Olahraga
Beranda / Olahraga / Ballon d’Or: Era Messi Berakhir, Mahkota Juara Baru Lahir!

Ballon d’Or: Era Messi Berakhir, Mahkota Juara Baru Lahir!

Apakah Kemenangan Ousmane Dembele Mengembalikan Kesakralan Trofi Liga Champions bagi Ballon d’Or?

Dunia sepak bola kini kembali menyaksikan dominasi Liga Champions dalam penentuan peraih Ballon d’Or. Penyerang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele, resmi dinobatkan sebagai pemenang Bola Emas edisi tahun ini, melalui seremoni bergengsi di Theatre du Chatelet pada Senin, 22 September 2025. Kemenangan ini secara signifikan menandai kembalinya trofi Ballon d’Or ke tangan seorang juara Liga Champions pada tahun yang sama, sebuah pola yang sempat luntur dalam beberapa musim terakhir. Dembele, dengan performa gemilangnya, berhasil mengamankan gelar pesepak bola terbaik pria, sebuah pengakuan atas musim luar biasanya bersama PSG.

Bagaimana Ousmane Dembele Mengungguli Lamine Yamal dalam Perebutan Ballon d’Or 2025?

Dalam persaingan sengit untuk gelar individu paling prestisius ini, Ousmane Dembele berhasil mengalahkan pesaing terkuatnya, wonderkid Barcelona, Lamine Yamal. Penyerang berusia 28 tahun ini memainkan peran krusial dalam keberhasilan Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions musim lalu. Trofi Si Kuping Besar yang sangat dihormati ini melengkapi koleksi tiga gelar domestik bagi skuad asuhan Luis Enrique, menjadikan musim tersebut sebagai musim yang paripurna bagi PSG. Di sisi lain, Lamine Yamal ‘hanya’ mampu membawa Barcelona meraih tiga titel kejuaraan lokal. Perjalanannya di Liga Champions harus terhenti di babak semifinal, kala timnya takluk di tangan Inter Milan. Kontras pencapaian di kompetisi Eropa ini menjadi faktor penentu yang membedakan kedua pemain, mengangkat Dembele ke puncak penghargaan individu.

Spoiler One Piece 1167 Konflik Elbaph Memanas, Loki Mengamuk Usai Ida Diracun

Daftar Lengkap Pemenang Ballon d’Or 2025: Dembele Sabet Trofi Bola Emas, Lamine Yamal Buat Sensasi

Kemenangan Dembele tahun ini sekaligus mengakhiri tren yang menempatkan pemenang Ballon d’Or tidak harus menjadi juara Eropa untuk mendapatkan Bola Emas di tahun yang sama. Tren ini telah menjadi fenomena yang semakin sering terlihat dalam beberapa tahun ke belakang, menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana trofi Liga Champions masih dianggap sakral sebagai modal utama untuk meraih penghargaan individu tertinggi ini. Sebelum Dembele, empat dari lima pemenang terakhir Ballon d’Or justru bukan berasal dari tim kampiun Liga Champions, mengindikasikan pergeseran kriteria penilaian yang signifikan.

Mengapa Tren Pemenang Ballon d’Or Tanpa Gelar Liga Champions Menjadi Sorotan?

Tren ini memuncak karena pencapaian luar biasa Lionel Messi, yang menyabet Ballon d’Or pada edisi 2019, 2021, dan 2023 tanpa pernah meraih gelar Liga Champions di tahun-tahun tersebut. Namun, untuk edisi 2023, perlu dicatat bahwa trofi tersebut berhasil diamankan berkat supremasi tertinggi di dunia sepak bola, yaitu Piala Dunia, yang ia raih bersama timnas Argentina. Gelar akbar Messi di level internasional itu melampaui pencapaian Rodri, yang sebelumnya sukses menuai *treble winners* bersama Manchester City pada musim 2022-2023. Pencapaian di Piala Dunia 2022 menunjukkan bagaimana faktor turnamen internasional besar dapat mengubah dinamika persaingan Ballon d’Or secara drastis.

Bagaimana Kasus Rodri dan Vinicius Junior Menggambarkan Dinamika Ballon d’Or Terbaru?

Hitung Weton Jodoh: Rahasia Pernikahan Langgeng?

Satu tahun berikutnya, pada edisi 2024, Rodri seolah mendapatkan gelar yang tertunda. Keberhasilannya membantu timnas Spanyol menjuarai Piala Eropa menghasilkan trofi Ballon d’Or 2024 bagi dirinya. Namun, pada tahun yang sama, Vinicius Junior justru bertindak sebagai ‘tumbal’ dari tren yang berubah ini. Vini harus menerima kekalahan dalam persaingan Bola Emas, meskipun perannya sangat krusial dalam membawa Real Madrid mengawinkan titel Liga Spanyol dan Liga Champions. Situasi ini menyoroti kompleksitas dalam penentuan pemenang Ballon d’Or, di mana performa klub yang luar biasa sekalipun terkadang harus bersaing dengan pencapaian di level tim nasional.

Ada Andil Lionel Messi dan Barcelona di Balik Kesuksesan Ousmane Dembele Raih Ballon d’Or 2025

Dalam periode yang sama sejak 2019, hanya Karim Benzema yang muncul sebagai pemenang Ballon d’Or sekaligus peraih trofi Liga Champions bersama Real Madrid pada tahun 2022. Kasusnya menjadi pengecualian yang menegaskan dominannya tren pemenang tanpa UCL dalam beberapa tahun belakangan. Mundur sedikit lebih jauh ke masa lalu, kesuksesan Lionel Messi pada tahun 2010 dan Cristiano Ronaldo pada tahun 2013 sebagai pemain terbaik dunia versi anugerah garapan France Football itu juga terus menjadi kontroversi. Messi dan Ronaldo dianggap ‘mencuri’ Ballon d’Or dari Wesley Sneijder (Inter Milan) dan Franck Ribery (Bayern Munchen). Padahal, Sneijder dan Ribery kala itu berhasil menutup musim dengan raihan *treble winners*, termasuk gelar juara Liga Champions, bersama klub masing-masing, memicu perdebatan panjang tentang kriteria dan keadilan penghargaan tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa, meski Liga Champions tetap menjadi tolok ukur penting, penentuan Ballon d’Or kini melibatkan spektrum pertimbangan yang lebih luas, mencakup performa di turnamen internasional dan kontribusi individu yang signifikan, terlepas dari hasil akhir di kompetisi klub tertinggi Eropa. Kemenangan Ousmane Dembele pada tahun 2025 kini berusaha mengembalikan sorotan kepada supremasi Liga Champions sebagai faktor kunci, meskipun bayang-bayang sejarah kontroversial masih melekat pada penghargaan prestisius ini.

HIMBAUAN

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×