HIMBAUAN – Emiten pengelola platform Blibli, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), membuka peluang untuk memperluas jaringan toko fisiknya pada tahun ini. Setelah sukses membuka 19 toko fisik elektronik konsumen baru pada semester I 2025, BELI mengisyaratkan akan terus menjajaki potensi pertumbuhan di ranah *offline*.
Ekspansi Omnichannel: Blibli Pertimbangkan Penambahan Toko Fisik Baru di 2025
Direktur BELI, Andy Untono, mengungkapkan bahwa perusahaan terus mengamati dan mempelajari berbagai peluang bisnis yang ada. “Termasuk juga pembukaan toko fisik untuk kategori lainnya, utamanya untuk mendukung kategori-kategori produk kami yang kuat di pasar Indonesia serta untuk memperluas strategi *omnichannel* kami,” jelasnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 14 Oktober 2025.
Meskipun demikian, Andy menegaskan bahwa BELI tidak menetapkan target pasti terkait jumlah toko yang akan dibuka tahun ini. Perusahaan akan mengambil pendekatan yang fleksibel dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. “Kami melihat secara lebih pragmatis. Jika ada kebutuhan yang cukup tinggi, kami akan mempertimbangkan untuk membuka toko fisik di lokasi tersebut,” imbuhnya. Pendekatan ini selaras dengan strategi *omnichannel* yang diusung BELI, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman berbelanja yang terintegrasi antara platform *online* dan *offline*.
Hingga September 2025, BELI telah memiliki 236 toko elektronik konsumen, yang terdiri dari 127 *monobrand stores* dan 109 *multibrand stores*. Selain itu, ekosistem ritel BELI juga mencakup 58 gerai supermarket melalui Ranch Market dan Farmers Market, serta 36 *home and living experience centers* melalui Dekoruma. Keberagaman ini menunjukkan komitmen BELI untuk menjangkau berbagai segmen konsumen dan memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda.
Strategi *omnichannel* BELI dirancang untuk memfasilitasi interaksi konsumen yang lancar, baik secara *online* maupun *offline*. Toko fisik berperan penting dalam strategi ini, memungkinkan pelanggan untuk merasakan langsung produk sebelum membeli, serta memberikan layanan purna jual yang lebih personal.
Kinerja Keuangan dan Strategi Peningkatan Marjin
Pada semester I 2025, BELI berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 9,6 triliun dan laba bruto sebesar Rp 2,5 triliun. Untuk terus meningkatkan kinerja keuangan, Direktur Utama BELI, Kusumo Martanto, menyatakan bahwa perusahaan akan fokus pada optimalisasi *product mix* untuk meningkatkan marjin. BELI juga akan memperkuat kerja sama dengan *existing brand principles* di seluruh rantai nilai perusahaan.
“Kami percaya pengembangan teknologi lebih lanjut akan terus mendukung strategi peningkatan marjin kami,” kata Kusumo. Investasi dalam teknologi akan memungkinkan BELI untuk meningkatkan efisiensi operasional, personalisasi pengalaman pelanggan, dan inovasi produk.
Selain itu, Blibli juga berupaya untuk memperbaiki struktur biaya dan terus berinovasi untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus berkembang di tengah lanskap kompetisi yang semakin ketat. “Dengan ekosistem dan jumlah pelanggan yang semakin besar, kami akan mempercepat peningkatan sinergi antarplatform di dalam ekosistem Blibli Tiket,” ujar Kusumo. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Bagaimana E-Commerce Bertumbuh di Tengah Melemahnya Daya Beli?
Strategi BELI untuk memperluas jaringan toko fisik dan meningkatkan sinergi antarplatform merupakan langkah yang tepat untuk menghadapi tantangan pelemahan daya beli. Dengan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan terintegrasi, serta terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen, BELI optimis dapat terus bertumbuh dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri *e-commerce* Indonesia.
Tag Headline: Ekspansi Omnichannel, Toko Fisik Blibli, Kinerja BELI 2025
Featured: Ya
{{category}}: Bisnis, E-Commerce, Ritel
Tag: Blibli, BELI, toko fisik, omnichannel, e-commerce, kinerja keuangan, ekspansi, ritel, BEI, Bursa Efek Indonesia, pendapatan, laba, marjin, Kusumo Martanto, Andy Untono, Ranch Market, Farmers Market, Dekoruma, teknologi, inovasi, sinergi, daya beli
FAQ: Blibli dan Ekspansi Toko Fisik: Tanya Jawab Lengkap
* Mengapa Blibli mempertimbangkan untuk menambah toko fisik?
