HIMBAUAN – Pergeseran Kendali: Direktur Utama GPSO Divestasi Saham Jelang Akuisisi Grup Tjokro
JAKARTA – Sebuah babak baru dalam dinamika korporasi PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) terbuka lebar. Pada pertengahan Oktober 2025, Direktur Utama GPSO, Karnadi Margaka, melaporkan transaksi signifikan berupa penjualan sebagian besar kepemilikan sahamnya. Aksi korporasi ini bukan sekadar divestasi biasa, melainkan merupakan langkah strategis yang sejalan dengan rencana besar akuisisi GPSO oleh Grup Tjokro, menandai pergeseran substansial dalam struktur kepemilikan dan kendali perusahaan teknologi geospasial ini.
Siapa Karnadi Margaka dan Mengapa Ia Menjual Saham GPSO?
Karnadi Margaka, sebagai nakhoda sekaligus salah satu pendiri utama PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), telah mengambil keputusan strategis untuk melepas sebagian signifikan kepemilikan sahamnya. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 15 Oktober 2025, Karnadi secara resmi melaporkan penjualan 170 juta lembar saham GPSO pada 14 Oktober 2025. Transaksi ini dieksekusi dengan harga Rp 59 per saham, merefleksikan nilai total sekitar Rp 10,03 miliar dari penjualan tersebut. Tujuan utama dari penjualan ini, seperti yang diungkapkan Karnadi, adalah untuk memenuhi agenda “divestasi saham pendiri”. Divestasi ini merupakan bagian integral dari strategi yang telah direncanakan sebelumnya, selaras dengan proses akuisisi yang akan dilakukan oleh Grup Tjokro, sebuah konglomerasi yang dikenal dengan diversifikasi investasinya.
Dalam keterbukaan informasinya pada 15 Oktober 2025, Karnadi menekankan bahwa penjualan saham tersebut dilakukan atas kepemilikan langsung, tanpa melibatkan pihak ketiga atau melalui mekanisme repurchase agreement (REPO), menjamin transparansi penuh dalam prosesnya. Meskipun melakukan divestasi, Karnadi menyatakan komitmennya untuk tidak mempertahankan status pengendali setelah transaksi. Ia justru menegaskan kesiapannya untuk tetap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan bisnis GPSO, bahkan setelah ia tidak lagi menjabat sebagai pemegang saham pengendali. Pernyataan ini menunjukkan transisi kepemimpinan yang terencana, memastikan keberlanjutan operasional dan strategis GPSO di bawah kendali yang baru.
Bagaimana Dampak Penjualan Saham Ini terhadap Kepemilikan GPSO?
Sebelum transaksi penjualan ini berlangsung, Karnadi Margaka tercatat sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan mencapai 350 juta lembar saham. Angka ini setara dengan 52,49% dari total modal disetor dan ditempatkan dalam PT Geoprima Solusi Tbk. Kepemilikan sebesar ini memberinya status pengendali mutlak atas perusahaan. Namun, setelah penjualan 170 juta lembar sahamnya, struktur kepemilikan berubah secara drastis. Jumlah saham yang dipegang Karnadi berkurang menjadi 180 juta lembar saham, yang merepresentasikan sekitar 27% dari total kepemilikan. Pergeseran ini secara signifikan mengubah komposisi pemegang saham, mengindikasikan transisi dari kepemilikan pengendali mayoritas menjadi kepemilikan substansial namun non-pengendali.
Penurunan persentase kepemilikan dari 52,49% menjadi 27% ini secara efektif memindahkan posisi Karnadi dari status pemegang saham pengendali menjadi pemegang saham minoritas yang signifikan. Perubahan ini krusial karena menandai pergeseran kendali di tubuh GPSO. Saham GPSO yang menjadi objek transaksi ini adalah saham biasa, yang merupakan bagian dari modal disetor perusahaan. Transaksi ini bukan hanya sekadar jual beli saham; ia menandai sebuah era baru bagi GPSO, seiring dengan langkah-langkah transformasi dan ekspansi bisnis yang tengah dijalankan perusahaan, yang kini akan diarahkan oleh kepemimpinan dan strategi baru di bawah kendali Grup Tjokro.
Apa Peran Grup Tjokro dalam Akuisisi Geoprima Solusi (GPSO)?
Grup Tjokro memainkan peran sentral dalam transformasi kepemilikan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) ini. Sebelum transaksi penjualan saham oleh Karnadi Margaka, PT PIMSF, salah satu entitas strategis di bawah naungan Grup Tjokro, telah secara resmi mengumumkan niatnya untuk mengambil alih saham pengendali GPSO. Pengumuman ini disampaikan pada 10 Oktober 2025, hanya beberapa hari sebelum penjualan saham oleh Karnadi. Langkah ini menegaskan visi Grup Tjokro untuk memperluas jangkauan investasinya ke sektor teknologi dan jasa geospasial, sebuah segmen yang menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan.
