap menaruh kebanggaan atas semangat juang yang ditunjukkan oleh seluruh anggota tim. “Akan tetapi, saya bangga dengan bagaimana tim berjuang dan berhasil meraih satu poin,” tegasnya, menunjukkan apresiasi terhadap ketahanan mental tim di bawah tekanan.
Hasil imbang kontra Tottenham Hotspur ini menjadi bukti konkret akan kekuatan mental dan konsistensi Manchester United dalam beberapa laga terakhir. Dengan raihan satu poin ini, Setan Merah kini memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi lima pertandingan berturut-turut di Liga Inggris. Rapor impresif ini mencatatkan dua hasil imbang dan tiga kemenangan, sebuah performa yang menunjukkan peningkatan signifikan dan stabilitas tim. Tren positif ini menjadi modal berharga untuk menghadapi jadwal pertandingan padat ke depannya, memupuk kepercayaan diri para pemain dan staf pelatih.
Melihat perjalanan musim yang masih panjang, Matthijs de Ligt tetap menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap prospek Manchester United di sisa kompetisi. Ia memahami bahwa setiap poin sangat berharga, dan menahan imbang di laga tandang kontra tim kuat seperti Spurs jauh lebih baik daripada menelan kekalahan. “Musim ini masih panjang, dan menahan imbang dua laga lebih baik daripada kalah,” ujar De Ligt, menunjukkan perspektif jangka panjangnya. Ia percaya bahwa timnya memiliki potensi besar dan mampu memanfaatkan setiap kesempatan.
De Ligt juga memberikan pandangan taktisnya mengenai pertandingan, menyoroti bagaimana Manchester United mampu mengeksploitasi kelemahan lawan. “Anda bisa lihat hari ini kami, kami tahu kekuatan kami dan memanfaatkannya dengan baik,” jelasnya. “Hari ini kami punya lebih banyak peluang untuk menusuk pertahanan mereka karena mereka cukup rentan.” Pernyataan ini menegaskan bahwa tim telah melakukan persiapan matang dan memiliki strategi jelas untuk menghadapi lawan. “Kami bermain bagus dan saya rasa kami pantas mendapatkan sedikit lebih,” pungkasnya, kembali menegaskan keyakinannya akan kualitas tim.
Dengan tambahan satu poin ini, Manchester United kini menempati posisi ke-7 dalam tabel klasemen Liga Inggris, mengumpulkan total 18 poin dari 11 pertandingan. Perolehan ini menempatkan mereka hanya berjarak satu angka dari Tottenham Hotspur, yang sementara ini menduduki urutan runner-up klasemen. Jarak poin yang tipis ini menunjukkan betapa kompetitifnya Liga Inggris musim ini dan betapa krusialnya setiap poin yang diraih. Hasil imbang ini menjaga asa Manchester United untuk terus merangsek ke papan atas dan bersaing memperebutkan tiket ke kompetisi Eropa.
(Sumber: Tribunnews.com/Bayu Panegak)


