HIMBAUAN –
Bagaimana Potensi IHSG Pekan Ini? Analisis Indo Premier Sekuritas Menuju Level 8.168
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menatap peluang penguatan signifikan pada pekan ini, periode 6 hingga 10 Oktober 2025. Menurut proyeksi yang disampaikan oleh Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, IHSG berpotensi melaju menuju level resisten 8.168. Proyeksi ini datang di tengah dinamika pasar keuangan global yang kompleks dan rilis data ekonomi domestik yang krusial.
Pergerakan indeks saham domestik pada pekan ini akan dipengaruhi secara substansial oleh serangkaian sentimen global dan lokal. Di ranah internasional, fokus utama investor adalah penghentian operasional pemerintah Amerika Serikat, yang dikenal sebagai government shutdown, serta sinyal-sinyal pelonggaran moneter yang ditunggu dari bank sentral. Sementara itu, dari dalam negeri, perhatian tertuju pada data cadangan devisa dan indikator ekonomi penting lainnya yang akan dirilis.
Ancaman Government Shutdown AS Membayangi Pasar Keuangan Global
Pasar keuangan global saat ini masih dilingkupi bayang-bayang isu fiscal uncertainty di Amerika Serikat. Imam Gunadi dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menjelaskan, ketidakpastian ini belum sepenuhnya mereda setelah ancaman government shutdown yang terjadi pada akhir pekan lalu. “Pasar keuangan global masih dibayangi oleh isu fiscal uncertainty di Amerika Serikat yang belum sepenuhnya mereda pasca ancaman government shutdown akhir pekan lalu,” ucap Imam, seperti dikutip pada Senin, 6 Oktober 2025.
Sebagian besar operasional pemerintah Amerika Serikat berhenti sementara setelah Kongres, lembaga legislatif AS, gagal mencapai kesepakatan untuk menyetujui undang-undang alokasi anggaran belanja federal. Kegagalan ini terjadi sebelum tahun fiskal baru dimulai, yang secara langsung menghentikan sejumlah layanan publik penting di negara tersebut. Penutupan sebagian operasional pemerintah AS telah memasuki hari kelima pada Minggu, 5 Oktober 2025, menimbulkan kekhawatiran tentang dampak ekonomi jangka pendek dan panjang terhadap pasar global.
Apa Sinyal Penting dari Bank Sentral AS, The Fed?
Di tengah situasi ketidakpastian fiskal di AS, pelaku pasar global akan menyoroti beberapa agenda penting dari Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Fokus utama meliputi pidato dari dua pejabat penting The Fed, Raphael Bostic dan Michelle Bowman. Kedua pidato ini diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Selain pidato para pejabat, rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC Minutes) pada 8 Oktober juga menjadi perhatian utama. Dokumen ini memberikan gambaran mendalam tentang pandangan dan pertimbangan para pembuat kebijakan The Fed terkait kondisi ekonomi dan inflasi. Selanjutnya, investor juga akan menanti data Initial Jobless Claims yang dijadwalkan rilis pada 9 Oktober. Data ini krusial untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga, khususnya sinyal pelonggaran kebijakan moneter di tengah tren perlambatan ekonomi global. Analis pasar menggunakan indikator-indikator ini untuk mengantisipasi keputusan The Fed yang secara langsung mempengaruhi sentimen investasi dan arus modal global.
Bagaimana Perkembangan Ekonomi Cina Memengaruhi Pasar Komoditas Indonesia?
Selain Amerika Serikat, perkembangan ekonomi di Cina juga menjadi faktor penting yang perlu dicermati, demikian disampaikan oleh Imam. Secara spesifik, pelaku pasar akan memantau tindak lanjut dari stimulus fiskal yang telah diterapkan oleh pemerintah Cina. Stimulus ini diharapkan mampu mendorong konsumsi domestik di negara tersebut.
Peningkatan konsumsi di Cina memiliki efek domino yang signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Konsumsi yang kuat di Cina secara tidak langsung mendukung harga komoditas utama ekspor Indonesia. Indonesia, sebagai eksportir komoditas, akan mendapatkan keuntungan dari permintaan yang meningkat, yang pada gilirannya dapat memperkuat kinerja ekspor dan memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik.
Apa Saja Data Kunci Domestik yang Menjadi Sorotan Investor?
Dari dalam negeri, sentimen yang akan memengaruhi pergerakan pasar saham pekan ini berasal dari rilis berbagai data kunci ekonomi. Agenda dimulai pada 7 Oktober dengan pengumuman posisi cadangan devisa Bank Indonesia (BI). Data cadangan devisa ini sangat vital karena mengukur ketahanan eksternal perekonomian Indonesia terhadap gejolak global.
Selanjutnya, pada 9 Oktober, akan dirilis data penjualan ritel (retail sales). Data ini memberikan gambaran tentang kekuatan konsumsi rumah tangga. Secara bersamaan, pada 9 hingga 10 Oktober, investor akan menanti rilis data penjualan motor dan mobil. “Rangkaian data ini sangat penting karena akan memberikan gambaran kekuatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat kelas menengah, yang merupakan katalis utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun,” tegas Imam. Kinerja konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat secara langsung mencerminkan vitalitas ekonomi dan menjadi penopang utama pertumbuhan domestik.
Pilihan Editor: Dampak Ekonomi Cukai Rokok 2026 Tidak Naik
Sumber: PT Indo Premier Sekuritas (IPOT)
{{category: Pasar Saham, Analisis Ekonomi, Investasi}}
Tag With coma: IHSG, Indo Premier Sekuritas, IPOT, pasar saham, analisis pasar, government shutdown, The Fed, pelonggaran moneter, cadangan devisa, ekonomi global, stimulus fiskal Cina, konsumsi rumah tangga, daya beli, investasi saham, Bank Indonesia, Raphael Bostic, Michelle Bowman, FOMC Minutes, Initial Jobless Claims, retail sales, penjualan motor, penjualan mobil, sentimen pasar.
Featured: Yes
Headline: Analis IPOT Proyeksikan IHSG Menguat ke 8.168 Pekan Ini, Dibayangi Isu Global dan Data Domestik