Dalam surat pengumuman yang disampaikan, PT PIMSF secara spesifik menyatakan rencananya untuk mengakuisisi saham GPSO yang saat ini dimiliki oleh Karnadi Margaka, yang pada waktu itu masih menjadi pemegang saham pengendali. Rencana akuisisi ini merupakan kelanjutan dari strategi pengembangan bisnis Grup Tjokro, dengan PT PIMSF berperan sebagai kendaraan investasi utama dalam proses ini. Setelah proses jual beli rampung, Grup Tjokro, melalui PT PIMSF, akan secara resmi menjadi pengendali baru dari GPSO, membawa serta sumber daya dan visi strategis baru untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi perusahaan.
Berapa Persen Saham GPSO yang Diincar oleh Grup Tjokro?
Secara spesifik, rencana akuisisi yang diajukan oleh PT PIMSF menyasar kepemilikan saham sekitar 45,45% dari total modal disetor dan ditempatkan dalam GPSO. Persentase ini secara strategis dirancang untuk memberikan kendali mayoritas yang solid kepada Grup Tjokro. Dengan mengakuisisi porsi saham sebesar ini, Grup Tjokro akan memiliki kekuatan pengambilan keputusan yang signifikan, memungkinkan mereka untuk mengarahkan strategi dan operasional GPSO sesuai dengan visi jangka panjang grup.
Kepemilikan 45,45% saham akan menjadikan PT PIMSF sebagai pemegang saham pengendali baru GPSO, menggantikan Karnadi Margaka. Perubahan ini akan membawa implikasi besar terhadap arah perusahaan. Dengan kendali baru, diharapkan akan terjadi sinergi yang lebih erat antara GPSO dan entitas lain dalam Grup Tjokro, membuka peluang untuk inovasi, efisiensi operasional, dan ekspansi pasar yang lebih agresif. Akuisisi ini menegaskan komitmen Grup Tjokro dalam memperkuat portofolio investasinya dan menjadi pemain kunci di sektor teknologi geospasial.
Apa Tujuan Strategis Grup Tjokro Mengakuisisi GPSO?
Direktur PT PIMSF, Adi Sulaiman, menjelaskan secara gamblang mengenai motivasi di balik aksi korporasi besar ini. Menurut Adi, rencana akuisisi GPSO merupakan langkah fundamental yang bertujuan untuk memperkuat portofolio investasi Grup Tjokro secara keseluruhan. Lebih dari itu, akuisisi ini juga dirancang untuk mendukung strategi ekspansi bisnis grup di berbagai sektor. Pernyataan Adi Sulaiman menegaskan bahwa investasi di GPSO sejalan dengan ambisi Grup Tjokro untuk diversifikasi dan pertumbuhan berkelanjutan, khususnya di sektor-sektor yang memiliki potensi tinggi.
Adi Sulaiman secara spesifik menguraikan bahwa akuisisi ini adalah bagian dari strategi pengembangan yang lebih luas bagi Grup Tjokro dan afiliasinya. Tujuannya adalah untuk memperluas keterlibatan grup di sektor teknologi dan jasa geospasial, sebuah bidang yang semakin krusial dalam ekonomi modern. Melalui akuisisi GPSO, Grup Tjokro berupaya mendapatkan akses ke kapabilitas teknologi, keahlian, dan pangsa pasar yang dimiliki GPSO, yang akan menjadi pondasi bagi inovasi dan penciptaan nilai di masa depan. Akuisisi ini merepresentasikan komitmen Grup Tjokro untuk tidak hanya berinvestasi pada perusahaan yang prospektif, tetapi juga untuk secara aktif membentuk arah dan pertumbuhan industri strategis.
Pergeseran kepemilikan dan kendali di PT Geoprima Solusi Tbk ini menandai sebuah evolusi penting dalam perjalanan perusahaan. Dari divestasi strategis saham oleh pendiri, Karnadi Margaka, hingga rencana akuisisi agresif oleh Grup Tjokro melalui PT PIMSF, setiap langkah mencerminkan perhitungan matang untuk pertumbuhan dan pengembangan. Dengan kendali baru, GPSO diharapkan akan memasuki fase ekspansi yang lebih dinamis, didukung oleh kekuatan finansial dan jaringan luas Grup Tjokro, siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan teknologi geospasial.
