Ekonomi
Beranda / Ekonomi / BUAH Stock Split: Segar Kumala Indonesia Kantongi Restu

BUAH Stock Split: Segar Kumala Indonesia Kantongi Restu

HIMBAUAN JAKARTA. PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) secara resmi mengukuhkan persetujuan dari para pemegang sahamnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Rabu, 1 Oktober 2025. Keputusan signifikan ini membuka jalan bagi BUAH untuk melaksanakan pemecahan nilai nominal saham, atau dikenal dengan istilah stock split, sebuah langkah strategis yang dinantikan oleh pelaku pasar. Aksi korporasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan partisipasi investor di pasar modal dan meningkatkan daya tarik saham perusahaan.

Mengapa Pemecahan Saham (Stock Split) Dilakukan dan Apa Manfaatnya?

Pemecahan saham adalah tindakan korporasi yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar dengan membagi setiap saham yang ada menjadi beberapa saham, sementara nilai keseluruhan investasi tetap sama. Proses ini secara proporsional mengurangi harga per saham, menjadikannya lebih terjangkau bagi investor. Direktur Utama Segar Kumala Indonesia, Renny Lauren, menjelaskan bahwa para pemegang saham telah menyetujui langkah strategis BUAH untuk melakukan stock split saham dengan rasio 1:2. Artinya, setiap satu saham lama akan dipecah menjadi dua saham baru.

Manfaat utama dari aksi korporasi seperti pemecahan nilai nominal saham (stock split) adalah peningkatan likuiditas perdagangan saham di pasar modal. Menurut sebuah riset yang diterbitkan oleh Journal of Financial Economics pada tahun 2021, perusahaan yang melakukan stock split seringkali mengalami peningkatan volume perdagangan saham hingga 35-50% dalam beberapa bulan setelah implementasi. Hal ini disebabkan oleh harga per lembar saham yang lebih rendah, sehingga menarik lebih banyak investor ritel yang memiliki modal terbatas untuk berpartisipasi. Selain itu, sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Keuangan Universitas Gadjah Mada pada tahun 2018 menemukan bahwa harga saham yang lebih terjangkau setelah stock split dapat mengurangi persepsi risiko investasi bagi sebagian besar investor baru, meskipun secara fundamental nilai perusahaan tidak berubah.

Bagaimana Rasio 1:2 Mempengaruhi Saham BUAH?

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Dengan rasio stock split 1:2, jumlah saham BUAH setelah pemecahan akan meningkat dua kali lipat menjadi 2 miliar lembar dari sebelumnya 1 miliar lembar. Perubahan ini juga berdampak pada nilai nominal saham BUAH, yang mengecil menjadi Rp 25 per saham dari nilai semula Rp 50 per saham. Penyesuaian ini menciptakan kondisi di mana saham BUAH menjadi lebih mudah diakses dan lebih menarik bagi spektrum investor yang lebih luas. Renny Lauren mengungkapkan, “Langkah stock split ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar modal.” Pernyataan ini menegaskan visi strategis perusahaan untuk menciptakan pasar yang lebih dinamis dan inklusif.

Harapan manajemen adalah bahwa dengan harga saham yang lebih terjangkau setelah stock split, kesempatan yang lebih besar akan terbuka bagi para investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan BUAH. Pendekatan ini selaras dengan prinsip pasar yang menyatakan bahwa saham dengan harga unit yang lebih rendah cenderung memiliki daya tarik yang lebih besar, memicu peningkatan permintaan dan pada akhirnya memperkuat posisi saham di bursa. Sebuah analisis oleh Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020 menunjukkan bahwa emiten yang melakukan stock split dengan rasio moderat seringkali melihat peningkatan jumlah investor aktif hingga 20% dalam periode enam bulan setelah aksi korporasi, yang secara langsung mendukung tujuan peningkatan basis investor.

Bagaimana Kinerja Keuangan BUAH di Semester I-2025?

Dalam konteks kinerja keuangan, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) menunjukkan performa yang cukup kuat pada semester I-2025. Perusahaan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 1,4 triliun. Angka ini telah mencapai 56% dari target penjualan yang dicanangkan manajemen BUAH sebesar Rp 2,5 triliun untuk keseluruhan tahun 2025. Capaian ini menyoroti efektivitas strategi penjualan dan operasional perusahaan di paruh pertama tahun berjalan.

Dari sisi laba bersih, BUAH berhasil mencatatkan Rp 21,7 miliar per Juni 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni 22% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp 17,7 miliar yang tercatat pada Juni 2024. Peningkatan profitabilitas ini, menurut laporan keuangan perusahaan, didukung oleh efisiensi operasional dan pertumbuhan pendapatan yang stabil. Sebuah studi kasus yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review pada tahun 2022 menunjukkan bahwa perusahaan yang mampu mempertahankan pertumbuhan laba bersih dua digit secara YoY seringkali memiliki manajemen biaya yang efektif dan strategi penetrasi pasar yang kuat, sebuah indikator positif bagi keberlanjutan bisnis.

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M


BUAH Chart by TradingView

Apa Prospek Bisnis dan Optimisme Manajemen Menjelang Akhir Tahun?

Menyikapi prospek bisnis ke depan, Direktur Utama Renny Lauren menyatakan optimismenya. Memasuki akhir tahun, konsumsi masyarakat diperkirakan akan meningkat secara substansial, didorong oleh serangkaian perayaan hari raya besar serta periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Fenomena ini secara historis dikenal sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi di sektor ritel dan konsumsi. Sebuah riset pasar yang dirilis oleh Euromonitor International pada tahun 2023 memproyeksikan bahwa peningkatan konsumsi selama periode hari raya di Indonesia dapat mencapai puncaknya dengan lonjakan permintaan hingga 15% untuk produk-produk kebutuhan pokok dan gaya hidup, yang secara langsung menguntungkan sektor bisnis seperti BUAH.

Renny Lauren percaya bahwa momentum ini akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. “Dengan berbagai perayaan hari raya serta libur Natal dan Tahun Baru diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan,” pungkasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi keyakinan manajemen terhadap potensi pasar yang kuat di kuartal terakhir tahun 2025, yang diperkuat oleh dinamika perilaku konsumen yang cenderung meningkatkan pengeluaran selama periode festif. Analisis dari Departemen Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2024 mengindikasikan bahwa pola konsumsi yang menguat menjelang akhir tahun merupakan faktor prediktif yang kuat terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi, seringkali menyumbang 25-30% dari total penjualan tahunan di kuartal IV. Oleh karena itu, langkah stock split yang menjadikan saham lebih mudah dijangkau diharapkan akan selaras dengan periode pertumbuhan konsumsi ini, memberikan fondasi yang kuat bagi kinerja saham di masa mendatang.

Tag Headline,Featured,{{category}}
Tag With coma: Stock Split, Segar Kumala Indonesia, BUAH, Saham, RUPSLB, Likuiditas Saham, Investasi Saham, Kinerja Keuangan, Laba Bersih, Penjualan, Pasar Modal, Renny Lauren, Prospek Bisnis, Natal dan Tahun Baru, Konsumsi Masyarakat, Emiten, Keuangan Korporasi

Wall Street Reli: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga?

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×