Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Emas Tembus USD 4050? Cek Prediksi Harga Terbaru!

Emas Tembus USD 4050? Cek Prediksi Harga Terbaru!

HIMBAUANPada Selasa pagi, 7 Oktober 2025, harga emas dunia berhasil mencapai level signifikan US$ 3.978 per troy ons. Kenaikan harga emas ini mencerminkan dinamika ekonomi global yang kompleks serta antisipasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Menurut Ibrahim Assuabi, seorang Analis Mata Uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, momentum positif ini diproyeksikan terus berlanjut. Ibrahim memperkirakan bahwa harga emas dunia berpotensi menembus angka US$ 4.050 per troy ounce pada November 2025, menandai sebuah periode pertumbuhan yang kuat bagi logam mulia.

Proyeksi Ibrahim Assuabi tidak hanya terbatas pada pasar emas global, melainkan juga merambah ke harga logam mulia di pasar domestik Indonesia. Berdasarkan analisisnya, harga emas batangan kemungkinan besar akan mendekati level Rp 2,3 juta per gram dalam waktu dekat. Lebih lanjut, Ibrahim memperkirakan adanya lonjakan harga yang lebih signifikan, dengan kemungkinan mencapai Rp 2.700.000 per gram pada November 2025. Perkiraan ini memberikan gambaran optimis bagi para investor dan pelaku pasar emas di Indonesia. Data terkini dari laman resmi Logam Mulia menguatkan tren kenaikan ini. Pada Selasa, 7 Oktober 2025, harga emas Antam tercatat Rp 2.284.000 per gram, melonjak Rp 34 ribu dari hari sebelumnya. Dengan mempertimbangkan laju kenaikan dan berbagai faktor pendorong, Ibrahim bahkan memprediksi harga logam mulia bisa menyentuh angka Rp 3 juta per gram menjelang akhir tahun 2025.

Mengapa Harga Emas Dunia Terus Meroket?

Harga emas dunia menunjukkan tren kenaikan yang konsisten, dan fenomena ini didorong oleh dua faktor fundamental: ketidakpastian ekonomi global dan harapan yang menguat akan pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat. Ketidakpastian ekonomi menciptakan kebutuhan akan aset yang aman, sementara pemangkasan suku bunga cenderung melemahkan dolar AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai. Ibrahim Assuabi menjelaskan bahwa spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dipicu oleh kondisi politik dan ekonomi di AS. Pasar mengantisipasi langkah The Fed setelah adanya penutupan atau *shutdown* parsial operasional pemerintah AS.

Bagaimana Kondisi Politik dan Ekonomi AS Mempengaruhi Kebijakan Suku Bunga?

Ketidaksepakatan politik di Kongres Amerika Serikat memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter. Partai Demokrat dan Partai Republik masih belum mencapai konsensus mengenai batas atas pinjaman negara. Situasi ini menyebabkan pemerintah AS mengalami libur operasional, yang berimbas pada terhambatnya rilis data tenaga kerja vital. Akibatnya, pasar kekurangan informasi krusial untuk mengukur kesehatan ekonomi.

Dalam konteks ini, Ibrahim Assuabi mengamati bahwa data tenaga kerja di AS terus mengalami penurunan, sementara tingkat pengangguran menunjukkan peningkatan. Indikator-indikator ekonomi yang melemah ini memberikan sinyal kuat kepada Bank Sentral AS (The Fed) untuk mempertimbangkan kebijakan moneter yang lebih akomodatif. The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Oktober 2025. Selain itu, Ibrahim menyoroti bahwa apabila situasi libur operasional pemerintah AS berlanjut dalam periode yang lebih panjang, ada kemungkinan besar The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga yang lebih agresif, yakni sebesar 50 basis poin pada November 2025. Penurunan suku bunga membuat aset berdenominasi dolar AS kurang menarik, sehingga mendorong investor beralih ke emas.

Spoiler One Piece 1167 Konflik Elbaph Memanas, Loki Mengamuk Usai Ida Diracun

Perang Dagang: Pemicu Inflasi dan Permintaan Logam Mulia sebagai Aset Aman?

Selain gejolak politik dan ekonomi internal AS, faktor eksternal juga turut memainkan peran penting dalam pergerakan harga emas. Perang dagang, yang secara resmi kembali dimulai pada 1 Oktober 2025, diperkirakan akan mengalami peningkatan tensi yang signifikan. Menurut Ibrahim Assuabi, konflik dagang ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekonomian global.

Eskalasi perang dagang berpotensi memicu kenaikan harga berbagai barang atau komoditas di pasar internasional, yang pada gilirannya akan mendorong tingkat inflasi global menjadi lebih tinggi. Dalam skenario inflasi yang meningkat dan ketidakpastian ekonomi yang merajalela, masyarakat cenderung mencari *safe haven* atau aset yang dianggap aman untuk melindungi nilai kekayaan mereka. Logam mulia, khususnya emas, secara historis telah terbukti menjadi pilihan utama dalam situasi seperti ini. Oleh karena itu, Ibrahim menegaskan bahwa dampak perang dagang ini akan mendorong masyarakat untuk melakukan pembelian logam mulia, memperkuat posisinya sebagai instrumen investasi yang diminati di tengah ketidakpastian global.

Pilihan Editor: Mengapa Emas Masih Diburu Meski Harganya Terus Naik

{{category}}Emas, Ekonomi, Investasi, Pasar Global{{/category}}
Tag Headline: Harga Emas Dunia Meroket: Analis Prediksi Sentuh US$4.050 dan Rp3 Juta Per Gram
Featured: True
Tag With coma: harga emas dunia, harga emas Antam, prediksi emas, logam mulia, investasi emas, Ibrahim Assuabi, Laba Forexindo Berjangka, suku bunga AS, The Fed, inflasi, safe haven, perang dagang, ekonomi global, ketidakpastian ekonomi, penutupan pemerintah AS

Facebook Comments Box
Hitung Weton Jodoh: Rahasia Pernikahan Langgeng?

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×