
HIMBAUAN – Manchester United sukses meraih kemenangan kandang ketiga secara beruntun, menundukkan tim promosi Sunderland dengan skor akhir 2-0 di Theatre of Dreams, Old Trafford. Pertandingan pekan ketujuh Liga Inggris yang berlangsung pada Sabtu (4/10) malam WIB ini menegaskan dominasi “Setan Merah” sejak peluit awal dibunyikan. Hasil positif ini tidak hanya mengamankan tiga poin krusial, tetapi juga membawa sejumlah sorotan penting bagi masa depan tim asuhan Ruben Amorim.
Sejak awal pertandingan, Manchester United secara konsisten memberikan tekanan kuat terhadap pertahanan Sunderland. Serangan bergelombang yang dilancarkan “Setan Merah” akhirnya membuahkan hasil pada menit kedelapan. Gelandang serang Mason Mount berhasil memecah kebuntuan setelah menerima umpan matang dari Bryan Mbeumo. Mount dengan tenang mengeksekusi tendangan setengah voli yang akurat, melewati jangkauan kiper lawan dan menggetarkan jala gawang Sunderland untuk gol pembuka.
Keunggulan satu gol tidak membuat Manchester United mengendurkan serangan. Mereka terus menggempur pertahanan “The Black Cats” dan berhasil menggandakan kedudukan pada menit ke-31. Gol kedua ini dicetak oleh Benjamin Sesko, yang dengan sigap memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang. Bola liar hasil duel sundulan Matthijs de Ligt yang tidak sempurna jatuh tepat di kakinya, dan Sesko tidak menyia-nyiakannya untuk menyarangkan bola ke gawang. Dengan dua gol tanpa balas, United menutup babak pertama dengan keunggulan yang meyakinkan, memberikan fondasi kuat untuk sisa pertandingan.
Memasuki babak kedua, tim tuan rumah mengadopsi pendekatan bermain yang lebih tenang dan terorganisir. Fokus utama adalah mengendalikan jalannya pertandingan dan menggagalkan setiap upaya Sunderland untuk bangkit. Strategi ini terbukti efektif. Manchester United berhasil mempertahankan keunggulan dua gol hingga peluit akhir berbunyi, mengamankan tiga poin penting di kandang sendiri. Kemenangan ini datang pada waktu yang sangat tepat bagi pelatih Ruben Amorim, yang timnya kini bisa menghadapi jeda internasional dengan moral yang jauh lebih tinggi.
Kemenangan ini menghadirkan setidaknya tiga aspek penting yang layak dianalisis lebih lanjut: meredanya tekanan pada pelatih, ketajaman Benjamin Sesko, dan debut mengesankan dari kiper baru.
Bagaimana Kemenangan Ini Meredakan Tekanan pada Ruben Amorim?
Kemenangan Manchester United atas Sunderland secara signifikan mengurangi tekanan yang menghimpit pelatih Ruben Amorim. Setelah hasil mengecewakan di kandang Brentford pada pekan sebelumnya, pertandingan ini berstatus “wajib dimenangkan” untuk menjaga momentum dan kepercayaan diri tim. Untungnya, United merespons dengan dominasi sejak awal laga, sebuah performa yang terlihat jelas dari penguasaan permainan di babak pertama. Skor akhir 2-0 mencerminkan superioritas mereka di lapangan, didukung oleh kontribusi vital dari Mason Mount dan Benjamin Sesko yang berhasil memberikan keunggulan pantas.
Meskipun United bisa saja mencetak lebih banyak gol, performa gemilang kiper Sunderland, Robin Roefs, berhasil menahan beberapa peluang emas. Di babak kedua, “Setan Merah” memilih untuk tidak terlalu agresif di sepertiga akhir lapangan, sebuah keputusan taktis yang bijak mengingat mereka sudah unggul dengan skor yang nyaman. Fokus beralih untuk mempertahankan pertahanan yang solid dan meraih “clean sheet” perdana musim ini. Pertahanan yang kokoh ini membatasi Sunderland hanya menciptakan peluang minim, menunjukkan perbaikan signifikan dalam organisasi tim. Performa dan hasil ini sepenuhnya memenuhi harapan para penggemar yang menantikan kemenangan, memungkinkan Amorim untuk menghela napas lega menjelang periode jeda internasional bulan Oktober ini, dengan posisi tim yang lebih stabil dan optimisme yang kembali menyala.
