Manfaat Apel untuk Kesehatan: Mengapa “Satu Apel Sehari” Adalah Kebiasaan Emas
HIMBAUAN – Apel tidak hanya sekadar buah, tetapi telah lama diakui sebagai salah satu pangan paling populer di seluruh dunia. Dikenal karena rasanya yang menyegarkan dan teksturnya yang renyah, apel secara konsisten menawarkan lebih dari sekadar pengalaman kuliner yang menyenangkan. Buah ini merupakan gudang nutrisi esensial yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Oleh karena itu, apel seringkali disebut sebagai salah satu buah yang paling bermanfaat bagi kesehatan.
Klaim akan manfaat kesehatan apel telah diabadikan dalam sebuah pepatah kuno, “An apple a day keeps the doctor away“. Ungkapan ini, yang berarti mengonsumsi satu apel setiap hari dapat secara signifikan membantu menjaga kesehatan dan mengurangi kebutuhan untuk berkunjung ke dokter, menyoroti keyakinan mendalam masyarakat akan khasiat apel. Secara implisit, apel diyakini memiliki beragam manfaat protektif yang mampu melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Dengan potensi yang sedemikian rupa, muncul pertanyaan krusial: Apa saja manfaat spesifik yang dapat diperoleh jika seseorang secara rutin mengonsumsi apel setiap hari?
Baca juga: Apa Efek Samping Cuka Apel jika Dikonsumsi Berlebihan? Ini 5 Daftarnya
Apa Saja Kandungan Nutrisi dalam Buah Apel?
Kandungan nutrisi pada buah apel menunjukkan variasi tergantung pada jenisnya. Misalnya, apel jenis Red Delicious, yang dikenal dengan kulitnya yang berwarna merah gelap, secara khusus kaya akan antioksidan. Antioksidan ini berperan krusial dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Meski demikian, secara umum, satu buah apel berukuran sedang mengandung sejumlah nutrisi penting yang memberikan dampak positif bagi kesehatan.
Secara rinci, berikut adalah komposisi nutrisi yang ditemukan dalam satu buah apel:
- Kalori: 95 kalori
- Protein: 0,5 gram
- Karbohidrat: 25 gram
- Gula: 19 gram
- Serat: 4,4 gram
- Vitamin C: 9 persen dari nilai harian yang direkomendasikan
- Air: 86 persen dari total berat buah
- Antioksidan: Kulit apel merupakan sumber antioksidan yang kaya, terutama senyawa quercetin. Nutrisi vital ini ditemukan secara melimpah dalam makanan dengan pigmen tinggi atau berwarna cerah.
Menurut publikasi Health pada 13 Maret 2025, kandungan kalori buah apel tergolong sangat rendah, hanya sekitar 95 kalori per buah. Untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi dan memperoleh manfaat terbaik, apel direkomendasikan untuk dikonsumsi dalam keadaan utuh, mentah, dan tidak dikupas. Hal ini memastikan bahwa serat dan antioksidan penting yang banyak terkandung di kulitnya tetap dapat dikonsumsi.
Baca juga: Cuka Apel Bisa Mencegah Penyakit Apa Saja?
Apa Saja Manfaat Rutin Mengonsumsi Apel untuk Kesehatan?
Berkat profil gizinya yang luar biasa, apel layak mendapatkan predikat sebagai sumber nutrisi yang sangat baik. Konsumsi apel secara rutin memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang dapat diperoleh dari kebiasaan mengonsumsi apel setiap hari:
1. Bagaimana Apel Membantu Menstabilkan Gula Darah?
Apel mengandung serat yang secara efektif membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Menurut laporan Cleveland Clinic pada 7 Agustus 2023, serat dalam apel berperan penting dalam memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah, sehingga membantu menjaga kadar gula tetap stabil. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 38.000 partisipan menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi lebih dari satu apel per hari memiliki risiko 28 persen lebih rendah untuk mengembangkan diabetes tipe 2, dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsi apel. Selain itu, antioksidan yang terkandung dalam apel turut berperan dalam melindungi pankreas dari kerusakan. Pankreas adalah organ vital yang bertugas memproduksi insulin, hormon yang esensial dalam mengatur kadar gula dalam darah.
2. Bagaimana Apel Berkontribusi Menurunkan Kolesterol?
Kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan karena berpotensi menyebabkan penyumbatan arteri. Namun, kombinasi serat dan antioksidan dalam apel bekerja sinergis untuk membantu menurunkan kadar kolesterol. Kandungan serat pektin, sejenis serat larut yang melimpah dalam apel, berperan penting dalam mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan memfasilitasi pengeluarannya dari tubuh. Beberapa studi menunjukkan bahwa mengonsumsi beberapa apel setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol total hingga 5-8 persen, memberikan perlindungan yang berarti terhadap kesehatan kardiovaskular.
