HIMBAUAN – Penyerang Tim Nasional Indonesia, Ole Romeny, masih menjadi teka-teki terkait keberadaannya di klubnya, Oxford United, yang berkompetisi di kasta kedua Liga Inggris, Championship musim 2025/2026. Situasi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar, mengingat kiprahnya bersama tim Garuda beberapa waktu lalu.
Absennya Ole Romeny dari skuad Oxford United terlihat jelas saat tim tersebut meraih kemenangan krusial atas Sheffield Wednesday. Pertandingan yang berlangsung di markas Sheffield Wednesday, Hillsborough, pada Sabtu (25/10/2025) itu berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Oxford United. Dua gol kemenangan tim asuhan Gary Rowett tersebut dicetak oleh Will Lanksehar pada menit ke-12 dan Cameron Brannagan di menit ke-36, menunjukkan performa solid tim tanpa kehadiran Romeny. Namun, fakta ini sekaligus mempertegas bahwa penyerang berdarah Indonesia itu belum sekalipun mencicipi lapangan hijau bersama Oxford United sepanjang musim ini bergulir.
Ironisnya, di tengah minimnya menit bermain di level klub, Ole Romeny justru mendapatkan kesempatan membela Timnas Indonesia di panggung internasional. Ia sempat menginjakkan kakinya di lapangan saat memperkuat skuad Garuda dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Momen pertamanya terjadi pada 10 Oktober, di mana ia bermain selama 26 menit dalam laga sengit kontra Arab Saudi yang berakhir dengan kekalahan 2-3. Sehari berselang, pada 11 Oktober 2025, Romeny kembali dimainkan selama 34 menit saat Timnas Indonesia takluk 0-1 dari Irak. Penampilannya di Timnas kontras dengan statusnya yang “menghilang” dari daftar pemain Oxford United, memunculkan spekulasi mengenai masa depannya di klub Inggris tersebut.
Kata Pilar Timnas Indonesia usai Akhirnya Debut di Persib, Bojak Hodak Sebut Sang Pemain Sekarang Layak
Situasi yang tak jauh berbeda juga dialami oleh penyerang Timnas Indonesia lainnya, Ragnar Oratmangoen. Pemain yang berlaga di Liga Belgia, Jupiler Pro League, bersama FCV Dender ini juga mendapati menit bermain yang sangat minim. Pada pertandingan melawan KVC Westerlo yang berlangsung pada Sabtu (25/10/2025), Ragnar hanya tampil sebagai pemain pengganti di penghujung laga. FCV Dender sendiri bermain imbang 1-1 dalam pertandingan tersebut, dengan gol pembuka dicetak oleh David Toshevski pada menit ketiga, yang kemudian disamakan oleh Thomas Van den Keybus di menit ke-65. Ragnar baru masuk lapangan pada menit ke-90+2, menggantikan Bruny Nsimba, sebuah penampilan yang sangat singkat atau sering disebut “cameo”.
Menilik rekam jejaknya di laga-laga sebelumnya, menit bermain Ragnar Oratmangoen memang masih menjadi tantangan. Pada laga kontra KV Mechelen, ia bermain sejak menit ke-83 saat timnya menelan kekalahan 1-3. Sementara itu, dalam pertandingan di mana FCV Dender kalah 1-2 dari RKC Genk, Oratmangoen masuk pada menit ke-78. Secara keseluruhan, Oratmangoen baru bermain dalam delapan pertandingan sepanjang musim ini, dengan total durasi bermain yang masih terbatas, yakni 196 menit. Angka ini menggambarkan perjuangan yang harus ia hadapi untuk mengamankan posisi reguler di timnya, sebuah aspek penting bagi perkembangan pemain profesional.
Misteri Skandal 7 Pemain Naturalisasi Ilegal Timnas Malaysia, AFC Bocori Sultan Johor Pihak yang Ngadu ke FIFA, Bukan VFF!
Di sisi lain, nasib penyerang Timnas Indonesia lainnya, Mauro Zijlstra, tak jauh berbeda. Pemain muda ini hanya menghiasi bangku cadangan saat klubnya, FC Volendam, meraih kemenangan telak 3-0 atas Heracles di kompetisi tertinggi Liga Belanda, Eredivisie. Pertandingan yang berlangsung pada Minggu (26/10/2025) tersebut menunjukkan dominasi FC Volendam, namun Zijlstra belum diberikan kesempatan untuk berkontribusi langsung di lapangan. Kondisi ketiga penyerang Timnas Indonesia ini, baik Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, maupun Mauro Zijlstra, menyoroti tantangan yang kerap dihadapi para pemain dari Asia Tenggara yang mencoba menembus persaingan ketat di liga-liga top Eropa. Minimnya menit bermain di level klub bisa menjadi hambatan, namun pengalaman bersama Timnas Indonesia diharapkan dapat memberikan motivasi dan pengalaman berharga bagi mereka dalam perjalanan karier profesionalnya.


