Olahraga
Beranda / Olahraga / Pelatih Baru Timnas Indonesia: PSSI Umumkan Sebelum FIFA Match Day!

Pelatih Baru Timnas Indonesia: PSSI Umumkan Sebelum FIFA Match Day!

HIMBAUANKursi kepelatihan Tim Nasional Indonesia dipastikan akan kosong dalam beberapa bulan mendatang, sebuah dinamika krusial yang tengah dihadapi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Federasi sepak bola tertinggi di Tanah Air ini telah menetapkan target untuk merekrut sosok pelatih kepala baru sebelum agenda FIFA Match Day (FMD) Maret 2026, menandai dimulainya babak baru bagi Skuad Garuda.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, memberikan konfirmasi terkait kekosongan posisi strategis ini. Arya menjelaskan bahwa untuk FMD terdekat yang akan berlangsung pada November, fokus utama akan beralih kepada Timnas U-23 Indonesia. Skuad muda tersebut akan menjalani persiapan intensif jelang partisipasinya di SEA Games 2025. “Berarti kebutuhan kita nanti di Maret (2026). Kita cari dulu,” terang Arya, saat ditemui di sela-sela turnamen mini soccer antar media bertajuk “Media Cup 2025” hari pertama di Pendekar Goozone Mini Socces Cibis, Jakarta Selatan, pada Selasa, 28 Oktober 2025. Pernyataan ini sekaligus memberikan gambaran mengenai peta jalan PSSI dalam menata ulang kepelatihan timnas senior.

Penundaan penetapan pelatih baru hingga awal tahun 2026 ini, menurut Arya, sejalan dengan arahan yang sebelumnya disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Erick Thohir, dalam kesempatan terdahulu, telah menekankan pentingnya memulihkan citra persepakbolaan Indonesia di mata publik maupun kancah internasional. Lingkungan yang kerap dipenuhi “bully” dan kritik terhadap para mantan pelatih menjadi salah satu pertimbangan utama. “Ada problem di satu, kita harus memperbaiki dulu citra kita di luar, karena banyak yang bully terhadap mantan-mantan pelatih, maka kita tunggu,” ujar Arya, merefleksikan kehati-hatian federasi dalam mengambil keputusan besar.

Agenda FIFA Match Day Maret 2026 merupakan jendela internasional yang terjadwal pada periode 23 hingga 31 Maret. Dalam rentang waktu tersebut, setiap federasi anggota FIFA memiliki kesempatan untuk menggelar dua pertandingan internasional, yang berkontribusi pada poin peringkat dunia. Momen ini dipilih sebagai titik strategis untuk memperkenalkan dan mengawali era kepelatihan baru, dengan harapan memberikan waktu yang cukup bagi pelatih terpilih untuk mempersiapkan tim.

Arya lebih lanjut menekankan bahwa keputusan untuk menunggu momen yang tepat dalam memilih pelatih baru bukanlah tanpa alasan yang kuat. Menurutnya, kondisi sepak bola Indonesia saat ini sedang berada dalam fase “panas” dan penuh gejolak emosi setelah kegagalan pahit Timnas Indonesia menembus putaran final Piala Dunia 2026. Skuad Garuda harus mengubur impiannya setelah tersingkir di putaran keempat babak kualifikasi, menyusul kekalahan tipis 2-3 dari Arab Saudi dan takluk 0-1 dari Irak di Grup B, yang terjadi pada bulan Oktober ini. Hasil mengecewakan ini menciptakan atmosfer yang membutuhkan penanganan bijaksana dari federasi.

Spoiler One Piece 1167 Konflik Elbaph Memanas, Loki Mengamuk Usai Ida Diracun

Sebagai imbas langsung dari kegagalan tersebut, PSSI secara resmi memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Patrick Kluivert beserta jajaran kepelatihannya yang berasal dari Belanda, antara lain Alex Pastoor, Denny Landzaat, dan Gerald Vanenburg. Langkah ini menjadi respons cepat atas hasil yang jauh dari ekspektasi, sekaligus sinyal bahwa PSSI serius dalam mengevaluasi kinerja tim nasional.

“Kan ada istilah tuh, kalau mau memilih sesuatu jangan lagi bahagia-bahagianya jangan juga lagi sebel-sebelnya atau lagi sedih-sedihnya. Jadi memilihnya pada saat lagi tenang jadi ada waktu untuk memilih,” jelas Arya, menggambarkan filosofi di balik strategi penantian PSSI. Ungkapan ini secara lugas menyoroti pentingnya objektivitas dan ketenangan dalam mengambil keputusan sepenting penunjukan seorang arsitek tim yang akan memimpin masa depan sepak bola nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Arya juga menepis berbagai spekulasi yang beredar di publik mengenai proses internal PSSI terkait pencarian pelatih. Ia secara tegas menyatakan bahwa hingga hari ini belum ada rapat resmi Komite Eksekutif PSSI yang membahas secara spesifik mengenai penunjukan pelatih baru. Sebelumnya, setelah kekalahan melawan Irak, manajer timnas Indonesia, Sumardji, memang sempat menyatakan akan memaparkan laporan evaluasi secara keseluruhan dalam rapat Exco PSSI, dengan janji akan menyampaikan “apa adanya” dan tidak ada hal yang akan ia tutupi.

“Ya sampai hari ini belum ada rapat Exco mengenai pelatih. Jadi kalau ada isu mengatakan ada sekian Exco setuju, ada Exco ini nggak setuju, gitu. Rapat aja belum ada, satu,” ucap Arya, meluruskan berbagai informasi yang mungkin simpang siur. Ia kemudian menambahkan, “Yang kedua, Kan Pak Ketum kemarin sudah ngomong dengan Dirtek, mereka lagi cari dulu pelatih terkumpul pelatih, baru dibawa ke rapat Exco, di sanalah nanti diputuskan.” Penjelasan ini menguraikan tahapan prosedural yang harus dilalui, mulai dari penjaringan oleh Direktur Teknik hingga pengambilan keputusan final di rapat Exco.

Sebagai kilas balik, Patrick Kluivert baru saja ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada awal Januari lalu. Kedatangannya kala itu diharapkan mampu menggantikan peran pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong asal Korea Selatan, dan membawa Skuad Garuda meraih tiket impian lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, juru taktik asal Belanda itu harus menerima kenyataan pahit dipecat tak lama setelah kegagalan menembus ajang bergengsi tersebut, menandai berakhirnya masa jabatannya yang relatif singkat dan penuh tekanan di bawah sorotan publik.

Hitung Weton Jodoh: Rahasia Pernikahan Langgeng?

Pilihan Editor: Erick Thohir Jadikan FIFA Matchday Arena Persiapan ke SEA Games 2025

Sumber: Bola.com

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×