Baca juga: Apakah Makan Sebuah Apel Setiap Hari Bisa Membuat Kita Selalu Sehat?
3. Bagaimana Apel Mempengaruhi Penurunan Tekanan Darah?
Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama yang berkontribusi pada kejadian stroke dan serangan jantung. Salah satu strategi efektif untuk mengendalikan tekanan darah adalah dengan mengonsumsi makanan sehat, termasuk apel. Sebuah penelitian skala kecil yang dilakukan di Australia menemukan bahwa konsumsi apel dapat membantu menurunkan tekanan darah. Para peneliti bersepakat bahwa antioksidan yang terdapat dalam kulit apel memainkan peran vital dalam melancarkan aliran darah, sementara seratnya berkontribusi dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Kedua komponen ini bekerja sama untuk mendukung regulasi tekanan darah yang optimal.
4. Bagaimana Apel Membantu Meredakan Peradangan?
Apel mengandung zat antiinflamasi alami, terutama quercetin dan serat. Quercetin adalah jenis antioksidan kuat yang secara efektif mengurangi peradangan, khususnya dalam sistem pernapasan. Studi menunjukkan bahwa konsumsi apel secara rutin dapat menurunkan kadar C-reactive protein (CRP) dalam darah, sebuah indikator penting untuk peradangan kronis. Lebih lanjut, sebuah studi yang melibatkan 1.600 orang dewasa muda mengungkapkan bahwa konsumsi apel dan pir secara teratur dapat membantu melindungi dari asma dan meningkatkan fungsi paru-paru, menunjukkan potensi apel sebagai agen antiinflamasi yang mendukung kesehatan pernapasan.
5. Bagaimana Apel Menyeimbangkan Bakteri Usus?
Di dalam tubuh, terutama di usus, terdapat ekosistem mikroorganisme yang berperan krusial dalam kesehatan pencernaan. Beberapa mikroorganisme ini bermanfaat, sementara yang lain dapat menjadi berbahaya jika jumlahnya berlebihan. Kandungan quercetin dalam apel memiliki sifat antioksidan yang efektif menghambat pertumbuhan mikroba berbahaya di usus. Sementara itu, serat pektin dalam apel berfungsi sebagai prebiotik, yaitu sumber makanan bagi bakteri baik. Pektin membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang esensial untuk pencernaan yang sehat dan sistem kekebalan tubuh yang kuat.
6. Bagaimana Apel Mendukung Penjagaan Berat Badan?
Apel merupakan pilihan camilan sehat yang ideal karena kandungan air dan seratnya yang tinggi, sehingga secara efektif membuat perut terasa kenyang lebih lama. Serat dalam apel memperlambat proses pencernaan, membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah keinginan untuk makan berlebihan. Karena apel memiliki kepadatan kalori yang rendah, mengonsumsinya sebagai pengganti camilan berkalori tinggi seperti kue atau permen dapat secara signifikan membantu dalam menjaga berat badan yang sehat atau mendukung upaya penurunan berat badan. Ini menjadikan apel komponen penting dalam diet seimbang.
Baca juga: Alasan Cuka Apel Baik Dikonsumsi, Ini 5 Manfaatnya
7. Bagaimana Apel Berkontribusi pada Peningkatan Umur Panjang?
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa individu yang mengonsumsi apel setiap hari memiliki peluang lebih besar untuk menikmati hidup yang lebih lama. Dalam sebuah studi yang berlangsung selama 15 tahun, partisipan yang secara rutin mengonsumsi apel menunjukkan risiko 35 persen lebih rendah untuk meninggal dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Selain itu, penelitian ekstensif yang melibatkan hampir 40.000 orang mengindikasikan bahwa konsumsi apel secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 13-22 persen. Apel juga menunjukkan potensi signifikan dalam membantu mencegah kanker. Studi konsisten menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi apel memiliki risiko lebih rendah untuk terkena berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru. Sebuah penelitian besar yang melibatkan 77.000 orang secara khusus menemukan bahwa mereka yang makan setidaknya satu apel sehari memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mengembangkan kanker paru-paru. Ini menegaskan peran apel sebagai buah yang vital dalam promosi kesehatan jangka panjang dan pencegahan penyakit kronis.


