Panas
Beranda / Panas / Budi Arie Gabung? Gerindra Belum Beri Lampu Hijau!

Budi Arie Gabung? Gerindra Belum Beri Lampu Hijau!

HIMBAUANSebuah dinamika politik menarik kini menjadi sorotan publik menyusul pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai niatnya untuk bergabung dengan Partai Gerindra. Keputusan strategis ini, yang diungkapkannya pasca terpilih kembali sebagai pemimpin organisasi relawan terbesar tersebut, masih menunggu lampu hijau dari partai berlambang Garuda itu. Pernyataan Budi Arie ini mengindikasikan adanya pergeseran peta kekuatan politik yang patut dicermati.

Dalam sebuah sesi wawancara yang berlangsung setelah Kongres III Projo di Jakarta Pusat, pada Minggu, 2 November 2025, Budi Arie Setiadi menjelaskan posisinya. “Saya baru menyampaikan niat untuk meminta izin. Apakah diizinkan atau tidak oleh pihak Gerindra? Kita belum resmi bergabung. Ini masih dalam tahap awal, baru sebatas keinginan untuk merapat,” ujarnya, menegaskan bahwa proses tersebut masih berada pada fase penjajakan dan belum final. Kehati-hatian dalam penyampaian ini menunjukkan adanya pertimbangan matang di balik setiap langkah politik yang diambilnya.

Merespons potensi perpindahan sang ketua umum, Budi Arie mengungkapkan bahwa rekan-rekan seperjuangan dalam organisasi Projo telah memberikan restu penuh. Mereka menyerahkan sepenuhnya keputusan besar ini kepada Budi Arie. Meski demikian, ia tidak secara eksplisit menyatakan bahwa seluruh anggota Projo akan serta merta mengikuti jejaknya. Namun, ia mengisyaratkan sebuah kemungkinan besar: “Apabila ketua umumnya bergabung dengan Gerindra, sangat mungkin sebagian besar anggotanya akan turut mengikuti,” sebuah pernyataan yang menandakan pengaruh kuat kepemimpinan terhadap arah politik organisasi.

Sebagai sosok yang pernah menjabat Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi mengonfirmasi bahwa ia telah melakukan komunikasi awal dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tatap muka dengan Prabowo dijadwalkan akan terlaksana dalam waktu dekat, sebuah momen krusial yang diprediksi akan menjadi penentu. “Nantinya, kami akan menyerahkan hasil Kongres III ini, yang merupakan forum tertinggi organisasi Projo, kepada Bapak Presiden Prabowo. Di dalamnya terdapat rekomendasi dan resolusi penting yang kami hasilkan,” pungkasnya, menunjukkan bahwa langkah ini bukan hanya pribadi, melainkan juga membawa mandat organisasi.

Menanggapi kabar ini, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa ia belum mendapatkan informasi langsung mengenai keinginan mantan Menteri Koperasi tersebut untuk bergabung dengan partainya. “Saya pribadi belum mendengar informasi ini secara langsung. Nanti, jika sudah ada komunikasi resmi atau saya dengar langsung, tentu akan segera saya tanggapi,” kata Dasco kepada awak media di sela-sela perhelatan kongres di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Sabtu sore, 1 November 2025.

Geger! Surat Pemecatan Gus Yahya dari Ketum PBNU Beredar

Meskipun demikian, Dasco menegaskan bahwa Partai Gerindra, yang saat ini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, senantiasa membuka pintu lebar-lebar bagi siapa pun yang memiliki niat tulus untuk bergabung dan berkontribusi. “Gerindra selalu siap menyambut gelombang besar aspirasi dari berbagai kalangan. Setiap aspirasi yang datang, tentu akan kami pertimbangkan untuk diakomodasi dengan baik,” jelasnya, menyoroti prinsip keterbukaan partai dalam memperkuat barisan dan mewujudkan visi politiknya.

Dalam konteks yang sama, Kongres III Projo telah mencapai puncaknya dengan kembali menetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketua Umum Projo secara aklamasi. Keputusan ini diambil dalam sidang pleno yang berlangsung di Hotel Grand Sahid, Jakarta, pada 2 November 2025. Proses penetapan ini berlangsung secara demokratis dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh peserta kongres.

“Dengan ini, ditetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketua Umum Projo periode 2025-2030, sekaligus sebagai ketua formatur yang bertugas menyusun kepengurusan dewan pimpinan pusat Projo untuk periode yang sama,” tegas Ketua Pimpinan Sidang Kongres Projo ke-III, Freddy Damanik, di Jakarta, pada tanggal yang sama. Untuk memastikan kesepakatan menyeluruh, Freddy kemudian menanyakan persetujuan kepada para peserta kongres sebanyak tiga kali, dan setiap kali dijawab dengan teriakan “sepakat” yang menggema, menunjukkan soliditas dan dukungan kuat terhadap kepemimpinan Budi Arie.

Tidak hanya menetapkan ketua umum, Kongres III Projo juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis melalui sidang komisi politik. Freddy Damanik memaparkan lima resolusi penting yang menjadi landasan gerak Projo ke depan. Pertama, Projo berkomitmen untuk mendukung dan memperkuat pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Kedua, organisasi ini akan terus mendukung dan memperkuat agenda politik Presiden Prabowo hingga tahun 2029. Ketiga, Projo akan melakukan transformasi organisasi guna menjawab tantangan dan situasi nasional yang terus berkembang saat ini. Keempat, Projo akan mendorong terciptanya politik persatuan nasional. Dan kelima, Projo bertekad untuk turut serta membantu pemerintah dalam mencapai visi besar Indonesia Emas 2045.

Setelah seluruh rangkaian sidang pleno dan pengumuman resolusi tuntas, Freddy Damanik secara resmi menutup Kongres III Projo, menandai berakhirnya sebuah momentum penting bagi organisasi relawan ini dalam menentukan arah dan langkah politiknya ke depan. Dinamika yang terjadi dalam kongres ini, ditambah dengan pernyataan Budi Arie, menunjukkan Projo tengah mempersiapkan diri untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam lanskap politik nasional yang terus berubah.

UMP 2026: Kenapa Pemerintah Belum Umumkan?

Evana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Budi Arie Minta Tidak Ada Framing Projo Pisah dengan Jokowi

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×