Apakah Gol Benjamin Sesko Menjadi Bukti Potensi yang Terpendam?
Benjamin Sesko kembali mencetak gol, sebuah capaian positif yang kontras dengan kekalahan memalukan di Stadion Gtech Community pekan lalu. Gol ini merupakan yang pertama bagi Sesko untuk Manchester United, tercipta dengan usaha minimal setelah dua tembakannya sebelumnya berhasil diblok oleh pemain bertahan Sunderland. Ini adalah gol yang sangat dibutuhkan dan memberikan dorongan kepercayaan diri signifikan bagi striker berusia 22 tahun yang didatangkan dengan nilai GBP 74 juta tersebut, terutama setelah ia sempat mendapat kritik atas penampilan awalnya di Liga Inggris.
Sesko menunjukkan performa yang impresif di Old Trafford, dengan penempatan posisi yang sangat tepat untuk mencetak gol kedua United dari jarak dekat. Gol tersebut lahir dari bola muntah hasil lemparan ke dalam Casemiro yang menciptakan kekacauan di kotak penalti. Selain ketajamannya dalam mencetak gol, ia juga tampil mengesankan dalam kontribusi defensifnya. Sesko tercatat melakukan sembilan intervensi defensif, serta lebih banyak tekel daripada pemain United lainnya dalam pertandingan tersebut. Meskipun penampilannya mungkin tidak selalu mencolok secara visual, efektivitasnya, baik dalam menyerang maupun bertahan, sebagai seorang striker muda sangat terlihat, menandakan potensi besar yang mulai matang.
Bagaimana Debut Senne Lammens Mengubah Dinamika Penjaga Gawang Manchester United?
Pemilihan skuad Ruben Amorim untuk menjamu Sunderland juga menarik perhatian dengan keputusan mengganti kiper Altay Bayındır, yang sebelumnya menuai kritik, dengan pemain debutan Senne Lammens. Sejak kepergian David de Gea, Manchester United telah berjuang mencari pengganti yang tepat dan konsisten di bawah mistar gawang. Harapan besar kini tertumpu pada kiper baru asal Belgia ini untuk memberikan stabilitas yang dibutuhkan.
Meskipun tidak diuji secara berlebihan oleh penyerang Sunderland, Lammens berhasil melakukan beberapa penyelamatan penting sepanjang pertandingan. Salah satunya adalah menahan tendangan keras Granit Xhaka di babak pertama, menunjukkan refleks dan ketenangannya. Tepuk tangan meriah menggema di Old Trafford saat Lammens berhasil menangkap bola lambung dengan kokoh di akhir babak pertama dan menggagalkan peluang emas Wilson Isidor pada menit ke-60, membuktikan kehadirannya yang meyakinkan. Kiper berusia 23 tahun ini juga menunjukkan pengambilan keputusan yang baik, sering memilih untuk menendang bola jauh daripada bermain pendek saat melakukan tendangan gawang, sebuah pilihan yang meminimalkan risiko di area pertahanan. Kecuali satu momen miskomunikasi kecil dengan Bruno Fernandes di awal babak kedua, penampilan Lammens secara keseluruhan sangat mengesankan. Ujian yang lebih berat menanti setelah jeda internasional, saat United bertandang ke Anfield. Namun, berdasarkan performa solidnya dan “clean sheet” pertama yang dipersembahkan untuk tim asuhan Amorim, ia hampir pasti akan mendapatkan posisi sebagai kiper utama “Setan Merah.”
Sumber eksternal: Goal.com – Laporan Pertandingan Manchester United vs Sunderland


