HIMBAUAN –
Analisis Performa Pemain Asing Persib Bandung: Sorotan Bobotoh dan Potensi Perombakan Skuat Paruh Musim
Featured
Olahraga, Sepak Bola, Liga 1, Persib Bandung, Transfer Pemain, AFC Champions League
Persib Bandung, Ramon Tanque, Adam Przybek, Teja Paku Alam, Bojan Hodak, Bobotoh, Pemain Asing, Transfer Pemain, Liga 1 2025/2026, AFC Champions League Two, Evaluasi Pemain, Sepak Bola Indonesia
Persib Bandung, salah satu klub sepak bola terkemuka di Indonesia, secara bertahap menemukan ritme dan kekompakan timnya setelah melakukan perombakan skuad besar-besaran pada awal musim ini. Periode awal musim yang diwarnai performa kurang meyakinkan kini mulai terlupakan. Momentum perubahan terjadi pasca-penampilan apik di kandang Bangkok United, sebuah laga krusial dalam ajang AFC Champions League Two. Dalam pertandingan tersebut, Persib Bandung berhasil memetik kemenangan penting dengan skor 2-0. Kemenangan ini tidak hanya mendongkrak semangat tim, tetapi juga menggeser fokus utama dari kinerja tim secara keseluruhan ke evaluasi individu pemain.
Seiring dengan peningkatan performa kolektif, sorotan tajam Bobotoh, para suporter fanatik Persib, kini beralih kepada kinerja individu. Evaluasi mendalam terhadap kontribusi setiap pemain, terutama legiun asing, menjadi perbincangan hangat. Dua nama pemain asing paling santer disebut berpotensi besar untuk dilepas pada jendela transfer paruh musim 2025/2026. Keputusan ini, jika terealisasi, bertujuan untuk membuka ruang bagi pemain pengganti yang dinilai memiliki potensi lebih besar untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim dalam mengejar target juara.
Siapakah Ramon Tanque dan Mengapa Ia Menjadi Sorotan Tajam Bobotoh?
Ramon Tanque, penyerang asal Brasil, saat ini menduduki posisi teratas dalam daftar pemain yang paling banyak menerima kritik pedas dari Bobotoh. Meskipun Persib Bandung berhasil meraih kemenangan dalam pertandingan krusial melawan Bangkok United di AFC Champions League Two, penampilan Tanque selama 18 menit di lapangan dinilai sangat buruk dan jauh dari ekspektasi. Ia masuk menggantikan Andrew Jung, yang diharapkan bisa memberikan dampak positif di lini serang, namun kenyataannya justru sebaliknya.

Momen paling mencolok yang menjadi sorotan dan memicu kekecewaan adalah ketika penyerang eks Visakha FC ini dua kali gagal menyentuh bola saat melakukan percobaan sepakan ke gawang lawan. Kejadian ini, menurut pandangan mayoritas Bobotoh dan pengamat sepak bola, merupakan sebuah aksi yang ceroboh dan tidak pantas dilakukan oleh seorang penyerang utama, apalagi di level kompetisi antarklub Asia. Kegagalan fundamental dalam mengeksekusi peluang ini secara signifikan mengurangi kepercayaan terhadap kapasitasnya sebagai juru gedor.
Hingga saat ini, Ramon Tanque belum berhasil mencetak satu gol pun (nirgol) sejak bergabung dengan Persib. Statistik “nirgol” ini, dikombinasikan dengan performa di lapangan yang tidak meyakinkan, telah memicu gelombang kekecewaan besar dari Bobotoh. Menurut pantauan media sosial, tuntutan agar Ramon Tanque segera didepak dari skuad semakin menguat. Sebuah studi informal terhadap sentimen suporter di platform media sosial menunjukkan bahwa mayoritas komentar berfokus pada kurangnya ketajaman dan kontribusi sang pemain.
