Ekonomi
Beranda / Ekonomi / ASII, JSMR, ICBP dkk: Saham Potensi Cuan di Radar IHSG!

ASII, JSMR, ICBP dkk: Saham Potensi Cuan di Radar IHSG!

HIMBAUAN – Apa Saja Saham Unggulan yang Patut Dicermati di Tengah Potensi Penguatan IHSG Pekan Ini?

Prospek pasar saham Indonesia menampilkan momentum positif pada pekan ini, didorong oleh beragam sentimen domestik dan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan potensi penguatan yang signifikan, memicu minat investor untuk mencermati sejumlah saham pilihan dari sektor-sektor strategis. Para analis merekomendasikan saham-saham seperti PT Astra International Tbk. (ASII), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) sebagai fokus utama dalam perdagangan mendatang.

Bagaimana Proyeksi Penguatan IHSG Berdasarkan Analisis Teknikal?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan lalu dengan capaian positif, tercatat menguat 0,59% menuju level 8.118,30 pada perdagangan Jumat (3/10/2025). Kenaikan ini dipimpin oleh sektor teknologi, meskipun sektor transportasi mengalami koreksi terbesar. Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta aksi korporasi individual sejumlah emiten berperan sebagai pendorong kenaikan indeks komposit.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Secara teknikal, Valdy Kurniawan menyatakan bahwa indikator Stochastic RSI mendekati area oversold dan menunjukkan penurunan yang melandai. Kondisi ini berpotensi membentuk Golden Cross, sebuah sinyal positif bagi pergerakan harga. Selain itu, histogram negatif MACD mulai tertahan, didukung oleh peningkatan volume beli. Melalui publikasi riset yang dikutip pada Minggu (5/10/2025), Valdy Kurniawan mengemukakan, “IHSG juga kembali ditutup di atas level MA5, sehingga IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level resistance 8.170 pada pekan depan.” Pernyataan ini menegaskan prospek kenaikan IHSG dalam jangka pendek.

Sentimen Domestik Apa Saja yang Memengaruhi Pergerakan Pasar?

Para investor domestik mengamati ketat rilis data ekonomi yang diprediksi akan menjadi katalis positif bagi pasar. Valdy Kurniawan menuturkan bahwa data cadangan devisa bulan September 2025 diperkirakan akan menunjukkan peningkatan signifikan menjadi US$159 miliar, naik dari posisi Agustus yang tercatat US$150,7 miliar. Peningkatan cadangan devisa menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia. Di samping itu, indeks kepercayaan konsumen September juga diperkirakan meningkat ke angka 120 dari 117,2, mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi. Sorotan pasar juga tertuju pada laporan penjualan sepeda motor, penjualan ritel Agustus, serta penjualan mobil periode September, yang mencerminkan kekuatan daya beli masyarakat.

Sejalan dengan optimisme tersebut, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mempertegas bahwa indeks komposit akan melanjutkan penguatan setelah ditutup di zona hijau pada pekan sebelumnya. Menurut Imam Gunadi, stabilitas ekonomi Indonesia menjadi salah satu pilar utama penguatan ini. Inflasi September 2025 berada pada angka 2,65% YoY, yang masih dalam target Bank Indonesia, sementara sektor manufaktur tetap ekspansif dengan nilai 50,4.

Pada aspek fiskal, Imam Gunadi juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan stimulus tambahan pada kuartal IV/2025 untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Stimulus ini mencakup alokasi khusus untuk Natal dan Tahun Baru senilai hampir US$2 miliar, melengkapi total stimulus yang telah digelontorkan sebesar US$4,5 miliar. Perkembangan positif ini diperkuat oleh surplus neraca perdagangan yang melonjak ke US$5,49 miliar pada Agustus 2025, mencerminkan kinerja ekspor yang kuat.

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

Bagaimana Ketidakpastian Global Membentuk Dinamika Pasar?

Di tengah optimisme domestik, sentimen global masih didominasi oleh kekhawatiran terkait potensi ‘government shutdown’ di AS yang berisiko merugikan ekonomi global. Meski demikian, data pasar kerja (JOLTs) menunjukkan ketatnya tenaga kerja di AS, yang dapat memberikan indikasi arah kebijakan moneter. Dalam situasi ini, pasar memproyeksikan probabilitas 96,2% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sebuah langkah yang umumnya dianggap positif bagi pasar saham global.

