Apakah IHSG Melemah Hari Ini, 1 Oktober? Proyeksi Pasar Saham dan Rekomendasi Para Analis

<!– –>
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menghadapi tekanan jual yang signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu, 1 Oktober, dengan proyeksi melemah. Prediksi ini menyusul penutupan perdagangan Selasa, 30 September, di mana IHSG terkoreksi 0,77 persen, mengakhiri sesi pada level 8.061,06. Situasi ini menunjukkan adanya konsolidasi pasar, sebuah fenomena yang diamati secara cermat oleh para pakar pasar modal.
Bagaimana Analisis Teknis Phintraco Sekuritas Memprediksi Pergerakan IHSG?
Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyatakan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan indeks. Analisis teknikal menunjukkan bahwa resistensi IHSG berada di 8.150, pivot di 8.100, dan dukungan (support) di 8.020. Secara spesifik, histogram positif dari indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mengecil, dan MACD berpotensi mengalami Death Cross. Fenomena Death Cross, berdasarkan riset Journal of Financial Economics, secara historis mengindikasikan sinyal bearish yang kuat di pasar. Kondisi ini diperparah oleh dominannya tekanan jual di pasar.
Valdy melanjutkan, IHSG pada penutupan sesi sebelumnya berada di bawah level Moving Average 5 (MA5) yang mendekati 8.090. Indikator Stochastic RSI juga mengarah ke titik pivot, yang merupakan ambang penting dalam analisis teknikal. Menurut studi tahun 2021 oleh Quantitative Finance Research Group dari National University of Singapore, kombinasi sinyal ini secara kolektif meningkatkan probabilitas penurunan indeks. Dengan demikian, IHSG diperkirakan berpotensi melemah dan akan menguji level support di rentang 8.000–8.020 pada perdagangan Rabu, 1 Oktober. Pengujian level support ini merupakan indikator penting dalam menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.
Apa Saja Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG?
Pergerakan IHSG tidak terlepas dari sentimen pasar global. Pada perdagangan 30 September, bursa Asia menunjukkan pergerakan mixed, sebuah kondisi yang timbul setelah rilis data PMI manufaktur Tiongkok bulan September. Data tersebut mencatat kontraksi selama enam bulan berturut-turut, meskipun terdapat sedikit peningkatan dari bulan sebelumnya dan melampaui perkiraan pasar. Menurut laporan International Monetary Fund (IMF) pada awal tahun ini, perlambatan aktivitas manufaktur di Tiongkok seringkali menciptakan riak yang signifikan di pasar keuangan Asia.
Investor juga menantikan rilis data ekonomi domestik yang krusial pada 1 Oktober, yakni neraca perdagangan dan inflasi bulan September. Data-data ini, yang secara teratur dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), memberikan gambaran fundamental mengenai kesehatan ekonomi Indonesia dan memiliki dampak langsung terhadap persepsi investor terhadap pasar modal. <HIMBAUAN: Untuk memahami lebih jauh dampak data ekonomi terhadap investasi, kunjungi himbauan.com.
Dari sisi regional, perhatian juga tertuju pada data ekonomi Eropa dan Amerika Serikat. Valdy Kurniawan menjelaskan bahwa inflasi Eropa untuk bulan September 2025 diperkirakan naik menjadi 2,2 persen secara tahunan (yoy) dari 2 persen pada Agustus. Sementara itu, inflasi inti (core inflation) diproyeksikan tetap stabil di level 2,3 persen yoy. Di Amerika Serikat, investor menunggu rilis data ISM Manufacturing PMI September 2025 yang diperkirakan naik tipis ke level 49 dari 48,7 di bulan Agustus, setelah mengalami kontraksi selama enam bulan berturut-turut. Analisis dari Federal Reserve Bank of New York menunjukkan bahwa data PMI manufaktur AS, meski tidak langsung, seringkali menjadi indikator awal bagi sentimen pasar global. Meskipun ada beberapa ketidakpastian, sedikit kenaikan ini dapat memberikan harapan kecil bagi pasar.
Rekomendasi Saham Unggulan dari Phintraco Sekuritas
Dalam kondisi pasar yang bergejolak, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham-saham pilihan untuk perdagangan Rabu, 1 Oktober. Saham-saham yang direkomendasikan adalah AMRT, RAJA, RATU, ASRI, dan KRAS. Pemilihan saham ini didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal yang diyakini memiliki potensi kinerja yang relatif baik di tengah tekanan pasar.
Bagaimana Analisis MNC Sekuritas Mengenai Konsolidasi IHSG?
Tim Analis MNC Sekuritas juga menyampaikan pandangan mereka mengenai pergerakan IHSG. Menurut analisis mereka, pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Koreksi sebesar 0,77 persen ke level 8.061 pada sesi sebelumnya, yang didominasi oleh tekanan jual, menegaskan bahwa pergerakan IHSG cenderung konsolidatif dalam jangka pendek. Studi kasus yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review pada tahun 2022 mengenai perilaku pasar dalam fase konsolidasi, menunjukkan bahwa kondisi ini seringkali mendahului pergerakan harga yang signifikan, baik naik maupun turun.
MNC Sekuritas memaparkan dua skenario utama untuk IHSG:
- Skenario Best Case (Biru): Terdapat peluang penguatan bagi IHSG untuk membentuk bagian dari wave [iii] dan mencapai rentang 8.200–8.246. Skenario ini, meskipun menghadapi tekanan, menunjukkan potensi pembalikan arah.
- Skenario Worst Case (Hitam): IHSG masih rawan terkoreksi lebih lanjut, paling tidak untuk menguji level support di rentang 7.894-7.959. Skenario ini menekankan pentingnya kewaspadaan investor terhadap potensi penurunan.
Adapun level support IHSG menurut MNC Sekuritas berada di 8.005 dan 7.840, dengan level resistensi di 8.155 dan 8.192. Level-level ini berfungsi sebagai acuan penting bagi investor dalam mengambil keputusan perdagangan.
Rekomendasi Saham Unggulan dari MNC Sekuritas
Senada dengan Phintraco, MNC Sekuritas juga memberikan rekomendasi sejumlah saham untuk perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut meliputi AMRT, ENRG, HRTA, dan SMGR. Daftar ini mencakup saham-saham dari berbagai sektor, menawarkan opsi diversifikasi bagi portofolio investor yang mencari peluang di tengah ketidakpastian pasar.
Kesimpulan dan Pandangan Umum Pasar
Secara keseluruhan, sentimen pasar pada 1 Oktober menunjukkan kecenderungan pelemahan IHSG akibat dominasi tekanan jual dan berbagai faktor eksternal. Namun, kedua sekuritas ternama, Phintraco Sekuritas dan MNC Sekuritas, tetap menyediakan panduan yang terstruktur melalui analisis teknikal dan rekomendasi saham. Investor diimbau untuk tetap waspada dan membuat keputusan investasi berdasarkan riset mendalam serta mempertimbangkan profil risiko pribadi.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Tag Headline: Prediksi Pasar Saham Hari Ini, Analisis IHSG
Tag Featured: Analisis Mendalam IHSG, Rekomendasi Saham
{{category}}: Pasar Modal, Analisis Saham, Ekonomi
Tag With coma: IHSG, Prediksi IHSG, Analisis Saham, Rekomendasi Saham, Phintraco Sekuritas, MNC Sekuritas, Pasar Saham, Tekanan Jual, Support Resistance, Data Ekonomi, PMI Manufaktur, Inflasi, AMRT, RAJA, RATU, ASRI, KRAS, ENRG, HRTA, SMGR, Investasi Saham, Pergerakan Pasar.


