Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Waskita Karya Rugi Rp 3,5 Triliun: Terpuruk di Kuartal III?

Waskita Karya Rugi Rp 3,5 Triliun: Terpuruk di Kuartal III?


HIMBAUAN

Bagaimana Kinerja Keuangan PT Waskita Karya pada Kuartal III 2025?

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp 3,58 triliun sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, atau periode Januari hingga September (kuartal III). Angka ini menunjukkan sedikit perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan mengalami kerugian sebesar Rp 3,61 triliun. Penurunan tipis dalam kerugian ini mengindikasikan adanya upaya mitigasi dan pergeseran dinamika operasional perusahaan.

Menurut laporan keuangan resmi PT Waskita Karya yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 14 Oktober 2025, kerugian tersebut tetap menjadi fokus utama manajemen dalam strategi pemulihan kinerja.

Berapa Pendapatan Usaha Waskita Karya dan Apa Saja Sumbernya?

Dalam periode Januari-September 2025, PT Waskita Karya membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 5,28 triliun. Jumlah ini menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan pendapatan Rp 6,78 triliun yang dicatatkan pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan pendapatan ini mencerminkan tantangan dalam perolehan proyek baru dan realisasi kontrak konstruksi.

Pendapatan emiten berkode WSKT ini berasal dari berbagai segmen bisnis yang menopang operasional perseroan. Sumber pendapatan utama adalah jasa konstruksi, yang berkontribusi sebesar Rp 3,76 triliun. Sektor ini tetap menjadi tulang punggung bisnis Waskita Karya, meskipun menghadapi persaingan ketat. Selain itu, pendapatan dari penjualan precast menyumbang Rp 506 miliar, menunjukkan peran penting segmen manufaktur bahan bangunan.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Investasi perusahaan dalam infrastruktur juga terlihat dari pendapatan jalan tol sebesar Rp 859 miliar. Segmen ini memberikan kontribusi yang stabil sebagai sumber pendapatan berulang. Bisnis properti menyumbang Rp 43 miliar, sementara infrastruktur lain menghasilkan Rp 34 miliar. Segmen hotel mencatatkan pendapatan Rp 70 miliar, dan sewa gedung serta peralatan menambahkan Rp 6,6 miliar ke total pendapatan usaha perusahaan. Diversifikasi pendapatan ini berusaha untuk menyeimbangkan risiko di tengah fluktuasi pasar konstruksi.

Bagaimana Posisi Beban Pokok Pendapatan dan Aset Waskita Karya?

Waskita Karya berhasil menekan beban pokok pendapatan (BPP) pada kuartal III 2025. Beban pokok pendapatan WSKT tercatat sebesar Rp 4,3 triliun, menurun dari Rp 5,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan BPP ini berkorelasi positif dengan penurunan pendapatan, menunjukkan efisiensi operasional yang mungkin terjadi atau pengurangan skala proyek yang digarap.

Hingga akhir September 2025, total aset yang dimiliki WSKT mencapai Rp 71,93 triliun. Jumlah ini menyusut dari total aset Rp 77,15 triliun yang tercatat pada Desember 2024. Penyusutan aset ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk divestasi aset, depresiasi, atau pelunasan kewajiban. Di sisi kewajiban, total liabilitas WSKT berada pada angka Rp 67,55 triliun, sementara ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp 4,37 triliun. Rasio antara liabilitas dan ekuitas menunjukkan tingkat leverage perusahaan yang tinggi, sebuah tantangan yang terus diupayakan untuk diatasi melalui berbagai strategi keuangan.

Apa Upaya Restrukturisasi Utang yang Dilakukan Waskita Karya?

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, sebelumnya menjelaskan bahwa perusahaan telah menempuh langkah-langkah signifikan dalam restrukturisasi utang. Menurut Ermy, total utang perseroan berhasil diturunkan sebesar Rp 14,7 triliun pada tahun 2024. Total utang perusahaan konstruksi pelat merah ini per Desember 2024 tercatat sebesar Rp 63,3 triliun. Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai upaya restrukturisasi yang masif.

Ermy menegaskan bahwa tahun 2024 menjadi periode krusial bagi Waskita Karya dalam upaya pemulihan kinerja, baik dari aspek keuangan maupun operasional. Agenda restrukturisasi telah menjadi fokus utama manajemen untuk mengembalikan kestabilan bisnis dan memastikan kelangsungan operasional perusahaan.

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

Salah satu inisiatif kunci yang ditempuh Waskita Karya adalah kesepakatan Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan 2021 dengan 22 kreditur perbankan. Perjanjian restrukturisasi ini, yang telah efektif sejak 17 Oktober 2024, memiliki nilai outstanding mencapai Rp 31,65 triliun. “Berkat restrukturisasi yang dijalankan, perseroan menjadi lebih optimal dalam menata keuangannya,” ujar Ermy, menekankan dampak positif dari kesepakatan ini terhadap manajemen keuangan perusahaan.

Lebih lanjut, Ermy menambahkan bahwa upaya restrukturisasi juga mencakup obligasi non-penjaminan senilai Rp 3,35 triliun. Restrukturisasi untuk tiga seri obligasi ini telah mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO). Persetujuan ini menjadi bukti dukungan dari para pemegang obligasi terhadap rencana pemulihan Waskita Karya, memperkuat landasan keuangan perseroan.

Bagaimana Strategi Operasional Waskita Karya untuk Pemulihan Kinerja?

Dalam konteks restrukturisasi operasional, Waskita Karya menitikberatkan pada pemulihan kegiatan operasional inti. Ermy Puspa Yunita menyatakan bahwa strategi ini mengarahkan perusahaan untuk kembali fokus sebagai kontraktor murni. Pergeseran strategi ini bertujuan untuk menyederhanakan model bisnis dan meningkatkan efisiensi.

Strategi “kontraktor murni” ini mengedepankan pengerjaan sejumlah proyek dengan skema pembayaran bulanan, sambil secara aktif menghindari proyek dengan skema turnkey. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas modal kerja perusahaan, mengurangi risiko, dan memastikan arus kas yang lebih terprediksi. Dengan fokus pada proyek-proyek yang memiliki pembayaran bertahap, Waskita Karya berupaya menciptakan lingkungan operasional yang lebih berkelanjutan dan terkontrol.

Anisa Febiola berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Wall Street Reli: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga?

Pilihan Editor: Waskita Karya Garap Proyek Irigasi di Sumsel Senilai Rp 318,54 Miliar

Tag Headline: Laporan Keuangan Waskita Karya Q3 2025, Restrukturisasi Utang Waskita, Kinerja BUMN Konstruksi
Featured: Ya
Category: Keuangan, BUMN, Konstruksi, Ekonomi
Tag With Coma: Waskita Karya, WSKT, Kerugian Waskita, Pendapatan Waskita, Restrukturisasi Utang, BUMN Konstruksi, Kinerja Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Ermy Puspa Yunita, Kreditur Perbankan, Master Restructuring Agreement, Obligasi Non-Penjaminan, Kontraktor Murni, BEI, Emiten, Liabilitas, Ekuitas, Aset Perusahaan

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×