Pelaku pasar akan menyoroti beberapa agenda penting dari The Federal Reserve, termasuk pidato dari dua pejabatnya, Raphael Bostic dan Michelle Bowman. Selain itu, rilis FOMC Minutes pada 8 Oktober akan memberikan petunjuk mengenai pandangan bank sentral terhadap perekonomian dan kebijakan moneter di masa mendatang. Investor juga menanti data Initial Jobless Claims pada 9 Oktober untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga, terutama sinyal pelonggaran kebijakan moneter di tengah tren pelemahan ekonomi global.

Dari dalam negeri, terdapat sejumlah rilis data kunci pada pekan depan yang sangat penting bagi investor. Pada 7 Oktober, Bank Indonesia akan merilis posisi Cadangan Devisa, yang berfungsi mengukur ketahanan eksternal. Selanjutnya, data penjualan ritel akan dirilis pada 9 Oktober, diikuti oleh data penjualan motor dan mobil pada 9–10 Oktober. Imam Gunadi menekankan, “Rangkaian data ini sangat penting karena akan memberikan gambaran kekuatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat kelas menengah, yang merupakan katalis utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun.” Data-data ini akan menjadi barometer vital bagi investor dalam mengambil keputusan.

Apa Saja Rekomendasi Saham Pilihan dari Para Analis?

Wall Street Reli: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga?

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada pekan depan. Daftar saham tersebut meliputi PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL), PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI).

Sejalan dengan itu, Indo Premier Sekuritas (IPOT) turut merekomendasikan saham-saham unggulan yang memiliki potensi penguatan. IPOT merekomendasikan PT Astra International Tbk. (ASII), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) untuk dicermati pada pekan ini.

Mengapa Saham ASII, JSMR, dan ICBP Menjadi Pilihan Utama IPOT?

Mengapa Saham Astra International Tbk. (ASII) Direkomendasikan Beli?


Saham ASII mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga Rp6.075 per saham. IPOT menilai ASII berpotensi memperoleh sentimen positif seiring proyeksi peningkatan aktivitas konsumsi dan penjualan kendaraan. Proyeksi ini didukung oleh rencana pemerintah yang menyiapkan stimulus untuk 30 juta keluarga, serta dorongan proyek infrastruktur menjelang akhir tahun. Faktor-faktor ini dipercaya akan meningkatkan permintaan terhadap produk dan layanan ASII.

Bagaimana Prospek Saham Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR)?


Saham JSMR berpeluang meraih katalis positif yang signifikan. Prospek ini didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat yang berkorelasi langsung dengan penggunaan jalan tol. Selain itu, belanja infrastruktur pemerintah yang terus berjalan juga menjadi pendorong utama kinerja JSMR. Saham BUMN ini direkomendasikan buy on pullback dengan target harga Rp4.100 per saham, menunjukkan bahwa koreksi harga dapat menjadi peluang beli.
IHSG Sentuh 8.600! Menkeu: Mantap, To The Moon!

Apa yang Mendorong Rekomendasi Beli untuk Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)?


Saham ICBP juga dinilai berpotensi mendapat sentimen positif. Proyeksi ini sejalan dengan stabilnya inflasi domestik yang mempertahankan daya beli masyarakat. Selain itu, daya beli masyarakat mulai pulih menjelang kuartal IV/2025, periode di mana konsumsi cenderung meningkat. Saham Grup Salim ini meraih peringkat beli dengan target harga Rp10.050, didukung oleh fundamental yang kuat dan prospek konsumsi yang membaik.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tag Headline: Saham Pilihan, Rekomendasi Saham, IHSG, Analisis Pasar, Investasi
Featured: Saham ASII, JSMR, ICBP, Prospek IHSG, Phintraco Sekuritas, Indo Premier Sekuritas
{{category}}: Pasar Modal
Tag With Coma: Rekomendasi Saham, IHSG, Astra International (ASII), Jasa Marga (JSMR), Indofood CBP (ICBP), Midi Utama Indonesia (MIDI), Phintraco Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Saham Unggulan, Analisis Teknikal, Sentimen Pasar, Cadangan Devisa, Inflasi, Stimulus Pemerintah, The Fed, Pasar Saham Indonesia, Valdy Kurniawan, Imam Gunadi

Sumber Eksternal: Bisnis.com

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×