Olahraga
Beranda / Olahraga / Fiorentina Hancurkan Como: Pesan Fabregas di Serie A?

Fiorentina Hancurkan Como: Pesan Fabregas di Serie A?

HIMBAUAN – Media Italia, Tuttomercato, memberikan analisis mendalam terkait kemenangan mengejutkan Como 1907 atas Fiorentina dengan skor 2-1, dalam laga yang berlangsung pada Minggu (21/9/2025) dini hari WIB. Kemenangan ini, menurut mereka, bukan sekadar keberuntungan semata.

Pertandingan pekan keempat Liga Italia 2025-2026 ini digelar di Stadion Artemio Franchi, kandang kebanggaan La Viola. Di hadapan pendukungnya sendiri, Fiorentina justru harus mengakui keunggulan tim tamu yang tampil lebih efektif.

Sempat tertinggal akibat gol cepat Rolando Mandragora di menit ke-6, Como 1907 menunjukkan mentalitas yang kuat. Mereka baru bisa membalas di babak kedua melalui sundulan Marc-Oliver Kempf (65′), yang memanfaatkan umpan tendangan bebas akurat dari Nico Paz.

Gol penentu kemenangan Como 1907 lahir dari kaki Jayden Addai, pemain muda berusia 20 tahun, pada masa *injury time*. Gol ini tak lepas dari peran Nico Paz, gelandang serang berumur 21 tahun, yang memberikan umpan terobosan matang.

“Usia muda adalah kekuatan kami hari ini, bukan kelemahan,” tegas Cesc Fabregas, pelatih Como 1907, dalam konferensi pers seusai pertandingan. HIMBAUAN mencatat bahwa Fabregas terkesan dengan semangat juang para pemain mudanya.

Spoiler One Piece 1167 Konflik Elbaph Memanas, Loki Mengamuk Usai Ida Diracun

Fabregas melanjutkan, “Addai bahkan ingin mencetak gol ketiga pada menit ke-95, meskipun ia kehilangan bola dan Fiorentina hampir menyamakan kedudukan. Namun, apa yang bisa saya katakan kepadanya? Mencegahnya mencari gol lagi?”

Kekuatan Dana Bukan Segalanya

Tuttomercato, media asal Italia tersebut, menyoroti bahwa kemenangan ini menjadi penegas identitas permainan Como 1907 yang dianggap begitu menggairahkan Serie A. Mereka menekankan bahwa kekuatan finansial dari pemilik asal Indonesia bukanlah satu-satunya faktor penentu.

“Como 1907 mungkin punya dukungan finansial kuat dari Hartono bersaudara, tetapi mereka punya kompetensi dan kepercayaan yang tak pernah pudar akan suatu cara bermain,” tulis media tersebut. “Tidak dari sang pelatih (Fabregas) atau departemen teknis mereka.”

Media tersebut kemudian membandingkan strategi yang diterapkan kedua pelatih. Stefano Pioli, pelatih Fiorentina, menurunkan Edin Dzeko, penyerang yang hampir berusia 40 tahun, pada babak kedua. Sementara itu, Fabregas justru memasukkan sepasang pemain sayap kelahiran 2005: Jesus Rodriguez dan Addai.

Hitung Weton Jodoh: Rahasia Pernikahan Langgeng?

Keberhasilan pergantian pemain ini, menurut Tuttomercato, merupakan pesan bagi seluruh liga. HIMBAUAN menggarisbawahi pesan tersebut sebagai peringatan bagi tim-tim Serie A lainnya.

“Siapapun yang ingin meraih zona Eropa harus juga mengatasi Como,” lanjut mereka.

Fokus pada Pemain Muda Italia

Keberhasilan Fabregas dalam memoles pemain muda ini pun memicu pertanyaan lanjutan dari media lokal yang hadir. Mereka bertanya apakah ke depannya Fabregas akan bisa menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda Italia.

“Sejak awal kami berkomitmen untuk bermain dengan pemain muda,” jawab Fabregas.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

“Kami perlu terus menemukan pemain-pemain bertalenta tinggi. Saya janji akan melakukan semuanya untuk mencari pemain Italia berbakat,” tambahnya.

Fabregas menegaskan, “Saya siap untuk mencari dan mengembangkan mereka.”

Menurut studi tahun 2023 oleh *CIES Football Observatory*, tim dengan rata-rata usia pemain yang lebih muda cenderung menunjukkan performa yang lebih dinamis dan adaptif di lapangan.

Analisis Tambahan: Kunci Kemenangan Como 1907

Kemenangan Como 1907 atas Fiorentina bukan hanya tentang keberuntungan, tetapi juga strategi jitu dan pemanfaatan pemain muda yang optimal. Berikut beberapa poin penting yang menjadi kunci kemenangan Como:

Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Mesin Ekonomi Baru?

* Efektivitas Serangan Balik: Como mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Fiorentina melalui serangan balik cepat yang dimotori oleh pemain-pemain muda.
* Soliditas Lini Belakang: Meskipun kebobolan gol cepat, lini belakang Como mampu tampil solid dan meminimalisir peluang Fiorentina.
* Peran Vital Nico Paz: Gelandang serang muda ini menjadi motor serangan Como dengan dua *assist* krusial yang menentukan kemenangan tim.
* Mentalitas Pantang Menyerah: Sempat tertinggal, Como menunjukkan mentalitas pantang menyerah dan mampu bangkit untuk membalikkan keadaan.

Sebagai informasi tambahan, *Transfermarkt* mencatat bahwa nilai pasar skuad Como 1907 mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan performa apik yang mereka tunjukkan di lapangan.

Prediksi ke Depan: Potensi Como 1907 di Serie A

Dengan kombinasi pemain muda bertalenta, dukungan finansial yang kuat, dan strategi yang tepat, Como 1907 memiliki potensi untuk menjadi kuda hitam di Serie A musim ini. Kehadiran Cesc Fabregas sebagai pelatih juga menjadi daya tarik tersendiri, mengingat pengalamannya sebagai pemain bintang di level dunia.

Namun, tantangan besar tetap menanti Como 1907. Mereka harus mampu menjaga konsistensi permainan dan menghindari cedera pemain kunci jika ingin bersaing di papan atas Serie A.

Kesimpulan

Kemenangan Como 1907 atas Fiorentina menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dengan strategi yang tepat dan kepercayaan pada pemain muda, tim ini mampu memberikan kejutan dan menggairahkan kompetisi Serie A.

Tag Headline: Kejutan Como 1907

Featured: Ya

{{category}}: Sepak Bola, Serie A

Tag With Coma: Como 1907, Fiorentina, Cesc Fabregas, Liga Italia, Pemain Muda, Nico Paz, Jayden Addai, Tuttomercato

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×