
HIMBAUAN – Kekalahan telak yang menyesakkan kembali harus ditelan Timnas Italia. Impian langsung melaju ke Piala Dunia 2026 kini harus tertunda setelah Gli Azzurri dipaksa menempuh jalur babak play-off. Tragedi ini terjadi usai mereka dihantam Norwegia dengan skor mencolok 1-4 pada laga pamungkas Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Pertandingan krusial tersebut berlangsung di markas kebanggaan, Stadion San Siro, Milan, pada Senin dini hari WIB.
Italia, juara Euro 2020, sejatinya memikul beban berat sebelum laga ini. Mereka membutuhkan kemenangan fantastis dengan selisih minimal sembilan gol untuk bisa menyalip Norwegia di puncak klasemen dan mengamankan tiket otomatis. Sebuah harapan tipis sempat menyala terang ketika penyerang muda berbakat, Francesco Pio Esposito, berhasil mencetak gol cepat pada menit ke-11, menghidupkan kembali euforia pendukung di San Siro. Pada paruh pertama pertandingan, Italia tampil dominan, menguasai jalannya laga dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun, seperti skenario drama yang tragis, dominasi tersebut perlahan runtuh di babak kedua.
Malapetaka bagi Timnas Italia dimulai saat Norwegia berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Antonio Nusa pada menit ke-63. Momentum pertandingan seketika berbalik. Kemudian, bintang muda Erling Haaland muncul sebagai momok menakutkan, mencetak dua gol beruntun yang spektakuler pada menit ke-78 dan 79, menghancurkan mental para pemain Italia. Pesta gol Norwegia ditutup dengan lesakan Jorgen Strand Larsen di masa tambahan waktu, mengunci kemenangan 4-1 yang mengakhiri penantian panjang mereka.
Kemenangan gemilang ini tidak hanya memastikan Norwegia menutup fase grup dengan rekor sempurna, meraih 24 poin dari delapan pertandingan, tetapi juga sekaligus mengakhiri penantian 28 tahun untuk kembali merasakan atmosfer Piala Dunia. Sebuah sejarah baru terukir bagi tim berjuluk “Løvene” (Singa) itu, yang sebelumnya hanya pernah lolos ke turnamen akbar tersebut pada edisi 1938, 1994, dan 1998. Sebuah capaian yang membanggakan bagi sepak bola Norwegia.
Sementara itu, Timnas Italia harus puas finis sebagai runner-up grup dengan koleksi 18 poin. Konsekuensinya, mereka harus berjibaku memperebutkan satu tiket tersisa melalui babak play-off yang dijadwalkan akan digelar pada Maret 2026. Pengundian untuk babak penentuan ini rencananya akan berlangsung pada Kamis, 20 November. Dengan reputasi dan performa yang ada, Azzurri dipastikan akan berstatus unggulan dan mendapat keuntungan sebagai tuan rumah di babak semifinal play-off, yang santer dikabarkan akan digelar di New Balance Arena, Bergamo.
Kegagalan ini tentu saja menambah tekanan berat yang membebani skuad asuhan Gennaro Gattuso. Terlebih, ini bukan kali pertama Italia harus berjuang keras; mereka sudah absen secara tragis dari dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yakni 2018 dan 2022. Absensi berturut-turut ini menjadi noda hitam dalam sejarah panjang sepak bola Italia, dan kegagalan langsung lolos ke Piala Dunia 2026 semakin memperparah situasi dan kritik dari para penggemar serta media.
Gattuso Minta Maaf
Menyikapi kekalahan telak yang mengecewakan ini, Pelatih Italia Gennaro Gattuso menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para suporter. Dalam wawancaranya dengan RAI Sport, seperti dikutip dari *Football Italia*, Gattuso tidak menyembunyikan kekecewaannya. “Pertama-tama, kami harus meminta maaf kepada para penggemar. Skor 4-1 adalah pukulan yang sangat berat,” ujar Gattuso. Ia melanjutkan, “Babak pertama kami bermain baik dan sangat agresif, namun setelah jeda semua berubah. Kami kehilangan bentuk permainan, terlalu mudah kehilangan bola, dan memberi Norwegia terlalu banyak ruang.”
Menurut Gattuso, kegagalan timnya dalam menjaga intensitas permainan dan akurasi umpan menjadi faktor utama di balik kehancuran Italia di babak kedua. “Kami menekan dengan benar di awal pertandingan, tetapi kemudian melakukan kesalahan umpan, kehilangan penguasaan bola, dan akhirnya terdesak. Itulah yang terjadi di lapangan,” jelas sang pelatih, mencoba menganalisis titik balik kekalahan. Ia mengakui bahwa timnya tidak mampu mempertahankan standar yang telah mereka tunjukkan di paruh pertama.
Kini, Timnas Italia harus menatap babak play-off sebagai satu-satunya jembatan menuju Piala Dunia 2026, turnamen akbar sepak bola internasional yang akan diselenggarakan secara kolektif di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Perjalanan terjal menanti Gli Azzurri, yang bertekad untuk tidak lagi mengulangi sejarah pahit absen dari panggung sepak bola dunia.
Pilihan Editor: Timnas Inggris Akhiri Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan Catatan Sempurna
Pilihan Editor: Komentar Ivar Jenner Usai Jadi Kapten Timnas U-23 Indonesia Lawan Mali