Blibli mempertimbangkan penambahan toko fisik sebagai bagian dari strategi *omnichannel* untuk memberikan pengalaman berbelanja yang terintegrasi antara *online* dan *offline* kepada konsumen. Toko fisik memungkinkan pelanggan untuk merasakan langsung produk, mendapatkan layanan personal, dan membangun kepercayaan terhadap merek.
* Berapa banyak toko fisik yang dimiliki Blibli saat ini?
Hingga September 2025, Blibli memiliki 236 toko elektronik konsumen, 58 gerai supermarket melalui Ranch Market dan Farmers Market, serta 36 *home and living experience centers* melalui Dekoruma.
* Bagaimana kinerja keuangan Blibli pada semester I 2025?
Pada semester I 2025, Blibli mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 9,6 triliun dan laba bruto sebesar Rp 2,5 triliun.
* Apa strategi Blibli untuk meningkatkan marjin?
Blibli berencana untuk meningkatkan marjin dengan mengoptimalkan *product mix*, memperkuat kerja sama dengan *existing brand principles*, dan berinvestasi dalam pengembangan teknologi.
* Bagaimana Blibli menghadapi tantangan pelemahan daya beli?
Blibli menghadapi tantangan pelemahan daya beli dengan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan terintegrasi, serta terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Penjelasan Mendalam Mengenai Strategi Omnichannel Blibli: Studi Kasus
Strategi *omnichannel* yang diterapkan oleh Blibli merupakan langkah cerdas dalam menghadapi dinamika pasar *e-commerce* yang semakin kompetitif. Menurut studi yang dilakukan oleh Universitas Indonesia pada tahun 2024, konsumen cenderung lebih loyal terhadap merek yang menawarkan pengalaman berbelanja yang konsisten dan terintegrasi di berbagai platform.
Toko fisik berperan penting dalam strategi ini, karena memberikan kesempatan bagi konsumen untuk berinteraksi langsung dengan produk dan merek. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan dan mengurangi risiko yang dirasakan oleh konsumen saat berbelanja *online*. Selain itu, toko fisik juga dapat berfungsi sebagai pusat layanan pelanggan, tempat konsumen dapat mengajukan pertanyaan, melakukan klaim garansi, atau mendapatkan bantuan teknis.
Menurut data dari Kementerian Perdagangan, tingkat adopsi *e-commerce* di Indonesia terus meningkat, namun masih banyak konsumen yang lebih memilih untuk berbelanja di toko fisik karena alasan keamanan dan preferensi pribadi. Dengan menggabungkan kekuatan *online* dan *offline*, Blibli dapat menjangkau segmen konsumen yang lebih luas dan meningkatkan pangsa pasarnya.
Analisis SWOT: Blibli dalam Menghadapi Persaingan E-Commerce
Untuk memahami lebih dalam mengenai posisi Blibli di pasar *e-commerce* Indonesia, berikut adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats):
* Strengths (Kekuatan):
* Ekosistem ritel yang beragam (elektronik, supermarket, *home and living*)
* Strategi *omnichannel* yang terintegrasi
* Kemitraan yang kuat dengan *brand principles*
* Investasi dalam teknologi dan inovasi
* Weaknesses (Kelemahan):
* Persaingan yang ketat dengan pemain *e-commerce* lain
* Tantangan dalam mengelola jaringan toko fisik yang luas
* Ketergantungan pada infrastruktur logistik yang efisien
* Opportunities (Peluang):
* Pertumbuhan pasar *e-commerce* Indonesia yang pesat
* Peningkatan penetrasi internet dan penggunaan *smartphone*
* Potensi untuk mengembangkan layanan baru, seperti *quick commerce*
* Peluang untuk memperluas jangkauan geografis
* Threats (Ancaman):
* Perubahan regulasi pemerintah
* 波动性 mata uang dan inflasi
* Serangan siber dan kebocoran data
* Perubahan perilaku konsumen
Dengan memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada, Blibli dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mencapai tujuan bisnisnya.
Referensi Eksternal:
1. Bursa Efek Indonesia (BEI): https://www.idx.co.id/
2. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia: https://www.kemendag.go.id/
3. Universitas Indonesia: https://www.ui.ac.id/


