HIMBAUAN – Dunia sepak bola Indonesia berpotensi menyambut kabar gembira yang berujung pada suntikan dana segar bagi klub-klub lokal. Hal ini menyusul potensi partisipasi sejumlah pemain asing yang berkarier di Liga Indonesia dalam ajang Piala Dunia 2026. Kehadiran mereka di panggung global akan membuka pintu bagi klub-klub tanah air untuk menerima keuntungan finansial signifikan melalui program khusus dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Gervane Kastaneer. Keberhasilannya membawa Tim Nasional Curacao melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 secara otomatis akan memberikan implikasi positif bagi klub-klub di Indonesia, khususnya bagi Persis Solo dan juga Persib Bandung. Ini dimungkinkan berkat skema “Club Benefit Programme (CBP)” yang digagas oleh FIFA, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memberikan kompensasi kepada klub yang berkontribusi dalam mengirimkan pemainnya ke turnamen akbar empat tahunan tersebut.
Program Manfaat Klub, atau yang dikenal sebagai Club Benefit Programme (CBP), merupakan bentuk apresiasi FIFA kepada klub-klub di seluruh dunia yang berperan dalam pengembangan pemain. Sejak diluncurkan, CBP telah menjadi mekanisme penting untuk memastikan bahwa kontribusi klub dalam menyediakan platform bagi pemain-pemain kelas dunia tidak luput dari penghargaan finansial. Untuk edisi Piala Dunia 2026, FIFA melakukan perluasan signifikan terhadap jangkauan program ini. Jika sebelumnya subsidi hanya diberikan kepada klub yang pemainnya tampil di putaran final, kini setiap klub yang melepas pemainnya untuk bertanding di babak kualifikasi pun berhak mendapatkan manfaat yang serupa. Kebijakan ini menegaskan komitmen FIFA untuk mengakui peran krusial klub sepanjang siklus kualifikasi hingga putaran final.
Total anggaran subsidi yang dialokasikan FIFA untuk CBP pada Piala Dunia 2026 mencapai angka fantastis, yakni 355 juta dolar AS, atau setara dengan kurang lebih 5,3 triliun rupiah. Angka ini mengalami peningkatan substansial dibandingkan dengan edisi sebelumnya, menunjukkan besarnya nilai yang diberikan FIFA untuk kontribusi klub. Untuk dapat menerima manfaat ini, setiap klub yang berpotensi memiliki pemain di Piala Dunia 2026 diwajibkan untuk segera mendaftarkan diri, sesuai dengan rilis resmi dari FIFA mengenai CBP ini. Langkah proaktif klub dalam pendaftaran menjadi kunci untuk memastikan mereka tidak kehilangan kesempatan menerima kompensasi yang layak.
Ambil contoh Gervane Kastaneer. Apabila penyerang berpaspor Curacao ini sukses masuk dalam skuad akhir Timnas Curacao yang berlaga di Piala Dunia 2026, Persis Solo sebagai klub tempatnya bernaung saat ini, secara otomatis akan menjadi penerima manfaat dari program spesial FIFA tersebut. Namun, menariknya, Persis Solo bukan satu-satunya klub yang berpotensi mendapatkan keuntungan dari jasa Gervane Kastaneer. Merujuk pada regulasi CBP yang berlaku pada Piala Dunia 2022, Persib Bandung juga memiliki peluang besar untuk turut merasakan manisnya kucuran dana dari FIFA.
Prinsip dasar regulasi CBP menyebutkan bahwa kompensasi tidak hanya ditujukan kepada klub tempat pemain terdaftar saat dilepas untuk Piala Dunia, melainkan juga kepada semua klub yang pernah menjadi tempat bernaung sang pemain dalam kurun waktu dua tahun sebelum dimulainya turnamen akbar tersebut. Dalam rilis resmi FIFA dijelaskan, “Kompensasi tidak hanya dibayarkan kepada klub tempat pemain tersebut terdaftar saat ia dilepas untuk Piala Dunia FIFA 2022, tetapi juga kepada semua klub tempat pemain sepak bola tersebut bermain dalam dua tahun sebelum Piala Dunia FIFA 2022.” Dengan demikian, mengingat Gervane Kastaneer sempat menjadi bagian dari Persib Bandung pada Januari hingga Juni 2025 sebelum bergabung dengan Persis Solo di musim 2025/2026, maka Persib Bandung berhak atas bagian dari kompensasi tersebut apabila Curacao berhasil lolos dan Gervane terpilih dalam skuad.
