HIMBAUAN – Kota Medan kembali menjadi sorotan para pecinta buku, sekaligus penutup rangkaian tur akbar Big Bad Wolf (BBW) 2025 di Indonesia. Bazar buku internasional yang dikenal dengan diskon fantastis ini hadir membawa sejuta koleksi buku baru, dengan potongan harga hingga 80 persen, siap memanjakan dahaga literasi masyarakat.
Digelar di Lower Ground Delipark Mall, festival buku akbar ini berlangsung mulai tanggal 24 November hingga 7 Desember 2025. Pengunjung dapat menikmati pengalaman berburu buku setiap hari, dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, tanpa dipungut biaya masuk. Kesempatan emas ini menjadi magnet bagi semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa, untuk menyelami lautan ilmu dan imajinasi.
Mengusung misi mulia “Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu”, Big Bad Wolf secara khusus menargetkan peningkatan minat literasi sejak usia dini. Komitmen ini tercermin jelas dari dominasi koleksi buku anak-anak yang mencapai 70 persen dari total satu juta buku yang ditawarkan. Marthius Wandi Budianto, Country Director Big Bad Wolf Indonesia, mengungkapkan alasan di balik fokus ini saat berada di Medan pada Selasa, 11 November 2025. “Banyak retail buku impor di Indonesia, tapi jarang menyediakan buku impor anak. Kebanyakan fokus ke buku dewasa dan remaja. Kami ingin mendorong literasi sejak kecil,” ujarnya.
BBW tidak hanya menghadirkan buku-buku biasa, melainkan juga koleksi inovatif yang dirancang untuk merangsang motorik dan kreativitas anak. Buku-buku interaktif seperti sound book yang mengeluarkan suara, touch and feel book dengan tekstur beragam, dan pop-up book yang menghidupkan cerita, menjadi kategori terlaris di kota-kota sebelumnya. Tak hanya itu, tersedia pula novel fiksi populer, buku pengembangan diri, novel grafis, dan komik dari penerbit ternama, baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, termasuk edisi hardcover. “Buku-buku itu untuk membantu anak-anak belajar ngomong. Sekarang kan, kayak soundbook, kalau dipencet bisa bantu ngomong dalam bahasa Inggris, membantu anak-anak untuk belajar. Ini ajang yang tak boleh dilewatkan pembaca di segala usia,” tambah Wandi.
Tahun ini, Big Bad Wolf tampil dengan konsep baru yang mengutamakan kenyamanan, kemudahan akses, dan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan bagi semua pengunjung. Pemindahan lokasi ke Delipark Mall, sebuah pusat perbelanjaan strategis, diharapkan mempermudah pecinta buku dan pembaca baru untuk menemukan koleksi yang sesuai dengan gaya hidup mereka. “Kami membawakan suasana festival. Teman-teman bisa menemukan banyak koleksi buku yang mungkin belum pernah dilihat. Selain buku-buku unik, komik-komik Marvel dan DC kami diskon 80 persen. Juga banyak hadiah menarik yang bisa dimenangkan teman-teman yang berkunjung,” kata Wandi lagi, menggambarkan suasana meriah yang disajikan.
Komitmen Big Bad Wolf untuk membuat buku dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci di balik keberanian mereka membawa jutaan buku dengan harga yang sangat terjangkau. Wandi menjelaskan bahwa BBW selalu menargetkan untuk menjangkau pembaca baru di setiap kota yang dikunjungi, mulai dari anak-anak, remaja, hingga generasi produktif. Ia menegaskan bahwa buku-buku yang ditawarkan dihargai jauh di bawah harga retail konvensional. “Contohnya buku Harry Potter seharga Rp 120 ribu, di retail lain jarang sekali, bahkan hampir nggak mungkin. Begitu juga dengan koleksi buku-buku edisi khusus, di sini bisa didapatkan dengan harga di bawah Rp 1 juta. Tujuannya supaya buku bisa diakses semua kalangan masyarakat. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak membeli buku,” jelasnya, mendorong masyarakat untuk tidak ragu berinvestasi dalam literasi.
Wandi menaruh harapan besar bahwa bazar ini akan memberi dampak positif terhadap tingkat literasi masyarakat Medan. Menurutnya, setiap kota memiliki semangat literasinya sendiri, dan antusiasme serta rasa ingin tahu masyarakat Medan sangat luar biasa. BBW Medan 2025 diharapkan menjadi ruang perayaan literasi, tempat keluarga dan komunitas dapat berkumpul, membaca, dan berbagi cerita, baik bagi para pecinta buku maupun pembaca baru. “Hopefully, teman-teman bisa menemukan satu, dua atau tiga buku yang bisa menginspirasi dan mengubah hidupnya,” tuturnya penuh harap.
Di balik kesuksesan Big Bad Wolf, terdapat visi besar dari pendirinya, Andrew Yap. Ia menuturkan perjalanan BBW dari Malaysia hingga kini berhasil menjangkau 57 kota di 17 negara, dengan misi menanamkan kecintaan membaca dan memperkuat literasi global. Big Bad Wolf Books berawal dari cita-cita sederhana: membuat buku lebih terjangkau dan mudah diakses siapa saja, di mana saja. “Kami sangat senang akhirnya bisa hadir kembali di Medan. Kota ini penuh semangat dan energi, selaras dengan misi kami membawa kegembiraan membaca ke lebih banyak orang. Big Bad Wolf bukan hanya tentang membeli buku, tapi juga tentang membangun kebiasaan membaca untuk berimajinasi, menginspirasi dan memotivasi,” kata Andrew, menggarisbawahi dampak jangka panjang dari gerakan ini.
Dukungan strategis dari PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) turut menyemarakkan gelaran BBW Medan 2025 dengan berbagai keuntungan khusus bagi nasabah. Pengunjung dapat menikmati tambahan diskon hingga 10 persen, serta promo spesial yang dirancang khusus bagi pelajar yang ingin memperluas wawasan mereka dengan buku-buku pilihan. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen Big Bad Wolf Indonesia dan BCA dalam mendukung gerakan literasi nasional. “Kami bangga menjadi bagian dari gerakan literasi. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Selain diskon tambahan, kami menyediakan berbagai promo menarik untuk memberi pengalaman terbaik bagi pengunjung,” ujar Head of Merchant Business Functional Office Medan BCA, Agus Sumiko.
Pilihan Editor: Bazar Buku Tetap Laku
Sumber: MSN