Sumber: Keterbukaan Informasi Publik Bursa Efek Indonesia (BEI)
Tag Headline: Pergeseran Kendali GPSO, Akuisisi Grup Tjokro, Divestasi Saham Pendiri
Featured: Akuisisi Korporasi, Teknologi Geospasial, Pasar Modal Indonesia
Category: Berita Korporasi, Investasi, Teknologi
Tag With coma Seacara Otomatis: GPSO, Geoprima Solusi, Grup Tjokro, PT PIMSF, Karnadi Margaka, Adi Sulaiman, Akuisisi Saham, Divestasi, Bursa Efek Indonesia, BEI, Saham Biasa, Struktur Kepemilikan, Teknologi Geospasial, Ekspansi Bisnis, Keterbukaan Informasi, Pasar Modal, Investasi Korporasi, Pemegang Saham Pengendali, Divestasi Saham Pendiri, Harga Saham GPSO, Nilai Transaksi Saham.
{
“@context”: “https://schema.org”,
“@type”: “NewsArticle”,
“mainEntityOfPage”: {
“@type”: “WebPage”,
“@id”: “http://himbauan.com/pergeseran-kendali-direktur-utama-gpso-divestasi-saham-jelang-akuisisi-grup-tjokro/”
},
“headline”: “Pergeseran Kendali: Direktur Utama GPSO Divestasi Saham Jelang Akuisisi Grup Tjokro”,
“image”: [
“https://i0.wp.com/img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1wPnpX.jpg”
],
“datePublished”: “2025-10-15T09:00:00+07:00”,
“dateModified”: “2025-10-15T09:00:00+07:00”,
“author”: {
“@type”: “Organization”,
“name”: “HIMBAUAN”
},
“publisher”: {
“@type”: “Organization”,
“name”: “HIMBAUAN”,
“logo”: {
“@type”: “ImageObject”,
“url”: “http://himbauan.com/logo.png”
}
},
“description”: “Karnadi Margaka, Direktur Utama GPSO, menjual 170 juta sahamnya sejalan dengan rencana akuisisi PT Geoprima Solusi Tbk oleh Grup Tjokro, menandai perubahan signifikan dalam kendali perusahaan.”
}
{
“@context”: “https://schema.org”,
“@type”: “FAQPage”,
“mainEntity”: [
{
“@type”: “Question”,
“name”: “Siapa Karnadi Margaka dan Mengapa Ia Menjual Saham GPSO?”,
“acceptedAnswer”: {
“@type”: “Answer”,
“text”: “Karnadi Margaka, Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), menjual 170 juta lembar sahamnya pada 14 Oktober 2025 dengan harga Rp 59 per saham. Penjualan ini merupakan bagian dari divestasi saham pendiri yang direncanakan dan sejalan dengan rencana akuisisi GPSO oleh Grup Tjokro. Ia juga menyatakan tidak akan mempertahankan status pengendali.”
}
},
{
“@type”: “Question”,
“name”: “Bagaimana Dampak Penjualan Saham Ini terhadap Kepemilikan GPSO?”,
“acceptedAnswer”: {
“@type”: “Answer”,
“text”: “Sebelum transaksi, Karnadi memiliki 350 juta saham (52,49%). Setelah penjualan 170 juta saham, kepemilikannya berkurang menjadi 180 juta saham (sekitar 27%). Perubahan ini menandai pergeseran statusnya dari pemegang saham pengendali menjadi non-pengendali, mengubah struktur kepemilikan di tubuh GPSO.”
}
},
{
“@type”: “Question”,
“name”: “Apa Peran Grup Tjokro dalam Akuisisi Geoprima Solusi (GPSO)?”,
“acceptedAnswer”: {
“@type”: “Answer”,
“text”: “Grup Tjokro, melalui entitasnya PT PIMSF, secara resmi mengumumkan rencana untuk mengambil alih saham pengendali GPSO pada 10 Oktober 2025. PT PIMSF berencana mengakuisisi saham yang dimiliki Karnadi Margaka untuk menjadi pengendali baru GPSO.”
}
},
{
“@type”: “Question”,
“name”: “Berapa Persen Saham GPSO yang Diincar oleh Grup Tjokro?”,
“acceptedAnswer”: {
“@type”: “Answer”,
“text”: “Rencana akuisisi Grup Tjokro melalui PT PIMSF menyasar kepemilikan saham sekitar 45,45% dari total modal disetor dan ditempatkan dalam GPSO. Setelah proses rampung, PT PIMSF akan menjadi pemegang saham pengendali baru.”
}
},
{
“@type”: “Question”,
“name”: “Apa Tujuan Strategis Grup Tjokro Mengakuisisi GPSO?”,
“acceptedAnswer”: {
“@type”: “Answer”,
“text”: “Direktur PT PIMSF Adi Sulaiman menyatakan bahwa aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat portofolio investasi dan mendukung ekspansi bisnis Grup Tjokro. Akuisisi ini juga bertujuan untuk memperluas keterlibatan grup di sektor teknologi dan jasa geospasial.”
}
}
]
}


