Ekonomi
Beranda / Ekonomi / BI Gelontorkan Rp270 Triliun, Borong SBN!

BI Gelontorkan Rp270 Triliun, Borong SBN!

HIMBAUANJAKARTA — Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui serangkaian kebijakan moneter proaktif. Salah satu langkah terdepan yang diambil bank sentral adalah pembelian masif surat utang pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder, yang hingga awal November 2025 telah mencapai angka signifikan Rp269,97 triliun.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal IV/2025 di Jakarta, Senin (3/11/2025), mengungkapkan rincian upaya bank sentral tersebut. “Total nilai pembelian SBN pemerintah dari pasar sekunder, terhitung sejak Januari 2025 hingga posisi 30 Oktober 2025, hampir mencapai Rp270 triliun,” jelas Perry. Ia menambahkan, dari total tersebut, Rp199,9 triliun merupakan pembelian langsung dari pasar sekunder dan bagian dari program debt switching dengan pemerintah, menegaskan peran aktif BI dalam menopang pasar keuangan domestik.

Langkah pembelian SBN ini merupakan pilar utama dari empat strategi kebijakan moneter Bank Indonesia yang dirancang secara cermat untuk menjaga momentum stabilitas sekaligus memacu laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada sisi likuiditas pasar, tetapi juga bertujuan menciptakan iklim investasi yang kondusif di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berkembang.

: Menkeu Purbaya dan Gubernur BI Kompak Prediksi Ekonomi 2025 RI Tumbuh di Atas 5%

Selain intervensi di pasar SBN, kebijakan moneter BI juga melibatkan penyesuaian suku bunga acuan. Perry Warjiyo memaparkan bahwa otoritas moneter telah menurunkan BI Rate secara bertahap hingga mencapai level 4,75%. Penurunan ini dilakukan sebanyak 25 basis poin (bps) masing-masing pada bulan Juli, Agustus, dan September 2025. Apabila diakumulasikan sejak September 2024, total pemangkasan suku bunga telah mencapai 150 bps atau setara dengan 1,5%. Kebijakan relaksasi suku bunga ini bertujuan untuk menstimulasi kredit perbankan, mendorong konsumsi, serta investasi guna mempercepat pemulihan dan ekspansi ekonomi nasional.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

: : BI Buka Peluang Pangkas BI Rate Lagi Tahun Ini Demi Genjot Ekonomi

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia juga secara intensif melakukan intervensi di pasar valuta asing. Intervensi ini dilaksanakan di pasar domestik melalui transaksi tunai, spot, dan domestic non-delivery forward (DNDF), serta di pasar luar negeri melalui non-delivery forward (NDF). Langkah ini sangat krusial untuk memitigasi gejolak eksternal yang dapat mempengaruhi stabilitas kurs, sekaligus menjaga daya saing ekonomi nasional di kancah global.

Selanjutnya, Bank Indonesia secara konsisten menerapkan kebijakan ekspansi likuiditas moneter. Tujuannya adalah untuk memperkuat transmisi kebijakan penurunan suku bunga, meningkatkan ketersediaan likuiditas di pasar, serta mempercepat pendalaman pasar uang dan valuta asing. Salah satu implementasinya adalah dengan mengurangi porsi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) secara signifikan. Sejak Januari 2025, porsi SRBI telah diturunkan senilai Rp210,8 triliun.

: : Bank of China Hong Kong Mendukung Pemerintah RI Terbitkan Dim Sum Bond

“Kalau kami hitung sejak awal tahun, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia telah turun sebesar Rp210,8 triliun dari posisi awal tahun Rp916,96 triliun menjadi Rp706,1 triliun pada posisi 27 Oktober 2025,” terang Gubernur Perry. Pengurangan SRBI ini memberikan ruang likuiditas yang lebih besar bagi perbankan untuk menyalurkan kredit, mendukung aktivitas ekonomi riil, dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

Melalui kombinasi strategi pembelian SBN, penurunan suku bunga, stabilisasi nilai tukar rupiah, dan ekspansi likuiditas, Bank Indonesia menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga fondasi ekonomi Indonesia. Kebijakan-kebijakan ini secara sinergis berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global dan dinamika domestik.

Sumber: MSN Indonesia

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×