Lebih lanjut, regulasi CBP juga menunjukkan fleksibilitas dalam pemberian kompensasi. Bahkan jika Gervane Kastaneer, setelah menembus skuad akhir, harus absen dari turnamen karena cedera sebelum pertandingan pertama, baik Persib maupun Persis Solo tetap berhak menerima subsidi. Ini merupakan kebijakan yang adil untuk menghargai persiapan dan kontribusi klub dalam mengembangkan pemain. “Klub diberi penghargaan untuk setiap hari pemain tetap berada dalam kompetisi, termasuk periode persiapan resmi dan terlepas dari menit mereka bermain,” demikian bunyi rilis resmi FIFA untuk CBP Piala Dunia 2022. Ditambahkan pula, “Klub juga diberi penghargaan jika seorang pemain masuk dalam daftar skuad akhir, tetapi kemudian digantikan karena cedera sebelum pertandingan pertama (kedua pemain dihitung).” Ketentuan ini menjamin bahwa investasi klub pada pemain dihargai secara menyeluruh.
Lalu, seberapa besar potensi dana yang akan mengalir ke kas Persib Bandung dan Persis Solo? Berdasarkan data yang termaktub dalam regulasi FIFA untuk CBP di Piala Dunia 2022, setiap klub berhak menerima uang sebesar 10.950 Dolar AS per pemain per hari. Jika dikonversikan ke Rupiah, jumlah tersebut setara dengan sekitar 183 juta rupiah per pemain per hari. Dengan asumsi Curacao hanya mampu bertahan di fase grup Piala Dunia, yang umumnya berlangsung sekitar 15-20 hari termasuk masa persiapan, maka baik Persib maupun Persis Solo minimal bisa meraup dana sekitar 2,9 miliar rupiah. Tentu saja, jumlah ini dapat meningkat signifikan apabila perjalanan Curacao melaju lebih jauh dalam turnamen.
Selain potensi keuntungan dari Gervane Kastaneer, Persib Bandung juga memiliki peluang untuk mendapatkan kucuran dana yang lebih besar jika Tim Nasional Irak berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 dan Frans Putros terpilih sebagai bagian dari skuad akhir. Saat ini, Irak masih akan berjuang di babak playoff antarbenua yang dijadwalkan pada Maret 2026. Jika Irak berhasil menembus putaran final, maka Persib, sebagai mantan klub Frans Putros dalam kurun waktu dua tahun terakhir, juga akan menjadi penerima manfaat dari program CBP ini.
Potensi besaran uang yang akan diterima oleh klub-klub di Liga Indonesia pada edisi 2026 ini bahkan bisa jauh lebih besar. Hal ini mengingat subsidi keseluruhan dari FIFA untuk CBP mengalami peningkatan drastis, dari 209 juta dolar AS pada Piala Dunia 2022 menjadi 355 juta dolar AS untuk Piala Dunia 2026. Peningkatan anggaran ini mencerminkan komitmen FIFA untuk memberikan dukungan yang lebih besar kepada klub-klub yang menjadi tulang punggung pengembangan sepak bola global.
Tak hanya Persib dan Persis Solo, klub raksasa dari timur Indonesia, PSM Makassar, juga berpeluang besar untuk mendapatkan keuntungan finansial yang serupa. Peluang ini datang dari Yuran Fernandes, bek tangguh yang merupakan andalan PSM. Apabila Yuran terpilih dalam skuad final Timnas Tanjung Verde, maka PSM Makassar juga akan masuk dalam daftar klub penerima manfaat. Perlu dicatat, jauh sebelum Curacao, Tim Nasional Tanjung Verde telah lebih dahulu memastikan satu tiket lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 sejak Oktober 2025. Meskipun Yuran Fernandes baru mencatatkan satu penampilan bersama Tanjung Verde, ia kerap mendapatkan panggilan untuk bergabung dengan tim nasional, yang semakin memperkuat peluangnya untuk masuk dalam skuad akhir.
Secara keseluruhan, program Club Benefit Programme FIFA ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, melainkan juga insentif finansial yang vital bagi klub-klub di seluruh dunia, termasuk di Liga Indonesia. Kehadiran pemain asing berkualitas di liga domestik tidak hanya meningkatkan level kompetisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang signifikan bagi klub-klub tersebut. Dengan pengelolaan yang baik, dana ini dapat dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur, pembinaan pemain muda, atau peningkatan kualitas skuad, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kemajuan sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Klub-klub Liga Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin demi kemajuan dan kesejahteraan sepak bola nasional.
Sumber: FIFA Club Benefits Programme – FIFA Official Website (www.fifa.com)


