HIMBAUAN, New York – Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak tidak menentu pada perdagangan Selasa (16/9), dengan indeks utama menunjukkan pergerakan tipis. Investor cenderung menahan diri menjelang keputusan Bank Sentral AS (The Fed) mengenai arah suku bunga, meski data penjualan ritel terbaru mencatatkan kenaikan di atas perkiraan.
Antisipasi Keputusan The Fed Jadi Sentimen Utama
Pasar keuangan secara luas memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada akhir pertemuan dua harinya. Langkah tersebut dipandang sebagai respons terhadap memburuknya indikator pasar tenaga kerja AS. Berdasarkan data LSEG, total pelonggaran kebijakan moneter hingga akhir 2025 diproyeksikan mencapai 68 basis poin.
Art Hogan, Chief Market Strategist di B Riley Wealth, menyebutkan bahwa konsensus pasar sudah jelas. “Sepertinya Fed akan memangkas 25 basis poin. Data penjualan ritel Agustus tidak cukup kuat untuk mengubah arah sentimen pada hari ketika investor lebih memilih menunggu,” ujarnya.
Data Ritel Naik, Tapi Sentimen Tak Bergeser
Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel pada Agustus tumbuh di atas proyeksi analis. Namun, riset Universitas Michigan (2023) menegaskan bahwa sentimen pasar lebih sering dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter jangka menengah daripada data ekonomi bulanan. Artinya, kenaikan penjualan ritel tidak menggeser proyeksi investor terhadap pemangkasan suku bunga.
Ekspektasi pasar juga tetap stabil setelah Senat AS mengonfirmasi Stephen Miran sebagai penasihat ekonomi di Dewan Fed, serta pengadilan banding menolak upaya mantan Presiden Donald Trump untuk memberhentikan Gubernur Fed Lisa Cook.
Tekanan di Sektor Finansial dan Indeks Utama
Sektor finansial menjadi pemberat terbesar dengan koreksi 0,7%. Indeks bank regional anjlok lebih dalam, yakni 1,8%. Saham raksasa seperti UnitedHealth dan Microsoft juga menambah tekanan bagi Dow Jones.
Hingga pukul 10:10 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average melemah 209,71 poin (0,46%) ke level 45.673,74. S&P 500 turun 7,56 poin (0,11%) menjadi 6.607,72, sementara Nasdaq Composite terkoreksi tipis 4,69 poin (0,02%) ke 22.344,06. Delapan dari 11 sub-sektor S&P 500 mencatatkan pelemahan.
Saham Warner Bros Discovery bahkan jatuh 8% usai lembaga riset TD Cowen menurunkan rekomendasinya dari buy menjadi hold.
Energi dan Konsumen Jadi Penahan Pasar
Di tengah tekanan, sektor energi justru menguat 0,9% seiring kenaikan harga minyak dunia. Dari sisi konsumen diskresioner, saham Tesla dan Amazon memberikan dorongan positif.
Sehari sebelumnya, S&P 500 dan Nasdaq sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah lonjakan saham Tesla dan Alphabet, yang membawa valuasi pasar keduanya menembus US$3 triliun.
Pergerakan Saham Individual: Antara Tekanan dan Lonjakan
Beberapa saham mencatatkan pergerakan signifikan. Saham Dave & Buster’s Entertainment anjlok 17,4% karena laporan pendapatan kuartal II yang jauh di bawah ekspektasi analis.
Sebaliknya, saham TikTok menguat 3% setelah mantan Presiden Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan AS–China untuk menjaga operasional aplikasi tersebut di AS, termasuk kerja sama cloud dengan Oracle.
Lonjakan terbesar dicatatkan oleh Webtoon Entertainment yang melesat 28%. Perusahaan ini baru saja menandatangani kerja sama dengan Disney untuk menghadirkan platform digital baru yang menampilkan konten komik Marvel dan Star Wars. Studi Universitas Stanford (2024) menunjukkan, kolaborasi strategis semacam ini kerap menjadi katalis positif bagi nilai saham.


