Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Bitcoin Anjlok? Sinyal Bearish Kuat, Harga Bisa Turun 77%!

Bitcoin Anjlok? Sinyal Bearish Kuat, Harga Bisa Turun 77%!

HIMBAUAN Pasar aset kripto kembali dihadapkan pada bayangan koreksi signifikan setelah sinyal “jual” kuat muncul dari indikator SuperTrend Bitcoin, sebuah pola yang secara historis kerap mendahului periode penurunan harga yang drastis. Indikasi bearish ini diperkuat oleh Indeks Crypto Fear and Greed yang kini terperosok ke level “ketakutan ekstrem,” menciptakan atmosfer ketidakpastian di kalangan investor.

Melansir Cointelegraph pada Kamis (20/11/2025), pergerakan harga Bitcoin (BTC) yang saat ini diperdagangkan di sekitar level US$92.360 telah memicu alarm. Pada grafik mingguan Bitcoin, indikator SuperTrend menunjukkan sinyal “sell” yang jelas, sebuah pola yang di masa lalu telah menjadi pertanda awal dari fase pasar bearish yang panjang dan mendalam. Fenomena ini, tentu saja, memicu kekhawatiran serius mengingat sejarah koreksi ekstrem yang mengikutinya.

IHSG Menguat ke 8.453,8 di Pagi Ini (20/11), Top Gainers LQ45: NCKL, AMMN, BMRI

Sinyal Sebelumnya Diikuti Koreksi 77% hingga 84%

Sinyal bearish dari SuperTrend tidak bisa dianggap enteng. Pada grafik mingguan BTC, indikator SuperTrend baru saja berbalik dari zona hijau (uptrend) menjadi merah (downtrend) dan kini bergerak di atas harga pekan lalu, sebuah konfigurasi yang secara teknis merupakan indikasi bearish yang sangat kuat. Indikator SuperTrend sendiri merupakan alat analisis teknikal yang bekerja menyerupai moving average, namun dengan keunggulan tambahan karena memanfaatkan Average True Range (ATR) untuk secara lebih akurat mengidentifikasi arah dan volatilitas tren pasar.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Konfirmasi sinyal bearish ini semakin tegas setelah pasangan BTC/USD mencatat penutupan mingguan di bawah level moving average (MA) 50 minggu. Pola ini secara historis seringkali menjadi penanda berakhirnya fase bull market yang bersemangat dan dimulainya periode konsolidasi atau penurunan yang signifikan. Data historis menunjukkan bahwa dua konfirmasi serupa pada tahun 2018 dan 2022 masing-masing menghasilkan koreksi harga Bitcoin sebesar 84% dan 77%. Angka-angka ini menjadi momok yang menghantui para investor saat ini.

“Indikator SuperTrend mingguan telah berbalik merah untuk pertama kalinya sejak Januari 2023,” demikian ungkap analis Bitcoinsensus melalui platform X pada hari Senin. “Ini berarti, meski tidak pasti, tanda-tanda awal pasar bearish mulai terlihat.” Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun masa depan selalu tidak pasti, sinyal-sinyal peringatan telah membunyikan lonceng untuk potensi turbulensi pasar.

Jika pola sejarah ini terulang kembali, ada potensi besar harga BTC akan kembali menguji level dukungan yang lebih rendah, bahkan mungkin menuju US$75.000. Proyeksi penurunan ini diperburuk oleh beberapa faktor eksternal, termasuk melemahnya permintaan dari perusahaan-perusahaan besar pemegang BTC serta arus keluar dana yang terus berlanjut dari produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental ini menciptakan skenario yang kurang menguntungkan bagi aset kripto terbesar ini.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.735 Per Dolar AS di Pagi Ini (20/11), Asia Terkoreksi

Indikator Sentimen: ‘Masih Ada Rasa Sakit di Depan’

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

Tidak hanya sinyal teknikal, sentimen pasar juga memberikan gambaran yang mengkhawatirkan. Indeks Crypto Fear and Greed, yang mengukur emosi dan sentimen investor di pasar kripto, baru-baru ini anjlok tajam ke level 11. Level ini menempatkan indeks pada zona “ketakutan ekstrem,” sebuah titik terendah yang belum terlihat sejak Februari. Penurunan sentimen ini menunjukkan bahwa sebagian besar investor saat ini sedang dilanda kekhawatiran dan ketidakpastian.

Analisis pola harga BTC ketika indeks berada pada level sentimen serupa di masa lalu menunjukkan dua kemungkinan skenario yang bisa terjadi:

1. Penurunan Lanjutan Sebelum Rekor Baru

Skenario pertama didasarkan pada peristiwa tahun 2021, ketika indeks Crypto Fear and Greed berfluktuasi antara zona “fear” dan “extreme fear” pada periode Mei hingga Juli. Pada saat itu, harga Bitcoin sempat mengalami penurunan tambahan sekitar 40% sebelum kemudian secara mengejutkan melesat kembali, mencapai rekor tertinggi baru di US$69.000. Pola ini menunjukkan bahwa periode ketakutan ekstrem bisa jadi merupakan fase pembersihan pasar sebelum momentum bullish yang lebih besar.

“Masih ada peluang besar rasa sakit jangka pendek, namun pembalikan kemungkinan terjadi dalam 2–3 minggu ke depan,” kata analis Milk Road. “Sentimen rendah tidak menutup peluang BTC mencetak rekor baru dalam jangka menengah.” Pandangan ini menawarkan secercah harapan bahwa meskipun ada potensi penurunan lebih lanjut dalam waktu dekat, prospek jangka menengah Bitcoin untuk mencapai level tertinggi baru masih terbuka.

Wall Street Reli: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga?

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (20/11): Naik Rp 21.000 Jadi Rp 2.364.000 Per Gram

2. Masuk ke Bear Market Penuh

Skenario kedua adalah dimulainya pasar bearish penuh, serupa dengan yang terjadi pada Mei 2022. Pada periode tersebut, indeks Crypto Fear and Greed bertahan di zona “extreme fear” selama berbulan-bulan tanpa adanya pembalikan yang berarti. Fase ini menjadi salah satu periode paling brutal dalam sejarah pasar kripto tahun 2022, di mana harga BTC anjlok secara dramatis dari puncaknya di US$69.000 hingga menyentuh dasar di sekitar US$15.000. Skenario ini, tentu saja, menjadi mimpi buruk bagi para investor yang berharap pada pemulihan cepat.

Pertanda dari indikator SuperTrend dan Indeks Crypto Fear and Greed secara kolektif memberikan gambaran yang menantang bagi prospek Bitcoin. Investor kini dihadapkan pada persimpangan jalan, di mana masa depan bisa berupa koreksi sementara yang diikuti oleh rekor baru, atau terjebak dalam cengkraman pasar bearish yang berkepanjangan. Kehati-hatian dan analisis mendalam menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas yang diproyeksikan ini.

Kapitalisasi Kripto Anjlok Hingga US$ 1 Triliun, Apa Pemicu & Proyeksi Selanjutnya?

IHSG Sentuh 8.600! Menkeu: Mantap, To The Moon!

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×