Komentar-komentar seperti “hampura @ramon_tanque98 kudu out” yang berarti “maaf, Ramon Tanque harus keluar” dan “Pr untuk ramon, belajar passing dan shooting ke gawang” yang menyiratkan perlunya perbaikan mendasar dalam teknik dasar, membanjiri lini masa media sosial. Ini menunjukkan tingkat kekecewaan yang sangat tinggi terhadap penyerang berusia 27 tahun tersebut. Keadaan ini menciptakan tekanan yang signifikan bagi manajemen dan tim pelatih untuk segera mengevaluasi posisinya. Apabila gagal menunjukkan peningkatan performa signifikan hingga paruh musim nanti, maka tidak menutup kemungkinan Ramon Tanque akan mengakhiri kariernya bersama Persib Bandung lebih cepat dari yang diperkirakan, memberikan ruang bagi opsi penyerang lain yang lebih produktif.
Bagaimana Posisi Adam Przybek Terancam di Persib Bandung?
Adam Przybek, kiper asing Persib Bandung, juga berada dalam posisi yang sangat rawan untuk dilepas, meskipun ia sempat absen karena masalah cedera. Indikasi kuat mengenai terancamnya posisi Przybek muncul setelah performa gemilang yang ditunjukkan oleh kiper lokal, Teja Paku Alam. Teja berhasil mengamankan kembali statusnya sebagai penjaga gawang nomor satu Persib, mengungguli rekan setimnya.

Beberapa faktor kunci yang secara signifikan membuat posisi Adam Przybek terancam adalah sebagai berikut:
Statistik Teja Paku Alam yang Mengesankan
Teja Paku Alam menampilkan performa yang sangat solid di ajang Super League 2025/2026. Berdasarkan catatan statistik, Persib Bandung hanya kebobolan empat kali dari lima pertandingan yang Teja mainkan. Dalam periode ini, Teja juga berhasil mencatatkan dua cleansheet, atau tidak kebobolan sama sekali, menunjukkan ketangguhannya dalam menjaga gawang. Tidak hanya itu, Teja juga didapuk sebagai man of the match di beberapa laga penting, sebuah pengakuan atas kontribusi luar biasanya dalam mengamankan poin bagi tim. Performa konsisten ini jauh melampaui ekspektasi awal dan secara langsung menekan posisi Przybek.
Kepercayaan Pelatih Bojan Hodak
Faktor lain yang memberatkan posisi Przybek adalah tingkat kepercayaan yang diberikan oleh pelatih kepala, Bojan Hodak, kepada Teja. Teja Paku Alam bermain penuh selama 450 menit dari lima pertandingan yang diawali, sebuah indikasi kuat bahwa Bojan Hodak sangat mempercayai kemampuannya. Pelatih Bojan Hodak bahkan memberikan pujian langsung atas penampilan Teja, menyoroti konsistensi dan kepemimpinannya di bawah mistar gawang. Sebaliknya, Przybek sempat kebobolan dua kali saat Persib kalah kontra Persita Tangerang, momen yang menjadi perbandingan nyata antara keduanya dan memperkuat argumen untuk Teja.
Berlabel Kapten Tim
Teja Paku Alam kini bukan hanya menjadi kiper utama, tetapi juga mengemban peran sebagai kapten kedua tim. Penunjukkan ini adalah bukti nyata dari pengakuan atas kepemimpinan, pengalaman, dan pengaruh positifnya di dalam skuad. Peran ganda sebagai kiper utama dan kapten menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang sangat penting dan sulit digantikan dalam struktur tim Persib. Kehadiran Teja yang begitu dominan ini semakin mempersempit peluang Adam Przybek untuk mendapatkan kembali posisinya di bawah mistar gawang.
Melihat situasi ini, peluang bagi Bojan Hodak untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Adam Przybek dengan pemain asing lain—selain kiper—semakin besar. Opsi ini bisa berupa penambahan kekuatan di posisi sayap yang lebih menyerang atau gelandang jangkar yang berfungsi sebagai penyeimbang lini tengah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan manajemen akan mengurangi kuota pemain asing jika Przybek tidak mampu menunjukkan perkembangan signifikan hingga paruh musim nanti. Keputusan ini akan didasarkan pada analisis strategis untuk mengoptimalkan komposisi skuad Persib Bandung demi mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Calon-calon Berlian Out Persib Bandung di Paruh Musim Tercium: 1 Bisa Jadi Opsi Menarik Bagi Persis.


